Pribadi Reaktif vs Pribadi Responsif

Respond-React

Seberapa sering kita mendengar kata responsif? Lalu apa perbedaannya dengan reaktif?

Pribadi reaktif mendahulukan emosi (menyalahkan diri sendiri secara berlebihan, dll) daripada jalan keluar. Mudah kecewa menghadapi kritikan dan cenderung menuntut orang lain memahami dirinya, daripada berusaha memahami orang lain. Pribadi reaktif ini kurang tanggap akan betapa pentingnya memperbaiki diri. Ini karena pribadi reaktif lebih menuntut orang lain melakukan sesuatu daripada dirinya sendiri.

Orang yang bersikap reaktif baik di kantor, organisasi, maupun di lingkungan bisnis, cenderung kurang disukai banyak orang. Ya, karena pribadi reaktif ini lebih memikirkan diri sendiri daripada orang lain.

Berbeda halnya dengan pribadi responsif. Pribadi responsif lebih mengutamakan tanggung jawab daripada emosi. Bijak dalam menghadapi kritikan karena dia selalu berusaha memahami orang lain. Pribadi responsif selalu mengajak dirinya sendiri untuk lebih memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan, bukan apa yang seharusnya orang lain lakukan.

Nikmatnya menjadi pribadi responsif ini adalah di mana pun berada, baik di kantor, organisasi, maupun lingkungan bisnis, dia disukai banyak orang. Ini karena sikap tanggung jawabnya yang lebih memikirkan apa yang bisa dia lakukan.

Jadi mana yang mencerminkan diri kita selama ini? Reaktif atau responsi? Jika diri kita lebih mencerminkan pribadi reaktif, jangan berkecil hati. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan SEKARANG lah yang tepat untuk BERUBAH menjadi pribadi responsif.

Caranya? Mari bertanya di dalam hari kita. “Tindakan terbaik apalagi yang bisa saya lakukan hari ini?” Kemudian lakukan segala sesuatunya dengan sepenuh hati. Selamat menjadi pribadi responsif![]

dilanovia 22122015 01:17
Copy right. Aini Fauziah (Ainileadershipcentre)

Advertisements

Zinda Rehti Hain Unkii Mohabbatein

cats

How much hate exists in the world!
Yet, even so, hearts continue to love.
How much hate exists in the world!
Yet, even so, hearts continue to love.
Even if lovers should die, even if they are erased from this earth,
their love will live on forever…
Even if lovers should die, even if they are erased from this earth,
their love will live on forever…

The lovely lyrics and song from Mohabbatein movie titled ‘Zinda Rehti Hain Mohabbatein’.[]

©dilanovia 13122015

Ringkasan Kajian Akhwat Aljannah 3 Desember 2015 – Perihal Harta

harta-tahta

Kitab Zuhud dan Riqaa’iq – Hadist 14: hal-hal yang ditakutkan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Kemilau harta, jika manusia bergelimang harta.

2. Harta memiliki kemampuan dan kekuatan agar manusia lalai dari Allah dan menghancurkan manusia.
> Baca surat At Takasur > Tren tersebut sampai pada manusia masuk ke dalam kubur

3. Pada saat kita mendapatkan harta, kita tidak boleh senang 100%, harus ada rasa khawatir di dalam diri karena mendapatkan harta juga termasuk cobaan dan ujian.
Ada empat pertanyaan mengenai harta: seberapa harta yang dimiliki, dari mana diperoleh, untuk apa harta tersebut digunakan.
Pada hari kiamat, semua nikmat yang diberikan Allah kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya.
> Baca surat AL Fajr > Harus ada perasaan khawatir sebagai alat kontrol dalam menggunakan harta.
> Baca Surat Al Maidah ayat 93 > tidak ada dosa pada makanan dan minuman halal yang dikonsumsi orang yang beriman dan beramal shaleh, bertaqwa, dan berbuat baik. Inti dari ayat ini adalah ketaqwaan seseorang. Makanan tersebut berubah menjadi dosa di hari akhirat ketika kita tidak bertaqwa.
Contoh: ketika makan di restoran, si A memesan sate, si B memesan Bakso, si C memesan nasi goreng. Saat itu azan magrib berkumandang. Namun, mereka masih makan dan bercengkrama sehingga tak sadar sudah azan isya. Makanan tersebut menjadi dosa karena mengakibatkan mereka lalai olehnya. More