Jualan Kok Gitu!?

Jualan secara daring alias online memang lebih menyenangkan. Si penjual tidak harus menyewa tempat dengan harga tinggi sehingga lebih menghemat biaya. Modal yang diperlukan hanyalah jaringan internet, komputer atau smartphone, dan yang pastinya musti rajian take and upload produk-produk yang ditawarkan.
Nah, masalahnya yakni ada beberapa seller yang (maaf) malas mengambil foto produknya sendiri sehingga lebih memilih mengambil foto yang sama dari online shop lain. Padahal seller yang mengupload produknya sendiri ini harus menyisihkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk memproses foto-foto tersebut hingga siap upload. Tetapi tiba-tiba ada seller yang tidak bertanggung jawab malah mencuri foto-foto tersebut.
Saya memang bukan pemilik online shop yang fotonya dicuri oleh online shop lain. Tetapi, saya kesal dengan beberapa online shop yang mengambil dan mengupload foto saya untuk jualan mereka, tanpa izin.

image

image

Awalnya saya tahu dari salah seorang teman yang mengirimkan foto melalui Line. “Ini kaya kak Dila, deh”. Kalau tidak salah seperti itu bunyi pesannya. Dan benar saja, saat saya buka saya kaget kenapa foto saya ada di iklan online shop. Akhirnya saya cari akun online shop tersebut, dan yah.. foto saya masih terpampang di sana.
Then, malam ini saya juga dibuat kaget lantaran nemu online shop yang juga memajang foto saya di “etalase” mereka. Awalnya saya hanya iseng mencari hashtag #nofuted di Instagram. FYI, #nofuted adalah kata yang terdapat di kaos-kaos/tumblr tee. Well, saat scroll and scroll, saya kaget foto saya lagi-lagi diambil oleh online shop yang tidak bertanggung jawab.

image

Hiks.. walaupun hanya dijadikan contoh pemakaian bajunya gimana, tapi saya pribadi tidak nyaman foto saya diambil tanpa izin. Wong, apa salahnya si online shop tersebut DM atau apalah untuk meminta izin kalau mereka mau ambil foto.
Internet memang memudahkan kita dalam segala hal, termasuk jualan. Tapi, lagi-lagi saya katakan, jadilah seller yang rajin, jujur, dan bertanggung jawab. Gimana rezekinya bisa berkah kalau untuk jualan saja musti mengambil foto orang lain tanpa izin.[]

©dilanovia 28042016 21:30

Advertisements

Dan Pada Akhirnya…

Finally, the awaited day has arrived! I celebrate graduation with mixed emotions. I’m extremely delighted to have graduated with a cum laude, yet also saddened by the fact that me and my beloved friends, have to part ways. Each and every one of us will continue our life and sadly, we won’t be seeing each other for long time.

Selama satu setengah tahun saya menghabiskan waktu bersama hiruk pikuk kehidupan kampus. Banyak sekali kenangan indah yang saya lalui dengan teman-teman tercinta. Mulai dari hal-hal yang serius hingga hal-hal konyol yang membuat kami lupa bahwa kami adalah mahasiswa S2, hehehe…

IMG_20140820_145156

Masa-masa awal kuliah, semua mahasiswa diwajibkan mengikuti matrikulasi. Kalau tidak salah ini matrikulasi metode peneliian. Dosennya diurutan kelima dan keenam dari kanan. Masih mirip mahasiswa ya, hehe…

 

20150314_074256

Alhamdulillah, selama belajar kita sempat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ke sekolah-sekolah yang ada di sekitar lingkungan kampus, jadi ilmunya nggak dimakan sendiri 🙂 Nggak usah repot-repot cari saya di dalam foto ini, dijamin nggak bakalan ketemu karena saya yang tukang fotonya.

 

IMG_0710

Bapak Budi adalah salah satu dosen favorit saya. Beliau mampu mentransfer ilmunya kepada mahasiswanya dengan sangat baik. Padahal kuliah yang dia berikan adalah Sistem Dinamik. Kebayang kan betapa sulinya mata kuliah ini. Ibaratnya kalau pas belajar ini cuma bawa otak setengah, kia bisa gila, hehe… Salah satu kebiasaan beliau pada saat mengajar adalah membawa kamera SLR dan di akhir kelas dia pasti akan jeprat-jepret kami sekelas. Katanya untuk penilaian.

 

IMG_20150309_222934

Ini adalah pengalaman kami bernyanyi (dengan suara pas-pasan, pastinya) yang disaksikan oleh ribuan pasang mata dari Aceh – Papua di acara Rakornas BNPB di Jakarta. Banyak banget hal-hal lucu saat kami latihan untuk mempersiapkan penampilan ini. Ah, I’ll never forge it! 😀

 

IMG_0475

Salah satu kegiatan kampus, kunjungan ke Dittopad. Saya merasa bersyukur banget dengan adanya kegiatan ini karena pas banget dengan masalah penelitian yang saya angkat, yakni wahana tanpa awak (alias drone/UAV) jadi bisa tahu lebih banyak tentang teknologi satu ini.

 

IMG-20141112-WA0004

Surprise dari teman-teman kelas di ulang tahun saya yang ke-24. Really moved! Ini adalah tradisi di kelas Manajemen Bencana Cohort 5, di mana jika ada yang berulang tahun, itu berarti bakalan ada tiup-iupan lilip dan coel-coelan fla kue, haha…

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sempet-sempetnya “melarikan diri” di Hongkong menikmati suana malam di sana, saat yang lainnya lagi transit di bandara. Kalau inget kejadian ini suka ketawa sendiri. Kita cuma punya modal nekat buat jalan-jalan kompak. Berpacu dengan waku biar nggak ketinggalan pesawat. Biar nggak ada yang hilang, kia bikin semacam patokan yakni bendera merah putih. Jadinya, berasa satu induk ayam mengiringin sembilan anak-anaknya deh.

 

IMG_3004

Dari sekian banyak mahasiswa Unhan, ketemu juga urang-urang minang di sini, sekelas pula! Hehehe.. Uni Iil, Uni Neni, Uda Dasril. Foto kece ini diambil saat kegiatan Upacara 17 Agustus di Kedubes RI untuk Tiongkok saat KKLN ke Tiongkok, China.

IMG_20150812_142722

Mau lihat wajah-wajah cerah sehabis ujian proposal? Lihatlah wajah-wajah cerah kami! Hohoho..

 

IMG_20150806_003724

Ada keseruan tersendiri saat mempersiapkan proposal penelitian bersama teman-teman. Kebetulan dosen pembimbing saya dan mereka sama, jadinya kita kompakan buat belajar bareng. Begadang, siapin snack buat kampung tengah kalau-kalau dia minta makan, dan kamar saya seperti kapal petjah…

IMG_20151122_165918

Di sela-sela tesis, ada satu tugas lain yang harus diselesaikan yakni penelitian prodi. Dan rumah Ibu Kaprodi menjadi base camp kami. Hehehe… I’m glad to be a part of it.

 

11223516_10204738459047128_7343984554057539681_o

Gathering satu kelas di Kebun Raya Bogor sambil tuker-tukeran kado juga. Ada yang dapet payung, handuk, tumbler, tempa sampah, syukuuur saya dapet jam tangan, hahaha..

 

IMG_20160316_095150

Huaa.. this moment… yeah.. this moment! Satu jam yang dilewati dengan sempurna. Foto ini diambil sesaat setelah sidang tesis. Alhamdulillah sidangnya berjalan dengan lancar, meskipun salah satu pembimbing saya tidak dapat hadir. Dari kiri: Kolonel Sus Drs. Khaerudin, MM., Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si., APU., saya, Kolonel Laut (KH/W) Dra. Christine Sri Marnani, M.A.P., Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Thank you very much untuk Kolonel Lek. Dr. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, S.T., M.T, selaku pembimbing kedua yang telah banyak memberikan arahan dan pemikiran-pemikiran cerdasnya, tidak hanya untuk tesis saya, tapi juga untuk pola pikir saya. To be honest, I enjoy every moment when we discuss, Sir.

 

IMG_20140105_191125

Tesis yang saya kerjakan dari nol hingga menjadi seperti ini. Saat itu benar-benar kerja keras. Kerja keras memperoleh data, kerja keras menemui para informan, apalagi kerja keras melawan malas. I ENJOY THE PROCESS 🙂

12967278_10208036959235562_2648008397810678336_o

Foto bareng Ibu Kaprodi kece sehabis penutupan pendidikan di auditorium kampus

Dan pada akhirnya… saya wisuda, sodara-sodara!

IMG_20140104_184704

Saat prosesi wisuda di Aula PMPP – Kamis, 14 April 2016

 

13041140_1293448667351963_1668018743321383094_o

Wisuda lalalalala….

 

IMG_20140104_212232

Orang tuaku tersayang. Alhamdulillah, di usia mereka yang semakin bertambah saya masih bisa memberikan hadiah istimewa ini kepada mereka, meskipun belum berupa uang apalagi tahta. Mereka juga tidak muluk-muluk minta ini itu kepada saya, yang penting dapat pekerjaan yang halal, menikah, dan ngasih cucu, hihihi..

 

IMG_0927

Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucap syukur kepada Tuhan yang telah memberikan saya kesempatan untuk kuliah di kampus ini. Seneng banget rasanya dapat mengenakan almamater merah marun ini. Alhamdulillah.

Well, well, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Seperti kalimat klasik yang sering diucapkan para wisudawan wisudawati, perjuangan bukan berakhir di sini, tapi perjuangan dimulai dari sini. Nggak terasa tanggung jawab pun semakin bertambah karena telah ada dua gelar di belakang nama. Semoga terus bisa move on dari yang baik ke lebih baik lagi.

Anyway, untuk ibu, bapak, kakak, abang, dan teman-temanku di kelas MB Cohor 5, I’ll miss you guys, semoga kita semua dapat menjalani kehidupan dengan sukses. Terima kasih atas sharing dan pengalaman yang telah kalian berikan kepadaku. Semoga ibu bapak yang TNI/PNS cepet naik jabatan, yang belum bekerja cepet dikasih kerjaan, yang sudah merid cepet dikasih momongan, yang belum merid cepet dikasih jodoh, dan yang belum punya pacar, kasian deh lo! hahaha… []

dilanovia 24042016 18:24

Hati-Hati dengan Hati

juicy_heart

Berkaca pada banyak kejadian yang saya saksikan dengan mata ini, manusia itu gampang banget berubah. Kadang maunya ini, besok maunya itu. Kemarin nggak mau ini, eh besoknya mau. Dulu benci sama ini, beberapa waktu kemudian berubah menjadi suka. Yah, apa lagi kalau bukan hati yang bermain di sini.

Kalau hal itu hanya tentang benda, hobi, makanan, kegiatan, saya rasa tidak masalah. Tapi kalau itu tentang sebuah hubungan, bagi saya ini masalah.

Kata orang, banyak pengalaman itu baik. Tapi jika pengalaman yang banyak itu dalam hal melihat hubungan orang-orang yang kandas, piye? Bukan baik, jadinya malah parno.

Ada yang sudah menikah lebih dari 10 tahun, terus cerai. Eh, beberapa bulan setelah itu salah satunya sudah menikah lagi dengan orang lain. Ada yang pacaran bertahun-tahun akhirnya putus dan nggak lama setelah itu menyebarkan undangan pernikahan dengan orang lain. Bahkan, parahnya ada yang masih berstatus suami-istri, eh malah masih “jajan”.

Padahal mereka-mereka itu dulunya berada dalam satu cinta kasih yang katanya sehidup semati. Padahal mereka-mereka itu dulunya saling menyayangi. Itu semua ada di dalam hati. Namun, apa daya hati yang tak bertulang. Dia tidak bisa mengikat rasa itu dengan kekal. Melalui hati pula lah rasa cinta kasih dan sayang itu hilang bahkan tanpa sisa.

Bagaimana menghadapinya?

Ntahlah… kadang saya takut dan khawatir kalau-kalau hal serupa menimpa saya ketika saya telah mematenkan hati untuk seseorang. Tidak ada yang tahu hari esok. Baik atau buruk.

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Ta’atik

#lagiparno 20042016 2301