November vs. Nopember

Sebagaimana yang dilakukan para wisudawan lainnya di kampus, siang kemarin saya pergi ke rektorat untuk sidik jari ijazah. Dengan semangat saya langkahkan kaki dari parkiran menuju gedung putih itu. Sesampainya di ruangan tempat sidik jari itu dilakukan, saya pun diminta menemui salah seorang staf (bapak-bapak) yang khusus melayani sidik jari mahasiswa dari fakultas FISIP.
Setelah bertemu dan menyebutkan nama, ijazah saya yang setengah jadi itu ditemukan. Bapak tersebut meminta saya memeriksa kembali ijazah tersebut. “Periksa kembali nama, NIM, tempat tanggal lahir juga”, katanya.
“Sudah, Pak,” kataku setelah semuanya saya periksa dengan teliti. “Periksa sekali lagi”, kata staf tersebut. Huh, saya pun memeriksa kembali.
Sebenarnya dari awal ada yang mengganjal dengan penulisan bulan kelahiran saya yang ditulis “Nopember”. Awalnya saya hiraukan saja karena saya tahu kebiasaan penulisan bulan di negara ini masih kacau. Namun, karena si Bapak menyuruh saya memeriksa kembali, saya pun iseng bertanya, “Pak, bulan lahir saya penulisannya bukannya pakai huruf ‘V’?”. Ya, saya kelahiran bulan NoVember dan tentu sangat tahu dengan penulisannya.
Walau dengan cara yang sopan, tanpa diduga si bapak bertanya kembali, “kamu lulus toefl nggak?”. Ngg… What!!? Saya sedikit kaget dan langsung membalas, “ya lulus dong, Pak”.
Dia pun mengatakan bahwa penulisan november/nopember di Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia itu beda, “makanya saya tanya, kamu lulus toefl apa enggak”. Huh.. karena males banget memperdebatkan hal sepele seperti itu, saya pun mengiyakan saja apa kata beliau. Lagian kalau musti diganti, otomatis saya harus menunggu lagi ijazah tersebut dicetak ulang.
Well, bukannya apa, saya nggak habis pikir dengan pola pikir si bapak itu. Bukan maksud sombong, tapi Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang sangat saya senangi. Saya senang banget berkutat dengan huruf dan kata-kata. Sewaktu SD saya juga dipercaya mewakili sekolah dalam olimpiade Bahasa Indonesia. Jadi, kalau masalah pelajaran Bahasa Indonesia itu sudah menjadi “teman dekat” saking sukanya saya dengan pelajaran ini.
Lha, kalau masalah bulan saja musti salah, itu gawat. Setahu saya, penulisan November di Indonesia ini banyak dipengaruhi oleh cara pengucapan huruf “V” atau “F” jadi “P”. Enggak hanya “November” saja, “Februari” juga masih banyak yang menyebut “Pebruari”. Kata “Alif” malah dibilang “Alip”. Saya juga suka sebel kalau ada yang menulis atau menyebut nama saya “Faradila” menjadi “Paradila”. Tidaaaak…
Nah, dari kebiasaan pengucapan itulah kebawa-bawa hingga ke cara penulisan. Masih banyak penulisan yang (dibiasakan) salah dan kadang saking kebiasaannya, kita nggak sadar kalau itu salah. Seperti kata “praktek” yang seharusnya “praktik”, “kuatir” yang seharusnya “khawatir”, dan masih banyak lagi.
Kalau kurang yakin, coba deh di cek dan ricek lagi di Kamus Besar Bahasa Indonesia alias KBBI. Nggak usah kata yang lain, coba kata “November” tadi. Manakah yang tepat, “November” atau “Nopember”. Kalau nggak punya kamusnya, coba versi daring saja di sini dan temukan jawabannya. Atau buka lagi deh buku pelajaran SD punya adik-adik kita di rumah.
Huu… untungnya saya nggak bilang ke Bapak itu, “Bapak lulus pelajaran Bahasa Indonesia, nggak sih?”.[]

image

©dilanovia 15:49

OPPO N1, Smartphone Berbalut Kecanggihan Nan Menawan

Bebebrapa tahun belakangan manusia di planet ini dihebohkan dengan kehadiran ponsel pintar alias smartphone. Kecanggihan teknologi yang hadir pada perangkat ini mampu memanjakan makhluk bumi karena dapat mempermudah berbagai kegiatan.

Eh, masih ada yang belum tahu apa itu smarthpone? Haiss, gawat nih. By the way, smartphone itu bukan jenis musik, bukan jenis makanan, apalagi jenis penyakit akut yang menyerang para jejomlo ketika meratapi ke-jom-lo-an-nya

Terus smartphone apaan, Dil?

Smartphone itu… Yah, smartphone itu layaknya miniatur komputer dengan kemampuan ponsel yang dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, atau bahasa kerennya multi tasking. Dikatakan pintar karena perangkat ini memiliki fitur-fitur canggih seperti kemampuan menjelajah internet dengan cepat, mengirim-menerima e-mail, membaca e-book, bisa juga sebagai “asisten” pribadi lho, dan buanyaaaak kemampuan lain.

Karena smartphone tidak mengikuti program Keluarga Berencana, *eh.. perkembangan perangkat ini sangat pesat, sob. Tapi, tidak pesat sembarang pesat, tidak smartphone sembarang smartphone. Teknologi yang tertancap di dalam sebuah smartphone juga perlu diketahui. Jangankan bicara lintas dunia, di Indonesia saja banyak bertaburan merek smartphone. Namun, teknologi smartphone yang teranyar dan tercanggih saat ini ada di genggaman OPPO Smartphone.

OPPO Smartphone?

Yes, OPPO Smartphone. OPPO merupakan salah satu merek smartphone kelas dunia, sob! Meski terbilang baru, produknya banyak diburu para penggila gadget, lho. And you should know, sob, OPPO selalu menghadirkan teknologi bermutu di ujung kuku.

oppo gif

Eits, masih ada yang belum tahu tentang OPPO? Baiklah, yuk kita intip tapakan langkah perjalanan perusahaan ini

banner oppo

OPPO Electronics Corp, itulah nama lengkap perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 di Guangdong, Cina ini. Guangdong sendiri merupakan sebuah propinsi pertama di pesisir tenggara Republik Rakyat Cina yang menjadi zona ekonomi khusus dan kemudian membawa propinsi ini menjadi propinsi penyumbang GDP alias Gross Domestic Product terbesar bagi ekonomi RRC.

Nah, selama sembilan tahun berkarya, OPPO Electronics Corp sudah banyak menelurkan berbagai jenis alat elektronik seperti, MP3 player, LCD TV , e-book , DVD, dan Blu-ray player. OPPO juga mempunyai anak perusahaan bernama OPPO Digital Inc yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Berdiri di tahun yang sama dengan induk perusahaanya, OPPO Digital Inc sangat terkenal dengan kecanggihan DVD dan Blu-ray playernya, sob. Hal ini terbukti dengan penghargaan yang diperoleh OPPO sebagai peringkat satu Best Blu-ray Disc Player Brand 2013. Selain itu, brand ini juga meraih gelar sebagai Best Of 2013 Blue Note Equipment Awards. Hebatnya lagi, penghargaan ini sudah diraih OPPO sebanyak tiga kali. Penghargaan lain juga masih banyak, sob. Awesome, bukan?

Waw, iya, jempol buat OPPO! Lanjut dong Dil ceritanya..

Nah, OPPO merupakan perusahaan elektronik yang selalu berinovasi dengan cerdas dan kreatif. Berhasil diperangkat audio visual, OPPO melebarkan sayapnya ke pasar smartphone pada tahun 2008. Ponsel perdana besutan OPPO yakni OPPO Smile. Selang tiga tahun setelah itu, OPPO dengan bangga mengenalkan tiga smartphonenya sekaligus, yakni OPPO Real, OPPO Ulike, dan OPPO Find. Hebatnya lagi, ketiga smartphone ini memiliki target market masing-masing.

OPPO Real dipasarkan khusus untuk para remaja. Melalui berbagai perubahan UI dan desain dari produk sebelumnya, brand ini membidik para kaula muda yang cenderung suka mendengarkan musik, bermain game, berbagi foto, namun tetap up to date dengan teman-teman mereka melalui Weibo maupun QQ (jejaring sosial ala China).

Selanjutnya, kaum hawa menjadi target market untuk OPPO Ulike. Karena kebanyakan para wanita suka banget jeprat-jepret, OPPO membenamkan 5MP di kamera depannya. Sista yang hobi ngaca juga nggak perlu lagi repot-repot membawa kaca atau malah ngaca di kaca mobil. Tak sampai di situ, kamera ini memiliki dua pilihan pencahayaan yang yummy banget. Salah satunya sebagai pelangsing dan yang satunya untuk memutihkan kulit. Kebayang kan betapa inovatifnya brand ini.

Satu lagi nih, OPPO Find series yang dikhususkan bagi kalangan pebisnis. Produk ini memiliki prosesor sangat cepat yang membantu penggunanya tetap terhubung dan bekerja jauh lebih cepat melalui RAM yang kuat. Tampilan antarmuka yang lebih interaktif, memudahkan pengguna untuk mengakses email, pesan, ataupun panggilan masuk dengan cepat.

The first OPPO series

The first OPPO series

Ngomong-ngomong masalah market nih, sob, OPPO telah meramaikan pasar dunia seperti Rusia, Vietnam, Thailand, dan Kanada. Sejauh ini, OPPO juga akan mengembangkan pasar ke Meksiko dan Brasil. Sementara, untuk promosi, OPPO telah menghabiskan biaya sebesar 800 ribu US Dollar. Nah, terlihat kan bagaimana keseriusan perusahaan ini dalam merambah pasar smartphone internasional?

Tak hanya itu, tahun 2011 lalu OPPO juga menggaet bintang Hollywood Leonardo DiCaprio sebagai brand ambassadornya. Iklan berdurasi keseluruhan sekitar 1 menit 55 detik ini dibuat layaknya sebuah film khas bintang asal Amerika tersebut. Dalam adegan iklan yang dibuat di Paris ini Leonardo tampak sedang mencari seorang wanita misterius. Ssst… kabarnya nih, sob, aktor berzodiak scorpio ini dibayar sebesar 5 juta US Dollar! Waaah…

Leonardo DiCaprio menjadi brand ambassador OPPO

Leonardo DiCaprio menjadi brand ambassador OPPO

Di Indonesia sendiri, sejak merek OPPO masuk ke Indonesia pada bulan April silam, hingga September 2013 ini OPPO telah memiliki 21 cabang gerai di seluruh Indonesia. Banyaknya gerai OPPO di Indonesia merupakan jawaban atas semakin bertumbuhnya pasar smartphone ini. Terlihat sekali daya beli masyarakat dengan produk OPPO sudah sangat tinggi, sob. Nah, bisa dipastikan nih sob kalau ekspansi pasar OPPO akan terus diperluas.

Oya, sudah tahukah sobat, dalam berkiprah di arena smartphone ini OPPO mengusung tema Go Green. Ya, perhatian OPPO juga tak luput terhadap kondisi alam di jagad raya ini. Konsep Go Green tersebut terlihat dari logo OPPO yang berwarna hijau. Selain itu, OPPO juga menggunakan box atau kemasan yang kecil yang bertujuan menghemat penggunaan kertas.

Nah, begitulah sepenggal cerita tentang OPPO. Terlihat kan bagaimana OPPO Smartphone peduli akan kebutuhan kita yang terus haus akan kecanggihan teknologi? Bagaimana tidak, “The Highest Quality Standart” dan “Customers First” merupakan cara OPPO untuk menunjukkan dedikasinya kepada para konsumen.

kutipan 1

Wah, jadi pengen punya OPPO nih, Dil..

Ngiler kan dengan kecanggihan OPPO? Apalagi kalau saya ceritakan teknologi teranyar OPPO saat ini yaitu OPPO N1. Smartphoe ini dilengkapi rotation camera 13MP, sob. Ada O-Touch, O-Click, serta Color OS yang dibalut dengan Android Jelly Bean 4.2.1 jugaaa.

Kamera putar? O-Touch? O-Click? Apaan tuh? Cerita lagi dong Dil, pleaseee…

Oho, My pleasure! Etapi, sebelum saya paparkan lebih lanjut spesifikasi N1, saya akan menceritakan bagaimana kemegahan peluncuran smartphone yang menawan hati ini di Ritz-Carlton Pacific Place akarta, 16 Oktber lalu. Check this out!

BANNER OPPO 2

As always, lagi-lagi Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah dalam launching produk smartphone terbaru. Untuk OPPO N1, Indonesia terpilih sebagai negara kedua setelah negara asalnya, Cina yang diadakan di AOYA Exhibition Center Beijing, 23 September lalu. Tak hanya produknya yang unik, acara yang dibanjiri sekitar 1500 undangan ini dibuka dengan cara yang apik dan unik pula.

Acara dibuka dengan LED Dancer Performance. Tak ketinggalan, di atas panggung yang cukup luas itu, para karyawan OPPO juga ikut menari dengan energik. Tarian yang diiringi oleh lagu berbahasa Mandarin ini pun turut mengundang semangat para tamu yang datang. Jelas, para petinggi Oppo Indonesia pun tak mau ketinggalan. Mereka turut bergabung bersama karyawan lainnya menari ala flashmob.

Tarian enerjik ini disebut sebagai ‘Oppo Dance’ yang mewakili semangat Tim OPPO Indonesia dalam mengekspansi pasar smartphone di negara ini. Oya, sekedar informasi nih, sob. OPPO Dance bukan tarian pertama yang dipertontonkan, lho. Karyawan dan petinggi OPPO pernah melakukannya di acara peluncuran OPPO Find 5 sekaligus menandai masuknya OPPO di Indonesia bulan April lalu.

Nah, setelah seru-seruan ber-Oppo Dance, giliran Bapak Jet Lee selaku CEO OPPO Indonesia yang memberikan kata sambutan (atau kalau orang Melayu bilang “sekapur sirih”). Dalam kesempatan itu, Bapak Lee menjelaskan bahwa pada OPPO N1 terdapat banyak kehandalan dalam sisi kamera dan fitur yang membantu pengguna dalam meningkatkan mobilitasnya.

Tak lama berselang, hadirin dibuat kagum dengan presentasi dari Bapak Effendy Asisten CEO OPPO Indonesia tentang OPPO N1. Beberapa model pun turut memperagakan penggunaan ponsel cerdas yang satu ini. Nah, Penasaran bagaimana suasana ketika peluncuran OPPO N1 ini? Yuk, simak foto-foto berikut:

launching oppo (6)

Launch OPPON1 dibuka dengan LED Dancer Performance

Sambutan dari CEO OPPO Indonesia Bapak Jet Lee

Sambutan dari CEO OPPO Indonesia Bapak Jet Lee

launching oppo (7)

Presentasi dari Bapak Effendy, Asisten CEO OPPO Indonesia tentang OPPO N1

presentasi tentang O-Touch pada N1, layar sentuh belakang pertama di dunia

presentasi tentang O-Touch pada N1, layar sentuh belakang pertama di dunia

Sob, inilah OPPO N1. Smartphone pertama dengan kamera putar yang menawan

Yay, inilah OPPO N1. Smartphone pertama dengan layar putar

Kamera terdari dari 67 bagian yang berbeda

Kameranys terdari dari 67 bagian yang berbeda

Presentasi tentang teknologi Pure Image yang hadir di OPPO N1

Presentasi tentang teknologi Pure Image yang hadir di OPPO N1

O-Click, remote pintar yg berfungsi sebagai shutter camera dan juga berfungsi sebagai alarm

O-Click, remote pintar yg berfungsi sebagai shutter camera dan juga berfungsi sebagai alarm

Buat yang cewek-cewek, pasti bakalan suka sama fitur ini, Beauty Plus 3.0 :)

Sista-sista pasti bakalan suka deh sama fitur ini, Beauty Plus 3.0 🙂

ColorOS, ROM khusus besutan OPPO akan hadir di OPPO N1 yang mendukung Multi Gestures Demontration

ColorOS, ROM khusus besutan OPPO akan hadir di OPPO N1 yang mendukung Multi Gestures Demontration

Sumber

Wow, keren banget acaranya, Dil. Ada dance pula!

Iya, keren kan ya launchingnya. Sayang sekali saya tidak masuk daftar undangan. Coba kalau diundang, saya pasti datang. Hehe.. Well, demikian gambaran acara peluncuran OPPO N1 di Indonesia yang asik, unik, dan keren abis! Nah, kita balik membahas spesifikasi OPPO N1. Bagi yang curious akut, simak terus pemaparan saya tentang si menawan N1

Seperti yang saya katakan sebelumnya, OPPO terus melakukan inovasi-inovasi yang memikat hati. Mungkin tak terbanyang oleh kita sebelumnya, ada kamera handphone yang bisa berputar hingga 206 derajat, ada remote control yang berfungsi mengambil foto dari jarak hingga 15 meter, atau menyentuh handphone cukup di bagian “punggung” saja guna memberikan kemudahan ketika mengoperasikannya meski dengan satu tangan.

Kesemua hal yang dulunya mustahil itu ditepis oleh OPPO dan perusahaan ini menghadirkan fitur canggih tersebut melalui OPPO N1. Setelah sukses dengan Find 5, OPPO tak berhenti menggebrak pasar smartphone dunia dengan meluncurkan N1 yang mengandalkan kamera berputar serta fitur sentuh belakangnya. Diyakini bahwa fitur yang dimiliki OPPO N1 akan menjadi trend terbaru di industri smartphone pada tahun 2013 ini lho.

banner oppo 3

Oppo sangat serius dalam mengembangkan produk barunya. Hal ini tampak dari begitu banyaknya fitur menarik yang disematkan. Untuk lebih jelasnya, yuk lihat spesifikasi OPPO N1 berikut:

SPESIFIKASI OPPO N1 (DILA

Masih kurang jelas ya? Maklum, desain grafis saya mah masih amatiran. Mau lihat yang lebih real bagaimana menawannya OPPO N1 ini? Yuk, simak spesifikasi versi videonya di bawah ini. Hati-hati hatimu tertawan

Hanya decakan kagum yang keluar dari mulut saya ketika melihat video di atas. Saya rasa kamu juga demikian, bukan? Bagaimana tidak, dengan layar 5,9 inch mungkin banyak pengguna smartphone yang kesulitan mengoperasikannya dengan satu tangan. Tapi tidak dengan OPPO N1. Di bagian belakang OPPO N1, terdapat area touchpad yang dibatasi dengan gambar kotak. Touchpad yang disebut O-Touch ini bisa mengenali sentuhan serta gesture yang dilakukan oleh jari tangan.

Melalui fitur O-Touch, OPPO N1 mampu dioperasikan dengan menyentuh bagian belakangnya. Penggunaan O-Touch tidak hanya melihat galeri gambar saja, sob. Tapi berfungsi untuk browsing, mengambil gambar, mendengarkan musik, serta membaca e-book hanya dengan menyentuh bagian belakang tersebut.

The back is also interesting :D

The back is also interesting 😀

Tidak hanya layar sentuh belakang saja, N1 juga memiliki inovasi istimewa lainnya, kamera berputar 206 derajat di dunia! Mengandalkan sensor 13MP dengan aperture sangat lebar di kameranya, yakni f/2.0. Bukaan lebar ini menguntungkan pengguna saat memotret di kegelapan. Lensanya tersusun dari 6 elemen, N1 merupakan smartphone Android pertama yang memiliki elemen lensa sebanyak itu. Waaaw…

Nggak usah ragu, sob. Penahan kamera untuk berputar itu sendiri sudah melakukan pengujian hingga 100 ribu kali dengan posisi yang berbeda. Hasilnya, penahan kamera berputar ini mampu digunakan hingga 7 tahun, dengan putaran perharinya berkisar 40 kali putaran

kamera N1 bisa berputar 206 derajat

Kamera N1 bisa berputar 206 derajat

Nah, inovasi cerdas lain yang diberikan OPPO N1 adalah dengan O-Click. O-Click terhubung secara nirkabel ke N1 melalui bluetooth. Alat kecil yang bekerja sebagai remote control ini bisa berfungsi sebagai alarm. Jadi kalau salah satunya terpisah dari jangkauan 15 meter nih, smartphone N1 akan berbunyi. Kalau kita lupa manaruh N1 di mana, O-Click juga membantu untuk mencarinya cukup dengan menekan O-Click, begitupun sebaliknya. Jadi, sobat semua nggak perlu repot-repot misscall pakai handphone lain  Kasus handphone terselip atau hilang dapat dihindari.

Adanya remote control O-Click juga memudahkan pengguna jika ingin mengambil foto berkelompok atau foto jarak jauh. Sehingga pengguna N1 memiliki banyak opsi dan metoda untuk mengambil gambar, di samping menggunakan suara atau pergerakan jari/gesture.

O-Click si multifungsi

O-Click si mungil yang multifungsi

OPPO N1 didesain dengan bodi berlapis yang telah melalui 14 kali molding yang berbeda. Sehingga, OPPO N1 masih tetap ringan untuk ditenteng. Bagian belakangnya yang sedikit melengkung didesain agar OPPO N1 nyaman untuk digenggam bahkan dengan satu tangan. Jadi nggak ada tuh sob yang namanya “kepeleset” ketika megang handphone.

Kecanggihan OPPO N1 ditambah dengan adanya Color OS yang dikembangkan oleh OPPO sendiri. Color OS memudahkan penggunaan N1 seperti membuka aplikasi hanya dengan sentuhan satu jari, mengatur volume hanya dengan sentuhan dua jari, serta menangkap gambar dengan sentuhan tiga jari pada layar.

Tidak hanya mempercantik, Color OS juga hadir dengan berbagai fitur yang dapat memudahkan pengguna mengoperasikan perangkat ini. Contohnya, hanya dengan membuat gerakan tertentu di layar dengan jari, pengguna bisa menyalakan ponsel ini, kamera, dan beberapa aplikasi. Pengguna juga dapat melakukan beberapa gestur sederhana untuk mengatur volume dan mengambil screenshot pada layar.

Spesifikasi lainnya nggak usah diragukan. OPPO N1 ini sendiri menggunakan SoC dari Qualcomm dengan Snapdragon 600 yang menggunakan prosesor Krait Quat Core berkecepatan 1,7 GHz serta GPU Adreno 320. RAM yang terpasang pada perangkat ini adalah 2 GB dengan internalmemori16 GB. Seperti pada beberapa smartphone OPPO lainnya nih sob, tidak ada slot microSD pada N1 ini. Smartphone ini juga menggunakan Micro SIM yang didukung oleh teknologi NFC alias Near field communication. Itu lho, perangkat standard yang memungkin smartphone dan perangkat lain bisa berkomunikasi ketika didekatkan.

So, jangan ada kata bimbang lagi deh, sob. OPPO N1 ini dihasilkan dengan proses riset panjang hingga 18 bulan lamanya. Riset ini meliputi uji temperatur, uji kelayakan aplikasi, uji kelembaban, uji ketahanan bahan pada cuaca, dan lain-lain.

Asli, pengen banget punya OPPO N1, Dil..

banner oppo 4

Yes, everyone, saya pengen banget bisa memiliki OPPO N1 ini. Mengapa?

  • Saya salah seorang penggila gadget namun statusisasi kemakmuran saya berada di bawah rata-rata para penggila gadget yang bisa membeli gadget “wah” dengan harga yang “wah” pula
  • Meski demikian, saat ini saya senang bisa menjadi salah satu OFans dan bisa mencicipi canggihnya teknologi OPPO Smartphone, yakni OPPO Find Muse.
  • Sekedar informasi, brand image OPPO Smartphone di kota saya (Pekanbaru)–SEPENGETAHUAN saya–masih minim sekali. Malah ketika membeli handphone ini di outlet di salah satu mall Pekanbaru, owner store yang malah banyak bertanya ke saya tentang kehebatan OPPO ini.
  • Sejak menggunakan OPPO (tertanggal 20 September 2013), saya jadi sering mendengar teman-teman ketika melihat handphone saya sembari berkata “oh, ini ya yang OPPO itu, bagus nggak?”. Of course, dengan bangga saya menyatakan bahwa OPPO IS MY BEST FRIEND!
  • Kadang saya sepertinya malah menjadi Independent Sales Promotion karena sering kali orang-orang bertanya bagaimana kecanggihan OPPO ini. Saya berusaha menjawab sepengetahuan saya. Namun di sisi lain SAYA BANGGA, sudah menjadi user produk canggih ini sementara yang lain masih minim informasi. Yah, setidaknya saya punya kesempatan untuk memberikan informasi dan mempersuasi mereka untuk menggunakan OPPO juga! Siapa tahu dengan pengalaman seperti itu, saya bisa menjadi Head Marketing OPPO Smartphone Pekanbaru. Hihi…
  • Nah, menggunakan OPPO FInd Muse saja saya sudah seneng, APALAGI OPPO N1 YANG TEKNOLOGINYA JAUUUUH DI ATAS MUSE. Pasti ada rasa kepuasan tersendiri bagi saya menggunakan N1 yang sangat canggih dan gahar ini.
  • N1 memiliki teknologi yang memang saya butuhkan dari sebuah smartphone yakni fasilitas O-click. Saya punya sifat pelupa akut. Dengan adanya O-click bila mana saya lupa menaruh gadget canggih ini, saya tinggal gunakan O-click saja. Nggak pakai cara zaman purba dulu yang musti misscall. Tapi mudah-mudahan nggak pernah kelupaan deh. N1 bakalan saya jaga sebaik mungkin! 
  • Saya juga senang banget mengabadikan sebuah momen. Kemana pergi nggak komplit rasanya kalau nggak bawa kamera (karena nggak punya kamera, jadi yang saya gunakan kamera handphone). Nah, dengan fasilitas rotation camera 13MP N1 yang keceh banget, pastinya momen berharga akan terasa lebih berharga lagi bila diabadikan dengan N1. Apalagi ketika foto bareng keluarga dan teman-teman, saya nggak musti takut kalau dapat giliran jadi tukang foto dan takut nggak masuk kamera karena ada O-Click.
  • Oke, ini bagian yang paling penting untuk panitia. Saya menulis bagian ini pukul empat lewat dua menit, sore. Dan hingga detik ini pula saya belum tidur dari semalem hanya untuk menyelesaikan tulisan ini. Boleh percaya boleh enggak. I am GLAD dan SANGAT PUAS if I could finished this artikel sebaik dan semampu saya. Inilah yang bisa saya lakukan saking inginnya saya mendapatkan OPPO N1 yang disediakan OPPO Indonesia 🙂
  • BUT, I know this is competition, ada yang menang dan ada yang BELUM MENANG. Jika memang masih banyak teman-teman blogger yang artikelnya lebih bagus dan mereka menang, itu adalah buah dari hasil kerja keras mereka. If I am lost, I still happy karena setidaknya tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan dan saya senang jika ada yang mengetahui bahwa SAYA BANGGA MENGGUNAKAN OPPO SMARTPHONE
  • Dengan kemampuan saya yang belum seberapa, saya mencoba membuat sebuah video. Videonya ada di bagian bawah tulisan ini. Semoga panitia suka ya . Ketika kata-kata tak dapat meyakini, semoga video ini mewakili keinginan dan kesungguhan hati.

IMG_20131025_bb163106

MYBLOG

Demikian gambaran saya tentang OPPO N1. Semoga artikel ini berbuah ilmu bagi sobat semua dan berbuah N1 bagi saya. Saya tunggu komentar berupa kritik dan sarannya ya. Jangan lupa kunjungi website OPPO di sini, like fanpage facebooknya (Indonesia) di sini. Kamu juga bisa gabung di OPPO Indonesia Fans Community untuk share dengan sesama pengguna OPPO Smartphone di sini dan yang terakhir, jangan lupa follow akun twitternya @OPPOIndonesia. Follow saya juga boleh bangeeet. .

Artikel ini saya tulis dalam rangka kontes blog dari OPPO Indonesia yang diadakan untuk memperkenalkan smartphone flagship terbaru dari OPPO, yaitu OPPO N1. Mau ikutan? Klik banner di bawah ini aja, sob! Oya, sebelum menulis dan posting artikel, ada baiknya baca rules dulu ya. Sekian dan Xièxie…

Aku & OPPO N1
Onion36

Awas Tukang Nyontek

image

“Tukang Nyontek”, sebuah predikat yang dari dulu bikin saya annoyed. Yah, nggak bisa ditepis memang, jarang banget orang-orang yang nggak pernah nyontek seumur hidupnya. Atau malah memang nggak ada orang yang nggak pernah nyontek?
Well, dalam batas tertentu saya pribadi sebenarnya cukup welcome dengan aktivitas contek-menyontek,. Saya juga pernah nyontek atau kasih contekan ke teman-teman. Tapi ada hal-hal tertentu dimana saya permisif dengan contek-menyontek. Misalnya, saat sekolah atau kuliah, saya kasih contekan ke teman-teman yang emang sudah dekat banget alias teman satu geng, ke mana-mana emang sama mereka, susah senang bareng mereka. Atau situasi di mana test tersebut mengandalkan kemampuan, kreativitas, maupun imajinasi masing-masing. Jadi saya cukup memberikan deskripsi ringkas jawaban tersebut dan silahkan kembangkan sendiri.
Rasanya memang sudah lama nggak mengalami peristiwa ini, hingga Sabtu pagi 26 Oktober, peristiwa nyontek terulang kembali! Ceritanya begini sodara-sodara.
Saya sedang mengikuti tes psikologi calon pegawai di salah satu bank BUMN di Pekanbaru. Ini adalah seleksi tahap ketiga dimana dari 302 orang hanya 60 orang yang lulus dan salah duanya adalah saya dan si tukang nyontek. Ntah kenapa pagi itu saya bertemu di parkiran hotel dan barengan ke ruangan di mana tes tersebut dilaksanakan.
Setelah bercerita cukup lama, dia sempat mengatakan bahwa beruntung banget bisa lulus hingga ketahap ini padahal saat tes sebelumnya dia kebanyakan nyontek sama teman sebelah.
What the hell, hari gini, segede gini, masih nyontek? Pas proses seleksi kerja pula!? Perasaan saya sudah mulai nggak enak mendengar ucapan dia yang blakblakan. Karena penasaran, saya pun bertanya, apakah teman yang nyontekin dia lulus juga. Setelah mengitari pandangan seantero ruangan, dia bilang, “sepertinya enggak”.
WHAAAAT? Kasihan banget yang dicontekin nggak lulus sedangkan yang nyontek malah lulus. Lagian kemarin itu apa enggak dilihatin sama pengawas kalau ada yang sedang nyontek? Dan saya kasihan sama yang nyontekin si tukang nyontek. Bagaimana ya perasaan dia kalau tahu orang yang dia contekin malah lulus 😦
Nah, balik lagi ke tes psikologi tadi. Selang beberapa menit tes pun dimulai. Sialnya saya lupa membawa kotak pensil padahal benda itu adalah senjata saya untuk mengikuti tes. Akhirnya dia meminjamkan saya pena untuk mengisi biodata dan saya meminjam pensil ke orang belakang saya. Ah, syukurlah..
Yang namanya tea psikologi pasti sudah tahu kan. Tes pertama disuruh menggambar orang. Nah, saat tes ini yang notabenenya mengandalkan imajinasi masing-masing, dia malah melihat kertas gambar saya. “Oke, ini yang pertama”, gumam saya di dalam hati.
Selanjutnya para peserta tes disuruh menggambar lagi tapi dengan sistem yang berbeda. You know lah, kita disuruh menyambung gambar yang sudah ada. Ini pun dia masih nyontek nggak hanya ke saya tapi juga ke orang belakang. Bahkan, dia nekat pinjam kertas jawaban si orang belakang! What? Kita sedang bertarung untuk masa depan, eh, dia masih saja menggantungkan dirinya untuk nyontek. Awalnya si orang belakang ngasih aja. Tapi untuk yang kedua kali, TIDAK. Si tukang nyontek ini sendiri nggak sempat pinjam kertas saya. Mungkin melihat saya juga sedang kesusahan untuk menggambar ini.
Lanjut ke tahap tes selanjutnya dan bertahap-tahap membuat kesel saya diubun-ubun! Model tesnya menjawab soal a, b, c, atau d yang tentunya mutlak benar dan mutlah salah. Dan pada tahap ini yang membuat saya sangat kesel kepadanya. Dia berkali-kali nyontek saya tanpa ada rasa malu atau bersalah sedikit pun! Ya, Tuhan, kenapa saya harus ketemu dia sih? Kenapa juga musti sebanggu sama dia!?
Untungnya pengawas melihat gerak-geriknya dan dia malah menjadi sasaran penglihatan pengawas. Bahkan ketika jawaban dikumpulkan, pengawas langsung mengambil kertas jawaban si tukang nyontek, sedangkan kami semua meletakkannya ke depan sendiri-sendiri.
image
Huh, sebenarnya saya mau memberi pengertian ke dia tapi tidak tau bagaimana caranya. Saya pun nggak enak hati gara-gara di awal dia meminjamkan saya pena. Tapi, saya benar-benar takut (mungkin lebih tepatnya nggak rela) hal yang sama terulang kembali. Seperti yang saya ceritakan di atas, orang yang dia contekin saja nggak lulus, sedangkan dia lulus. Nah, bagaimana dengan saya nanti? Saya sudah capek mikir tujuh keliling, ngitung sana-sini, dan mendapatkan jawabannya, eh dia malah enak tinggal coret a, b, c, atau d. Benar-benar culas banget dia, benar-benar nggak adil. Cantik-cantik tapi suka nyontek. Demiii Tuhaaaaaan!!!
Ada dua tahapan tes yang dia nggak bisa nyontek yaitu tes koran yang mengandalkan kecepatan otak dan tangan, dan menjawab soal-soal yang berhubungan dengan sikap atau pandangan pribadi terhadap suatu hal. Saya berkata di dalam hati, kalau sempat dia masih nyontek, dia benar-benar nggak punya otak dan nggak punya kepribadian!
Huh, di penghujung tes yang memakan waktu tujuh jam itu, saya masih kesel dan masih nggak habis pikir dengan si tukang nyontek ini. Kenapa saya harus ketemu orang seperti ini. Sebenarny, dari segi friendship dia sih oke, cepat akrab dengan orang yang baru (saking akrabnya langsung nyontek). Tapi ya itu tadi, sifat suka nyonteknya itu enggak banget.
Kalau situasinya masih di kuliahan mungkin masih sah-sah saja untuk nyontek. Lagian dosen pasti tahu kemampuan para mahasiswanya. Lha kalau ini? Mungkin orang-orang psikologi tahu bagaimana kepribadian kami nantinya setelah memeriksa tes tersebut. Tapi, sekali lagi, kenapa masih ada orang yang dalam tahap berjuang untuk kehidupan dia ke depan masih bisa-bisanya nyontek ke orang lain tanpa rasa bersalah!!?
Menurut saya kami yang diruangan itu semuanya sudah sama-sama dewasa, bisa berpikiran dewasa, bukan para ababil lagi. Bisa siap dengan segala tantangan hidup dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan masing-masing.
Yah, kita lihat saja nanti. Apakah saya lulus? Apakah dia lulus? Saya sudah membuat asumsi seperti ini (antara saya dan dia):
1. Jika saya lulus dan si tukang nyontek lulus, saya rasa dengan usaha yang saya lakukan, saya pantas mendapatkannya dan dia? yah, selamat deh.
2. Jika saya lulus dan dia tidak lulus, saya rasa itu cukup adil bagi saya dan mungkin ketidaklulusan untuk dia adalah hal yang sangat sangat wajar.
3. Jika saya tidak lulus dan dia lulus, berarti dia termasuk orang-yang sangat-sangat beruntung. Dan saya? Saya bisa belajar dari semua hal yang saya dapat hari itu.
Ah, si tukang nyontek itu! Umurnya padahal dua tahun di atas saya. Seharusnya saya memanggil kakak kepadanya. Tapi gegara sifat dia itu, saya jadi nausea dan hilang rasa hormat. Mudah-mudahan dia bisa makan makanan yang tidak hanya berfungsi untuk menutrisi kecantikannya tapi juga menutrisi otaknya. Amin.[]

©dilanovia 27102013 15:46

Sebuah Pengorbanan (Inspired by More Than Blue Movie)

More Than Blue a.k.a Seulpeumboda Deo Seulpeun Iyagi a.k.a A Story Sadder Than Sadness, film yang bikin mengaduk-aduk perasaan. Awalnya sempet underistimate dengan film korea yang satu ini karena sejujurnya saya kurang suka dengan hal-hal berbau korea. Tapi setelah “dipaksa” nonton oleh seorang teman, saya mengerti mengapa dia begitu kekeh nyuruh saya nonton film ini. Ya, film ini berhasil membuat saya menangis.
Film More Than Blue memang sudah agak jadul (rilis 2009). Saya juga termasuk orang yang ketinggalan banget baru nonton. But never mind, yang pasti dari film ini saya jadi tahu bagaimana mencintai seseorang dengan tulus, berkorban demi kebahagiaan seseorang yang kita cintai a.k.a korban perasaan (sound stupid memang), dan mencintai seseorang dalam diam meski sebenarnya mulut ini ingin menjerit untuk mengatakan 😦
Well, saya tidak akan menceritakan lebih banyak lagi tentang film ini karena sudah banyak yang memberikan reviewnya. Kali ini saya hanya ingin berbagi lirik soundtrack film ini, No One Else yang dibawakan oleh Le Seung Chul. Lagunya juga bikin sedih 😦 :((

No One Else (Korean)

Cheonbeonigo dasi taeeonandedo
geureon saram tto eobseultejyo
seulpeun nae sarmeul ttatteutage haejul
cham gomaun saramimnida
geureon geudaereul wihaeseo naui simjangjjeumiya
eolmadeun apado joheunde
sarangiran geu mareun motaedo meongoseseo ireoke
baraman boado modeungeol julsu isseoseo
saranghalsu isseoseo
nan seulpeodo haengbokhamnida
na taeeona cheoeum gaseum tteollineun
ireon sarang tto eobseultejyo
mollae gamchwodun oraen gieoksoge dan hanaui sarangimnida
geureon geudaereul wihaeseo apeun nunmuljjeumiya
eolmadeun chameulsu inneunde
sarangiran geu mareun motaedo meongoseseo ireoke
baraman boado modeungeol julsu isseoseo
saranghalsu isseoseo
nan seulpeodo haengbokhamnida amugeotdo baraji anhado
geudae useojundamyeon nan haengbokhaltende
sarangeun juneungeonikka geujeo juneungeonikka
nan seulpeodo haengbokhamnida
***

No One Else (English)

Even if i’m reborn a thousand more times
There wouldn’t be another person like you..
The person who would warm up my sad life
I’m grateful for that person
for that person, my heart could hurt indefinitely
even if I can’t tell that I love you, the fact that I’m able to look at you from a distance,
give you everything and love you even if i’m sad, i’m happy
there is no other love in the world
that would make my chest shake with anticipation like this
my one love that I’ve hidden so far within my memories
for a person like you, I could endure painful tears indefinitely
even if I can’t tell that i love you, the fact that I’m able to look at you from a distance,
give you everything and love you
even if i’m sad, i’m happy
I don’t want anything else except your laughter
with it, I’ll be happy
because love is all about giving, just about giving
so even if i’m sad, i’m happy
***

Tak Ada yang Lain (Indonesia)

Bahkan jika aku terlahir kembali seribu kali
Tidak akan ada orang lain sepertimu ..
Orang yang akan menghangatkan kehidupan yang menyedihkan ini
Aku bersyukur untuk orang tersebut
Untuk orang itu, hatiku bisa tersakiti tanpa batas
Bahkan jika aku tak bisa mengatakan bahwa aku mencintaimu, fakta bahwa aku bisa melihatmu dari kejauhan, memberikanmu segalanya dan mencintaimu…
Bahkan jika aku sedih, aku bahagia
Tidak ada cinta lain di dunia yang akan membuat dadaku berdegub seperti ini
Satu cintaku telah kusembunyikan sedalam kenanganku
Untuk orang sepertimu, kubisa menahan air mata menyakitkan ini tanpa batas
Bahkan jika aku tak bisa mengatakan bahwa kumencintaimu, fakta bahwa aku bisa melihatmu dari kejauhan, memberikanmu segalanya, dan mencintaimu…
Bahkan jika aku sedih, aku bahagia
Aku tidak menginginkan apa pun kecuali tawamu
Dengan itu, aku akan senang
karena cinta adalah tentang memberi, hanya tentang memberikan
Bahkan jika aku sedih, aku bahagia
***

Huh, bener-bener mengaduk emosi. Saya sebagai penonton berpikir, bodoh banget ada makhluk-makhluk di dunia ini yang benar-benar memendam perasaan demi suatu alasan. Tapi, yah, namanya juga film. Yang pasti, the one thing that I must remember adalah “pentingnya pengorbanan”. Pengorbanan bukan masalah gender. Enggak peduli  wanita atau pria, pengorbanan untuk orang yang kita sayang tidak akan terasa melelahkan apalagi pamrih 🙂 Pengorbanan demi orang yang kita sayangi bukan tentang uang di dompet, bensin di mobil, pulsa di handphone, atau bill ketika makan di restoran. Pengorbanan sejati adalah tentang hati yang tulus memberi dan mencintai 🙂

“even if i’m sad, i’m happy

image

©dilanovia 18:47 22102013

Aku, Kau, Mereka, Kita, Beruntung di Jalan Masing-Masing

image

Siang tadi saya mengikuti tes potensi calon pegawai di salah satu bank BUMN di Pekanbaru. Peserta yang mengikuti tes ini (yang lulus tahap pertama/administrasi) berjumlah sekira 305 orang. Posisi yang saya lamar sebagai teller. Tapi jangan dikira saya paham bagaimana menjadi seorang teller atau masalah perbankan lainnya. Sama sekali tidak paham, ntah itu istilah atau apalah namanya.
Awalnya, melamar di bank ini hanya bermodal nekad (walau tidak nekad-nekad amat) karena kontras sekali dengan bidang yang saya geluti selama di bangku kuliah. Saya lebih banyak berkutat di bidang media massa, tulis-menulis, pokoknya segala hal yang berhubungan dengan dunia jurnalisme. Namun, pikiran ini “mengompori” keyakinan hati. “Banyak kok yang bukan lulusan Akuntansi atau Manajemen bekerja di bank. Kalau mereka bisa, pasti kamu juga bisa”. Yah, begitulah kira-kira.
Saya kembali merenungi hal itu. Memang benar, banyak yang bukan jebolan sekolah-sekolah perbankan bisa bekerja di bank. Begitu juga, banyak yang bukan lulusan Ilmu Komunikasi, juga bisa bekerja di media sebagai wartawan dan sebagainya. Yah, semua itu kembali lagi pada soft skill yang kita miliki.
Dalam perjalanan pulang, saya bertanya-tanya dalam hati, siapa yang akan lulus dan mengikuti tes selanjutnya? Dari 305 orang yang lulus seleksi administrasi, berapa orangkah yang harus didepak? Apakah yang didepak itu termasuk saya? Atau malah saya termasuk yang lulus? 🙂 Yah, rentetan pertanyaan itu bertubi-tubi menyerang pikiran ini.
Ada sebuah kekhawatiran memang di hati ini. Sama seperti beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah mengikuti tes masuk calon pegawai salah satu lembaga negara (yang pasti bukan PNS), namun saya gagal. Ada rasa sakit di hati ini karena apa yang saya dambakan tidak tercapai. Lebih sakit lagi ketika belum bisa membuat orang tua saya merasa berada “di posisi aman” karena anaknya ini belum bekerja (tetap).
Namun, dalam perjalanan pulang itu, ada hal lain yang kembali menguatkan saya, yakni masalah “keberuntungan”. Mungkin kita pernah berpikir, beruntung sekali mereka yang lulus dan diterima di perusahaan A, B, C, D sementara kita yang mengikuti tes yang sama, tidak lulus. Hei, ingatlah. Kita juga pernah mengalami hal serupa seperti mereka. Ingatlah ketika masuk perguruan tinggi dulu. Kita bisa mengalahkan puluhan ribu “pesaing” kita. Kita bisa lulus di universitas nomor satu yang kita dambakan. Sementara yang lain harus puas masuk universitas “nomor dua”, universitas swasta, bahkan tidak bisa melanjutkan kuliah!
Hei, ingat, kita ini beruntung. Namun, untuk sekarang, untuk level kehidupan yang lebih berat ini, keberuntungan itu mungkin tidak kita dapat SEKARANG. Tapi, ia sedang menanti kita di waktu yang tepat. Tuhan sedang membimbing kita ke jalan keberuntungan yang lebih indah lagi. Berjuanglah, optimislah!
Yah, pikiran-pikiran semacam itu yang acap kali membuat saya bangkit dan yakin, SAYA-ADALAH-MANUSIA-YANG-BERUNTUNG. SAYA-ADALAH-MANUSIA-YANG-DIKARUNIAI-TUHAN-DENGAN-PENUH-KEBERUNTUNGAN. Ya, saya, kamu, mereka, kita semua adalah manusia yang beruntung. Namun, keberuntungan kita berada di jalan masing-masing dan tentu tak sama. Mungkin ketika kita mengikuti tes masuk perusahaan A tidak lulus, YAKINLAH ada sebuah kursi kosong di perusahaan B yang sedang menanti untuk kita duduki, atau YAKINLAH rezeki kita ada di tempat lain yang tidak terduga sebelumnya. Rezeki dan keberuntungan dari Tuhan takkan tertukar! Well, my conclusion adalah keberuntungan itu tergantung bagaimana kita memaknainya.[]

“Aku pasti bisa menikmati semua dan menghadapinya. Aku yakin pasti bisa” -Citra Scholastika

©dilanovia 19:15 18102013

Just A Few Lyrics that Reminds Me of ….

image

They said, “I bet they’ll never make it”
But just look at us holding on
We’re still together still going strong
(You’re still the one)
You’re still the one I run to
The one that I belong to
You’re still the one I want for life
(You’re still the one)
You’re still the one that I love
The only one I dream of
You’re still the one I kiss good
Shania Twain – You’re still the one

↓ ↓ ↓

Seems like there’s always someone who disapproves
They’ll judge it like they know about me and you
And the verdict comes from those with nothing else to do
The jury’s out, but my choice is you

Don’t you worry your pretty little mind
People throw rocks at things that shine
And life makes love look hard
The stakes are high, the water’s rough
But this love is ours
Taylor Swift – Ours

↓ ↓ ↓

Cinta tak mungkin berhenti secepat saat aku jatuh hati
Jatuhkan hatiku kepadamu sehingga hidupku pun berarti
Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci
Walau kini aku harus pergi tuk sembuhkan hati
Tangga – Cinta Tak Mungkin Berhenti

↓ ↓ ↓

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Geisha – Lumpuhkanlah Ingatanku

↓ ↓ ↓

Just give me a reason
Just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again

P!nk – Just Give Me A Reason

↓ ↓ ↓

….
….
….
Dan aku memilih setia

Fatin S. Lubis – Aku Memilih Setia

©dilanovia 12102013

An Addiction

Tak seutuhnya kata “suka” hadir dalam setiap hubungan. Jangan berharap jika nuansa “bahagia” selalu membumbui setiap hubungan. Ada kalanya duka menyelimutinya. Dan ntah dengan cara apa, semua itu bisa teratasi. Namun, ntah dengan cara apa pula semua itu harus berakhir.
Kadang kita selalu mempertahankan hubungan yang tak jarang malah menyakiti diri sendiri. Ntah karena sayang dengan pasangan atau berpikiran positif bahwa, “besok atau lusa semua akan membaik”, “ini adalah ujian dalam hubungan, nanti pasti akan teratasi”, dan segala pikiran serta harapan lainnya.
Just like any other addiction you love something that is hurting you. You know what they said “You love something too much guaranteed it will kill you”. Tapi kebanyakan orang masih saja tetap bertahan. Bertahan? Sampai kapan?  Ntahlah.[]

**When my tears stream down both of my cheeks, then I want to let you go, but I can’t. I love you so much it hurts…

©dilanovia 11:34 10102013

Previous Older Entries