Oleh-oleh dari Daarut Tauhiid Jakarta #1

Sabtu, 29 April 2017, menjadi salah satu malam Ahad terindah di hidup saya. Berkumpul bersama orang-orang yang insyaa Allah sholeh dan sholehah di taman surga, dinaungi para malaikat pula, masyaa Allah. Seperti biasa, weekend adalah waktu-waktu yang saya jadikan untuk berburu ilmu. Sibuk dari Senin-Jumat untuk urusan dunia, minimal ada dua hari lah untuk mengumpulkan bekal ke surga. 

Jadi, ceritanya hari Sabtu malam/malam Ahad di Daarut Tauhid Jakarta mengadakan MQS ke-52 (Muhasabah Qalbun Salim), kegiatan rutin bulanan yang diadakan pada hari Sabtu-Ahad pekan keempat. Tema kegiatan malam itu adalah Meningkatkan Kualitas Diri dan Keluarga. Kegiatannya dimulai ba’da magrib hingga ba’da subuh keseokan harinya, yang berarti para peserta akan menginap satu malam.

Ini adalah kali pertama saya mengikuti kegiatan di majelis tersebut. Awalnya saya malah tidak tahu persis di mana masjid milik Aa Gym itu berada.  Hanya bermodalkan informasi dari instagram, saya pun mencari rutenya via google map. Saya pun memilih naik busway dan dilanjutkan dengan naik Uber (karena jarak halte [mampang prapatan] dengan masjid lumayan jauh. Dan, yaaa.. perjalanan sore itu sungguh luar biasa.

Sesampainya di sana, saya disambut dengan panitia yang sangat ramah, berkenalan dengan beberapa akhwat dan ummahat. Masyaa Allah ya, kalau pertemua itu diniatkan karena Allah, mau latar belakang apa pun, dari yang tua hingga muda, status sudah menikah atau singlelillah, semuanya akan sirna. Yang ada hanyalah “we are the servant of Allah subhanahu wa ta’ala”, kita semua saudara, seiman, seaqidah.

Ba’da magrib, kegiatan pun dimulai dengan pembacaan alquran. Selanjutnya, para jama’ah diajak membaca al quran bersama. Surat yang dibaca adalah surat Ar Rahman, Al Mulk, dan Al Qalam. Sepanjang membaca al quran, hati ini seperti diaduk-aduk: sedih, terharu, tapi yang pasti bikin adeeem.

Puncaknya dari segala emosi di hati itu adalah ketika sholat isya. Sepanjang sholat saya terus menangis dan menangis dan memangis. Saya lupa surat apa yang dibaca oleh sang imam, tapi itu benar-benar nyentuuuuh banget. Saya tahu orang di sebelah kanan dan kiri saya juga menangis. Yah, hanya Allah dan hati masing-masinglah yang tahu mengala kami menangis. Namun, satu hal yang pasti adalah ketika lantunan al quran dibacakan dan hatimu tersentuh, bahkan menagis, berarti kau masih punya iman di hati. Alhamdulillah, Insyaa Allah.

Singkat cerita, ba’da isya kajian pun dimulai. Kajian pertama disampaikan oleh Ust. Khomaruddin Cholil, M.Ag. Ustadz sekaligus motivator ini menyampaikan ceramah tentang cara meningkatkan kualitas diri. Ada enam cara untuk meningkatkan kualitas diri, yakni:

  1. Tekad yang kuat, ia mengatakan jika kita sungguh-sungguh menggapai sesuatu, maka Allah akan lebih sungguh-sungguh lagi terhadap kita. 
  2. Ilmu dan pendidikan yang terus berkelanjutan. Ada sebuah kutipan yang menarik mengenai poin ini. “Kecantikan itu bukan pada pakaian dan aksesoris, melainkan pada ilmu dan adab 🙂 
  3. Bertemanlah dengan sahabat yang mendukung ke arah kebaikan. Ada tiga golongan yang ditolong Allah: orang yang jihad fisabillillah, orang yang menikah karena takut dengan maksiat, orang yang dililit hutang dan berniat membayarnya. 
  4. Harus jujur dalam mengevaluasi diri dan melakukan muaqabah. Muaqabah artinya lebih memberi “teguran” pada diri sendiri. Kisah Umar bin Khattab yang senang melihat kebun kurmanya hingga terlambat melaksanakan sholat ashar. Ia sangat menyesal dan sebagai balasannya ia memberikan kebun kurmanya kepada fakir miskin. 
  5. Pilih lingkungan/sistem yang kondusif yang mendukung peningkatan kualitas kita. Jika ingin memperbaiki sholat, sementara di kantor tidak mendukung hal tersebut, maka lebih baik berhenti dari kantor tersebut. 
  6. Jangan lupa beribadah dan berdoa. Sholat adalah kunci dari segala masalah. Teruslah memperbaiki beribadah, maka Allah akan memperbaiki urusan kita.

Oya, selama menyampaikan materi, sang ustadz juga memberikan kisah-kisah inspiratif yang semakin menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri. Jazakallah wa barakallah, ustadz.[]

Jakarta, 01052017 1738

Advertisements

The Election Day, Yay!!! 

Menjadi warga DKI Jakarta membuat saya ikutan merasakan berbagai “ritual” pemerintahannya. Contohnya pada hari ini.

Ini adalah hari dimana masyarakat DKI Jakarta kembali memberikan hak suara mereka pada Pilkada putaran kedua. Sebagaimana musim pilkada pada umumnya, hari saat pencoblosan akan diliburkan. Dan inilah yang saya rasakan. Nggak dapet nyoblosannya, tapi dapet liburnya.. Hehehe… 

Yah, lumayan, waktu yang free ini dapat saya habiskan untuk menunaikan hal-hal yang harusnya saya tunaikan dari jauh-jauh hari sebelumnya.

Perbaiki setrikaan yang rusak 😦 yang kalau beli baru juga sayang banget rasanya karena kerusakannya minor. Trus, belanja kebutuhan mingguan, yang minggu-minggu kemarin nggak sempat saya beli karena padatnya jadwal #uhuk. Dan lain-lain… Dan lain-lain…

Then, enaknya itu jalanan juga lancar jayahahaha.. Nggak macet, nggak sumpek, nggak padet. Busway juga ikut-ikutan lapang. Isinya nggak kaya ikan sarden yang rebutan saos tomat. Hehehe…

Lagi nunggu busway di Halte UNJ

Jalanan lancar jayalalalaa…

Andai Jakarta tiap hari kaya begini ~_~

Harkitnas atau Harsuhnas?

153028020160520-151146780x390

Lagi, lagi, dan lagi, hari-hari bersejarah di negeri ini dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tepat hari ini, hari kebangkitan nasional atau harkitnas, masyarakat yang katanya beradab, malah bertingkah tanpa adab. Demonstrasi yang awalnya damai di depan kantor KPK Jalan HR Rasuna Said, berubah menjadi aksi anarkis. Duh, miris!

Masih segar dalam ingatan kita bahwa di lokasi yang sama, Senin, 9 Mei 2016 lalu mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi unjuk rasa. Namun, demonstrasi tersebut tidak berlangsung separah hari ini.

Namun, tidak dengan demo kali ini. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan batu, kayu, bahkan anak panah. Akibatnya, polisi antihuru-hara terpaksa melemparkan gas air mata dan tembakan water canon.

Mengapa tidak bisa belajar dengan kejadian yang sudah-sudah? Demo yang terjadi selalu saja berubah ricuh. Yang rugi siapa? Tentu yang rugi bukan saja pemerintah, tapi juga para demonstran itu sendiri. Fasilitas publik rusak, ada korban yang terluka, bahkan tidak sedikit yang meregang nyawa. More

Ringkasan Kajian Akhwat Aljannah 3 Desember 2015 – Perihal Harta

harta-tahta

Kitab Zuhud dan Riqaa’iq – Hadist 14: hal-hal yang ditakutkan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Kemilau harta, jika manusia bergelimang harta.

2. Harta memiliki kemampuan dan kekuatan agar manusia lalai dari Allah dan menghancurkan manusia.
> Baca surat At Takasur > Tren tersebut sampai pada manusia masuk ke dalam kubur

3. Pada saat kita mendapatkan harta, kita tidak boleh senang 100%, harus ada rasa khawatir di dalam diri karena mendapatkan harta juga termasuk cobaan dan ujian.
Ada empat pertanyaan mengenai harta: seberapa harta yang dimiliki, dari mana diperoleh, untuk apa harta tersebut digunakan.
Pada hari kiamat, semua nikmat yang diberikan Allah kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya.
> Baca surat AL Fajr > Harus ada perasaan khawatir sebagai alat kontrol dalam menggunakan harta.
> Baca Surat Al Maidah ayat 93 > tidak ada dosa pada makanan dan minuman halal yang dikonsumsi orang yang beriman dan beramal shaleh, bertaqwa, dan berbuat baik. Inti dari ayat ini adalah ketaqwaan seseorang. Makanan tersebut berubah menjadi dosa di hari akhirat ketika kita tidak bertaqwa.
Contoh: ketika makan di restoran, si A memesan sate, si B memesan Bakso, si C memesan nasi goreng. Saat itu azan magrib berkumandang. Namun, mereka masih makan dan bercengkrama sehingga tak sadar sudah azan isya. Makanan tersebut menjadi dosa karena mengakibatkan mereka lalai olehnya. More

Pengalaman Tes Toefl dan TPA di Universitas Pertahanan (Unhan) 2014

cover soal TPA Unhan

Pas udah selesai tes, menyempatkan foto ini dulu untuk kelengkapan tulisan di blog 😀

Universitas Pertahanan (Unhan) adalah perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan vokasi dibidang pertahanan dan bela negara, serta pendidikan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan (Perpres Nomor 5 Tahun 2011). Unhan atau Indonesia Defense University (IDU) ditetapkan melalui Surat Mendiknas Nomor 29/MPN/OT/2009 tanggal 6 Maret 2009 perihal Pendirian Unhan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 maret 2009 di Istana Negara.

Unhan merupakan lembaga pendidikan tinggi yang unik karena mengkhususkan diri pada studi pertahanan setingkat S 2. Universitas ini adalah lembaga pendidikan tinggi terbuka yang memberi kesempatan bagi para perwira TNI maupun sipil untuk belajar dan memperdalam Ilmu Pertahanan dari sudut pandang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat umum dan Pegawai Negeri (TNI/Polri/Sipil) untuk mengikuti program beasiswa Magister Ilmu Pertahanan (Strata-2) dengan gelar Magister Sain Bidang Pertahanan / M.Si(Han). Jurusan yang dibuka di tahun ini antara lain: Prodi Manajemen Pertahanan (MP); Prodi Manajemen Bencana (MB); Prodi Ekonomi Pertahanan (EP); Prodi Damai dan Resolusi Konflik (DRK); Prodi Ketahanan Energi (KE); Prodi Peperangan Asimetris (PA); Prodi Keamanan Maritim (KM); dan Prodi Diplomasi Pertahanan (DP).

Nah, setelah lulus di tahap administrasi di mana salah satu syaratnya adalah menulis esai (contoh esainya bisa dilihat di sini) berdasarkan jurusan yang ingin didaftar, beberapa minggu yang lalu saya mengikuti tahap kedua yaitu tes toefl dan TPA. Toefl saya laksanakan pada tanggal 7 Mei 2014 yang bertempat di pusat pelatihan bahasa UI Salemba-Jakarta. Jumlah soal toefl saat itu sebanyak 140 dengan waktu kurang lebih 120 menit. Untuk tes yang satu ini More

Esai Beasiswa UNHAN: Disaster Management for National Defence

By: Novia Faradila, 2014

Flash floods, earthquakes, volcanic eruptions, landslides, smog, and other disasters occur in various regions in Indonesia in recent months. People not only sustain material loss, but also suffer prolonged trauma and the loss of hundreds of lives of the people of Indonesia affected by the disaster. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Agency) in its report informs, from January to February 2014 alone there were 424 occurrences of disasters in various regions in Indonesia. Victims lost and died more than 254 people, as many as 1,447 people injured, and 1,587,219 people suffer and displaced, not to mention the damage as much as 27,790 residential units. Until recently, disasters hit Indonesia very often.

Indonesia geographically is an archipelago that lies at the confluence of three major tectonic plates of the world: the Eurasian Plate, Indo-Australian Plate, and the Pacific Plate. In the southern and eastern parts of Indonesia, lies a volcanic belt that extends from the island of Sumatra-Java-Nusa Tenggara-Sulawesi, that side of the mountains and the old volcanic plains are mostly dominated by swamps. The condition and potential hazard such as volcanic eruptions, earthquakes, tsunamis, floods and landslides. The data shows that Indonesia is one country that has a high level of seismicity in the world, more than 10 times the level of seismicity in the United States.

Disaster management is an important factor in the planning and arrangements to prepare before disaster happens and resolve the aftermath. Disaster management is a dynamic process, which was developed from the classical management functions include planning, organizing, sharing of tasks, control, and surveillance. The process also involves a wide range of organizations that must work together to strengthen the prevention, mitigation, preparedness, emergency response, and disaster recovery. Lack of knowledge about disaster management gives a lot of learning in identifying potential disaster in the environment.

Disaster management course is a way to explore the science of disaster management. The presence of these disciplines gives color to the world of education, that education is not just all about addition, subtraction, multiplication, or division, but also knowledge about the environment and disaster is very beneficial to the welfare and safety of people in a region.

Particularly in Indonesia, disaster management is very necessary to develop because as mentioned earlier, Indonesia is a disaster-prone country. It required knowledge and qualified human resources in managing the disaster. Disaster becomes a serious nuisance to the people of Indonesia, causing extensive losses whether in terms of material, economic, or environmental and often exceed the community’s ability to cope. Thus, the deeper understanding of the disaster, the more you will be able to respond better. Alert and response based on the recognition and understanding of what will happen could be able to minimize the risk of disasters that hit Indonesia.

This country has a lot of cultural diversity in him it. There are hundreds of ethnicity, language, region, and also a wide range of traditional customs spread over thousands of islands. Very regrettable if the wealth of Indonesia destroyed just because people are not able to be independent in the face of disaster that can befall on them at any time. This is where the role of the scholars in the field of disaster management is needed by the community. They spearhead communities to manage disaster at every phase, both an early phase response, recovery and rehabilitation, as well as in community preparedness phase. They also became the “right hand” of society and become “healers” to people who are being affected.

In terms of the job market, graduates of disaster management certainly has a great job market in government and private institutions are directly or indirectly related to disaster management. However, more than that disaster management is a study not only “stand” as a science. Disaster management is a discipline that “noble” in the humanitarian field. This program is able to educate the nation’s people what to do, including disaster management capabilities in the areas of communication, coordination, and advocacy of human resources and other resources in an effective, efficient, and humane nation for the sake of durability.

Disaster management is needed by the Indonesian people and even nations around the world. Having knowledge about disaster management make the Indonesian people, especially, to be a nation that is strong and tough to survive in the face of disaster, now and later.[]

Esai ini saya tulis sebagai syarat pendaftaran di Universitas Pertahanan Indonesia. Alhamdulillah saya telah melewati tahap verifikasi administrasi. Hehe.. Well, semoga esai ini bermanfaat dan menginspirasi! 

Verifikasi Administrasi UNHAN