Peran Strategis Pemuka Agama Bagi Penyintas Bencana

 

20140308-132351_75

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana alam yang sangat tinggi. Hal tersebut disebabkan karena secara oseanografis, geologis, maupun geografis menempatkan Indonesia berada pada wilayah interaksi antara atmosfer, geosfer, hidrosfer, dan biosfer yang kompleks dan intensif. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya curah hujan yang tinggi, cuaca ekstrim, banjir, longsor, gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung api.

Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa hingga Agustus 2016, jumlah kejadian bencana di Indonesia yang tercatat adalah sebanyak 1.512 kejadian. Korban meninggal dan hilang sebanyak 322 jiwa. Korban menderita dan mengungsi sebanyak 2.086.769 jiwa. Sementara itu, kerusakan permukiman sebanyak 21.537 unit.

Berbagai bencana alam tersebut telah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit. Salah satunya adalah kerugian immaterial seperti dampak psikologis. Rasa ketakutan, stres, dan depresi akibat kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, bahkan pekerjaan merupakan kondisi yang sering dirasakan para penyintas bencana. Hal tersebut diperparah dengan perasaan ketidakpastian terhadap bencana susulan yang mungkin terjadi. Apalagi jika sebelumnya masyarakat setempat tidak memiliki pengalaman menghadapi bencana.

Meskipun secara kasat mata kerugian ini tidak tampak layaknya kerugian material, hal ini tentu tidak dapat diabaikan begitu saja. Penyintas bencana, baik secara mandiri maupun melalui bantuan berbagai pihak, perlu memulihkan kembali kondisi psikologis mereka agar mampu bangkit dan melanjutkan kehidupan yang normal dan layak.

Bencana dari Sudut Pandang Agama

Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam agama. Masing-masing agama pun tidak luput membahas fenomena bencana. Di dalam Islam, beberapa ayat di Al Quran telah menceritakan tentang bencana alam sebagai akibat dari perbuatan manusia atau ujian untuk umat manusia itu sendiri (QS. Ar Rum [30]: 41). Peristiwa tersebut seperti gunung yang luluh lantak dan menjadi abu yang beterbangan (QS. Al- Waqi’ah [56]: 5-6).  Hujan yang dapat berubah menjadi banjir bandang yang memusnahkan (QS. Al-Baqarah [2]: 59). Angin dan petir yang bergemuruh (QS. Fushshilat [41]: 16-17). Begitu pula dengan meluapnya air laut yang meluluhlantakan umat manusia (QS. At-Takwir [81]: 6).

Alkitab yang merupakan kitab suci umat Kristiani menceritakan beberapa kejadian yang digambarkan sebagai bencana, seperti yang tertulis pada Matius 24:3-8, Wahyu 6:13-14, dan Wahyu 16:18-21. Alkitab juga menggambarkan terjadinya peristiwa gempa bumi seperti yang tertulis pada Amos 9:5, Mazmur 46:18-7, dan Habbakuk 3:6. More

Advertisements

Pengalaman Tes Toefl dan TPA di Universitas Pertahanan (Unhan) 2014

cover soal TPA Unhan

Pas udah selesai tes, menyempatkan foto ini dulu untuk kelengkapan tulisan di blog 😀

Universitas Pertahanan (Unhan) adalah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi dibidang pertahanan dan bela negara, serta pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Perpres Nomor 5 Tahun 2011). Unhan atau Indonesia Defense University (IDU) ditetapkan melalui Surat Mendiknas Nomor 29/MPN/OT/2009 tanggal 6 Maret 2009 perihal Pendirian Unhan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 maret 2009 di Istana Negara.

Unhan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang unik karena mengkhususkan diri pada studi pertahanan setingkat S 2. Universitas ini adalah lembaga pendidikan tinggi terbuka yang memberi kesempatan bagi para perwira TNI maupun sipil untuk belajar dan memperdalam Ilmu Pertahanan dari sudut pandang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum dan Pegawai Negeri (TNI/Polri/Sipil) untuk mengikuti program beasiswa Magister Ilmu Pertahanan (Strata-2) dengan gelar Magister Sain Bidang Pertahanan / M.Si(Han). Jurusan yang dibuka di tahun ini antara lain: Prodi Manajemen Pertahanan (MP); Prodi Manajemen Bencana (MB); Prodi Ekonomi Pertahanan (EP); Prodi Damai dan Resolusi Konflik (DRK); Prodi Ketahanan Energi (KE); Prodi Peperangan Asimetris (PA); Prodi Keamanan Maritim (KM); dan Prodi Diplomasi Pertahanan (DP).

Nah, setelah lulus di tahap administrasi di mana salah satu syaratnya adalah menulis esai (contoh esainya bisa dilihat di sini) berdasarkan jurusan yang ingin didaftar, beberapa minggu yang lalu saya mengikuti tahap kedua yaitu tes toefl dan TPA. Toefl saya laksanakan pada tanggal 7 Mei 2014 yang bertempat di pusat pelatihan bahasa UI Salemba-Jakarta. Jumlah soal toefl saat itu sebanyak 140 dengan waktu kurang lebih 120 menit. Untuk tes yang satu ini More

Esai Beasiswa UNHAN: Disaster Management for National Defence

By: Novia Faradila, 2014

Flash floods, earthquakes, volcanic eruptions, landslides, smog, and other disasters occur in various regions in Indonesia in recent months. People not only sustain material loss, but also suffer prolonged trauma and the loss of hundreds of lives of the people of Indonesia affected by the disaster. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Agency) in its report informs, from January to February 2014 alone there were 424 occurrences of disasters in various regions in Indonesia. Victims lost and died more than 254 people, as many as 1,447 people injured, and 1,587,219 people suffer and displaced, not to mention the damage as much as 27,790 residential units. Until recently, disasters hit Indonesia very often.

Indonesia geographically is an archipelago that lies at the confluence of three major tectonic plates of the world: the Eurasian Plate, Indo-Australian Plate, and the Pacific Plate. In the southern and eastern parts of Indonesia, lies a volcanic belt that extends from the island of Sumatra-Java-Nusa Tenggara-Sulawesi, that side of the mountains and the old volcanic plains are mostly dominated by swamps. The condition and potential hazard such as volcanic eruptions, earthquakes, tsunamis, floods and landslides. The data shows that Indonesia is one country that has a high level of seismicity in the world, more than 10 times the level of seismicity in the United States.

Disaster management is an important factor in the planning and arrangements to prepare before disaster happens and resolve the aftermath. Disaster management is a dynamic process, which was developed from the classical management functions include planning, organizing, sharing of tasks, control, and surveillance. The process also involves a wide range of organizations that must work together to strengthen the prevention, mitigation, preparedness, emergency response, and disaster recovery. Lack of knowledge about disaster management gives a lot of learning in identifying potential disaster in the environment.

Disaster management course is a way to explore the science of disaster management. The presence of these disciplines gives color to the world of education, that education is not just all about addition, subtraction, multiplication, or division, but also knowledge about the environment and disaster is very beneficial to the welfare and safety of people in a region.

Particularly in Indonesia, disaster management is very necessary to develop because as mentioned earlier, Indonesia is a disaster-prone country. It required knowledge and qualified human resources in managing the disaster. Disaster becomes a serious nuisance to the people of Indonesia, causing extensive losses whether in terms of material, economic, or environmental and often exceed the community’s ability to cope. Thus, the deeper understanding of the disaster, the more you will be able to respond better. Alert and response based on the recognition and understanding of what will happen could be able to minimize the risk of disasters that hit Indonesia.

This country has a lot of cultural diversity in him it. There are hundreds of ethnicity, language, region, and also a wide range of traditional customs spread over thousands of islands. Very regrettable if the wealth of Indonesia destroyed just because people are not able to be independent in the face of disaster that can befall on them at any time. This is where the role of the scholars in the field of disaster management is needed by the community. They spearhead communities to manage disaster at every phase, both an early phase response, recovery and rehabilitation, as well as in community preparedness phase. They also became the “right hand” of society and become “healers” to people who are being affected.

In terms of the job market, graduates of disaster management certainly has a great job market in government and private institutions are directly or indirectly related to disaster management. However, more than that disaster management is a study not only “stand” as a science. Disaster management is a discipline that “noble” in the humanitarian field. This program is able to educate the nation’s people what to do, including disaster management capabilities in the areas of communication, coordination, and advocacy of human resources and other resources in an effective, efficient, and humane nation for the sake of durability.

Disaster management is needed by the Indonesian people and even nations around the world. Having knowledge about disaster management make the Indonesian people, especially, to be a nation that is strong and tough to survive in the face of disaster, now and later.[]

Esai ini saya tulis sebagai syarat pendaftaran di Universitas Pertahanan Indonesia. Alhamdulillah saya telah melewati tahap verifikasi administrasi. Hehe.. Well, semoga esai ini bermanfaat dan menginspirasi! 

Verifikasi Administrasi UNHAN

All About AcEPT dan PAPs UGM 2014: Pengalaman dan Contoh Soal Tes AcEPT UGM

buku-buku acept ugm yang cukup membantu saya dalam belajar

Buku-buku AcEPT UGMyang cukup membantu saya dalam belajar. Bagi kamu yang ingin mendapatkannya, kamu bisa mengikuti les AcEPT yang diselenggarakan oleh PPB UGM. Informasi lengkap kunjungi halaman ini

PERHATIAN. Sebelum Saudara/i kirim email untuk bertanya kepada saya, mohon dibaca seutuhnya penjelasan saya pada tulisan ini. Saya TIDAK punya soft file dari buku di atas. Buku itu saya PINJAM dari teman yang pernah mengikuti les AcEPT. Saya hanya memiliki contoh soal AcEPT yang saya dapat di internet di mana Saudara/i pasti juga bisa menemukannya. Terima kasih. (Update 13 November 2014)

Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, untuk melanjutkan studi magister atau doctor di UGM, calon mahasiswa harus mengikuti tes terlebih dahulu baru bisa mendaftarkan diri. Tes masuk S2 atau S3 UGM terdiri dari dua macam yaitu AcEPT dan PaPS.

Terlebih dahulu, saya akan membahas mengenai tes AcEPT. AcEPT merupakan kepanjangan dari  Academic English Proficiency Test yang dilangsungkan di PPB UGM. Untungnya, ada salah seorang senior saya yang sekarang sudah kuliah di UGM, dulunya pernah mengikuti les AcEPT ini. Sehingga dia meminjamkan saya buku-buku AcEPT di atas. Bagi kamu yang ingin mendapatkan buku ini, kamu bisa mengikuti les AcEPT selama satu bulan yang resmi diadakan oleh PPB UGM. Informasi selengkapnya bisa dilihat disini.

By the way, Tes ini hampir sama dengan toefl namun ada beberapa perbedaan. Varian tesnya terdiri dari:

Listening (20 soal), Vocabulary (30 soal), Grammar and Structure (40 soal), Reading Comprehension (40 soal,) dan Composing Skills (40 soal)

Nah, kali ini saya akan berbagi pengalaman mengikuti tes AcEPT dan beberapa contoh soal yang saya ingat. Hehe… Sejauh ini saya telah mengikuti AcEPT sebanyak dua kali. Tahun ini UGM mensyarakatkan peserta AcEPT harus mendapatkan skor minimal 450. Sayangnya, pada tes pertama saya hanya mendapatkan skor 440, kurang 10 poin lagi sodara-sodaraaa….

Well, saya akan membahas satu-persatu dari jenis soal AcEPT ini.

Pertama, Listening yang terdiri dari 20 soal. Listening AcEPT lebih ringkas. Instruksi soalnya tidak terlalu panjang. Sebenernya sih menurut saya listeningnya sederhana. Vocabulary-nya tidak terlalu susah, dan speakernya juga bagus. Jadi jangan khawatir dengan listening. Latihan saja pakai soal listening toefl pada umumnya, dengarkan lagu bahasa inggris, atau nonton film tanpa menggunakan subtitle-nya. Ada dua soal listening yang pernah saya dapatkan selama saya mengikuti AcEPT UGM.

Soal 1: JET LAG

One of the first adjustments you will have to face after your arrival in the United States is “jet lag.” Jet Lag is the physical shock of having to adjust to a new time zone. It is caused by the long airplane flight. After several days (perhaps as long as a week) of disorientation and sleepiness, you will begin to function normally. It takes about one day to adjust for each hour difference in time. Most U.S. training locations are about 9-12 hours different in time. So, do not be surprised if you feel a bit disoriented or unusually tired for a week or more. It is important to report for the training on the specified date, which is usually several days prior to when your instruction will actually begin. This will allow you to adjust and recover from jet lag before the course formally begins.

Soal 2: CULTURE SHOCK

 Listen to this lecture on “culture shock”, given by a university professor. Well, let’s start by a brief definition of “culture shock”. We can define as the physical and emotional discomfort one suffers when coming to live in another country or a place different from the place of origin .This term expresses the lack of direction , the feeling of not knowing what to do or how to do things in a new environment, and not knowing what is appropriate or inappropriate. Living in a new country can be hard, but sometimes you just have to adjust to difficult situations. Generally speaking, we could say that there are four stages to culture shock. First of all, “discovery stage”.

Uh, to the visitor, everything seems new and unusual –the food, the surroundings, the buildings. And it produces a feeling of excitement to be in the new environment – a desire to look around, to experiment, and to explore the new culture. In this stage, the individual feels involved in some kind of fantastic adventure.

Kedua, Vocabulary yang terdiri dari 30 soal. Bagian kedua dari tes AcEPT adalah vocabulary yang menguji pengetahuan peserta tes tentang kosakata bahasa inggris yang sering muncul dalam teks-teks akademik, misalnya More