Korban Komoditi dan Eksploitasi Media yang Bernama “Wanita”

wanita eksploitasi media

Sudah bukan hal tabu lagi bahwa wanita dan media memiliki hubungan yang sangat intim. Wanita memberi rona dalam setiap program pertelevisian. Ketidakhadiran wanita dalam sebuah program bagai sayur tanpa garam. Hambar!

Begitulah kekuatan yang dimiliki oleh wanita. Fisualisasi yang diberikan oleh kaum hawa ini memberikan kesan yang mampu meningkatkan gairah khalayak untuk menyaksikan sebuah program acara.

Namun, sangat disayangkan sekali jika “marwah” seorang wanita dieksploitasi dan dijadikan komoditi oleh media. Dengan tujuan meraih pundi-pundi rupiah setinggi satelitnya, media tak henti menciptakan program-program yang lambat-laun “merenggut” eksklusifitas wanita.

Hal ini dapat disaksikan dalam program Indonesia Lawak Klub. Program ini membahas sebuah isu yang diwarnai dengan humor. Tim kreatif program tersebut menempatkan wanita-wanita cantik dan seksi ini ditempat-tempat strategis sehingga memudahkan para cameraman untuk men-shoot mereka. Tak hanya sekali dua kali para wanita cantik ini dishoot, bahkan mereka dishoot dalam waktu yang cukup lama.

Mungkin banyak khalayak yang mempertanyakan apa gunanya wanita-wanita ini? Toh mereka tidak bicara sama sekali. Mereka hanya menebar senyum ketika kamera menyuting mereka. Untuk apa wanita-wanita ini? Apa hanya pajangan dan patung penyemarak program acara? More

Advertisements

Pilpres 2014: Pilihan Sulit Bagi Rakyat Indonesia

jokowi vs prabowo

Ada sebuah postingan menarik tentang “kegalauan” memilih calon presiden Indonesia dari salah seorang dosen dan penulis yang cukup saya kagumi. Postingan ini sebelumnya telah terbit di Artikel Opini, Jawa Pos, 22 Mei 2014 lalu. Ternyata orang sekelas beliau pun juga bingung memikirkan capres mana yang akan dipilih nantinya. Apalagi saya! Hehe..

By the way, tulisan beliau berikut ini sengaja saya copy paste untuk sekedar sharingdengan teman-teman semuanya. Meski ini full copy-paste, ada beberapa opini beliau yang tidak saya setuju. Yah, namanya opini, tentu ada pro dan kontra. Opini lain? Ada di tangan Anda, yang membacanya.

Untuk pertamakalinya sebagai warga negara Indonesia, penulis sulit menentukan pilihan dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden. Bukan karena tidak ada calon yang baik, tetapi justru karena calonnya baik-baik. Sebelum membahas dua calon utama kita untuk capres-cawapres, kita tengok sejenak sejarah pilpres pasca-Orba di Indonesia.

Di Era Orde Baru, rakyat Indonesia tidak punya pilihan lain selain memilih Golkar dan Soeharto. Pak Harto memimpin Indonesia selama 32 tahun. Bahkan pada pemilu terakhir menjelang lengsernya (1997), Harmoko sang ketua MPR mengetukkan palu sedemikian rupa hingga palunya terlepas/terlempar dari meja. Apakah itu tanda-tanda? Dalam sebuah talk show di televisi, seorang pengamat politik mengatakan “Kalau gigi lobang/sakit, ya harus dicabut”. Ira Kusno sang pewawancara langsung diturunkan dari layar kaca oleh pemilik station TV (keluarga Soeharto tentunya). Ketika Buyung Nasution dkk menuding-nuding Harmoko dalam siaran live, suara televisi mati/off, entah karena apa. More

Goodbye Pakaian Ketat

Ogah pakai jeans ketat lagi

Hampir setahun belakangan ini saya enggan sekali mengenakan blus dan celana jeans ketat. Ntah karena faktor usia atau memang sudah mendapat ilham dariNya atau mungkin karena keduanya. Whatever, at least saya benar-benar merasa nyaman dan aman dengan penampilan saya saat ini. http://eemoticons.net Dulu, pas lagi labil-labilnya, skinny jeans merupakan pakaian khas ke kampus atau hang out bareng teman-teman. Sesekali saya mengenakan skirt atau longdress. Now, skinny jeans dan segala blouse yang ketat-ketat wajib dimuseumkan.

Poor me, I don’t have a lil sister yang bisa melanjutkan pakaian-pakaian tetsebut. http://eemoticons.net Setidaknya jika sama dia, that clothes isn’t as tight as when in my body. Nasib anak ‘tunggal’ cewek. By the way, saya mengharapkan teman-teman wanita yang membaca ini, yang pakaiannya masih ketat, bisa berangsur-angsur belajar untuk mengenakan pakaian longgar. Saya tidak mengatakan bahwa pakaian saya sudah baik, namun menurut saya sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Insyaallah. http://eemoticons.net

Thank you sooo much for my special one yang dulu senengnya mengomentari pakaian saya apabila terlalu ketat atau saya menggunakan lengan baju tiga per empat. I apreciate your attantions. Well, good bye tight clothes! No more skinny jeans, no more! Saya rasa PR terbesar saya saat ini dan yang akan datang adalah bagaimana menggunakan hijab yang syar’i, yang menutupi dada. Semoga saya bisa mewujudkannya. Secepatnya! Amin.http://eemoticons.net []

©dilanovia 24052014 11:15

Memilih Calon Presiden Terbaik

jokoWI vs praboWO

Berawal dari status BBM saya yang terang-terangan anti Jokowi, saya pun mendapat pertanyaan dari salah seorang rekan. Dia menanyakan kenapa anti Jokowi? Saya pun menjawab sekenanya saja (karena kalau dijelaskan bisa panjaaaaang).
Hingga akhirnya dia mengatakan, “Ooh…sekarang emg dari berbagai pihak akan berusaha menjatuhkan image lawannya.. tinggal kita hati2 aja, liat sumber informasinya..” Dari kata-kata di BBM tersebut saya menyimpulkan bahwa dia (MUNGKIN) pro Jokowi-JK dan tidak setuju dengan pemikiran saya. BBM ini pun tidak saya balas lagi karena ujung-ujungnya bakalan bisa debat panjang.
Nah, mengapa saya sebegitu ngototnya anti dengan pasangan Jokowi-JK? Perlu diketahui bahwa, saya sama sekali bukan simpatisan Prabowo-Hatta. Sama sekali bukan. Namun, jika disuruh memilih Jokowi-JK atau Prabowo-Hatta, of course saya memilih Prabowo-Hatta.
Ketidaksukaan saya dengan Jokowi (terutama) semenjak dia malu-malu tapi mau untuk dicalonkan sebagai presiden RI. Usut punya usut, ketidaksukaan saya semakin menjadi-jadi setelah akhirnya saya dicerdaskan oleh beberapa fakta bahw Jokowi dan teman-temannya melakukan konspirasi. Lihat saja, dulu dia adalah Walkot Solo dan ntah konspirasi apa wakilnya dari etnis cina, noni pula.
Dua tahun berselang dia pun terpilih menjadi Gubernur DKI (gegara media yang mengulas mobil Esemka, katanya sih kinerja Jokowi) dan otomatis wakilnya yang naik dan menggantikannya. And congrats! Solo dipimpin oleh orang noni.
Sekarang giliran Jokowi yang dicalonkan sebagai presiden. Kebayang bagaimana jika dia terpilih dan Ahok naik menggantikannya? Lagi-lagi daerah di Indonesia dipimpin oleh orang yang bukan real Indonesia dan bukan orang yang seiman dengan saya.Maaf kalau tulisan ini mengandung SARA. Tapi inilah kegalauan saya sebagai seorang muslim dan bangsa Indonesia.
Sekarang bisa dilihat, partai-partai Islam condong ke Prabowo-Hatta. Banyak juga politisi-politisi yang terkenal agamis condong ke Prabowo-Hatta.
Mengapa mereka tidak ke Jokowi yang dielu-elukan hebat dan merakyat? Dari salah satu sumber yang saya baca karena Jokowi merupakan antek Cina bahkan Amerika yang notabenenya ingin merebut kekayaan Indonesia. Tak hanya itu, Jokowi disokong oleh PDIP yang jelas-jelas pro pluralis dan anti Islam.

image

Saya jadi ingat kata-kata Soekarno. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuangan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”. Ya, mungkin ini salah satu bukti dari apa yang dikatakan Soekarno.
Masih ada yang berkilah bahwa keburukan Jokowi hanya dibuat dan dibesar-besarkan oleh para haters-nya? Semua tergantung diri kita masing-masing. Saran saya, perbanyaklah membaca dan berpikir dengan bersih serta ikuti kata hati.
Saya tidak sekonyong-konyong mengatakan Prabowo-Hatta itu baik. Tidak. Tapi, jika nantinya harus memilih, saya akan lebih memilih yang lebih baik. Jika memang keduanya buruk, maka saya akan memilih yang buruknya lebih sedikit, yang mudharoth-nya lebih kecil.
Mengutip perkataan dari salah seorang ulama, orang yang cerdas bukanlah orang yang tahu mana yang baik dari yang buruk. Akan tetapi, orang yg cerdas adalah orang yang tahu mana yang terbaik dari dua kebaikan dan mana yang lebih buruk dari dua keburukan.[]

©dilanovia 22052014 00:23

Pengalaman Tes Toefl dan TPA di Universitas Pertahanan (Unhan) 2014

cover soal TPA Unhan

Pas udah selesai tes, menyempatkan foto ini dulu untuk kelengkapan tulisan di blog 😀

Universitas Pertahanan (Unhan) adalah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi dibidang pertahanan dan bela negara, serta pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Perpres Nomor 5 Tahun 2011). Unhan atau Indonesia Defense University (IDU) ditetapkan melalui Surat Mendiknas Nomor 29/MPN/OT/2009 tanggal 6 Maret 2009 perihal Pendirian Unhan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 maret 2009 di Istana Negara.

Unhan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang unik karena mengkhususkan diri pada studi pertahanan setingkat S 2. Universitas ini adalah lembaga pendidikan tinggi terbuka yang memberi kesempatan bagi para perwira TNI maupun sipil untuk belajar dan memperdalam Ilmu Pertahanan dari sudut pandang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum dan Pegawai Negeri (TNI/Polri/Sipil) untuk mengikuti program beasiswa Magister Ilmu Pertahanan (Strata-2) dengan gelar Magister Sain Bidang Pertahanan / M.Si(Han). Jurusan yang dibuka di tahun ini antara lain: Prodi Manajemen Pertahanan (MP); Prodi Manajemen Bencana (MB); Prodi Ekonomi Pertahanan (EP); Prodi Damai dan Resolusi Konflik (DRK); Prodi Ketahanan Energi (KE); Prodi Peperangan Asimetris (PA); Prodi Keamanan Maritim (KM); dan Prodi Diplomasi Pertahanan (DP).

Nah, setelah lulus di tahap administrasi di mana salah satu syaratnya adalah menulis esai (contoh esainya bisa dilihat di sini) berdasarkan jurusan yang ingin didaftar, beberapa minggu yang lalu saya mengikuti tahap kedua yaitu tes toefl dan TPA. Toefl saya laksanakan pada tanggal 7 Mei 2014 yang bertempat di pusat pelatihan bahasa UI Salemba-Jakarta. Jumlah soal toefl saat itu sebanyak 140 dengan waktu kurang lebih 120 menit. Untuk tes yang satu ini More