My Blog, 2012 in Review (From WordPress.com)

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

19,000 people fit into the new Barclays Center to see Jay-Z perform. This blog was viewed about 58,000 times in 2012. If it were a concert at the Barclays Center, it would take about 3 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

How to Look Vintage Style with Hijab

What do you need?

Here they are…

PhotoGrid_1355345585797

Jeans jacket

IMG_20121213_015933

 

PhotoGrid_1355344574007

Long dress. Kamu bisa menggunakan long dress berbahan sifon atau katun

IMG_20121213_020208

PhotoGrid_1355344875441

Hijab, Scraf, or Pasmina. Saya menggunakan pasmina berbahan sifon

IMG_20121213_020429

Vintage style tidak lengkap rasanya tanpa aksesoris yang bergaya vintage juga. So, kamu bisa padupadankan penampilanmu dengan aksesoris-aksesoris berbahan kamu. Karena dress dan hijab berwarna senada, maka ushakan cari warna aksesoris tidak serupa dengan dress dan hijabmu. Tapi, warna aksesoris bisa disamakan sehingga terkesan tidak norak or too much color on your body

IMG_20121213_020735

Nah, lebih lengkap lagi kalau ada tas ala vintage style 😀

IMG_20121213_022332

AND…. VOILAAA !

PhotoGrid_1355345045266

PhotoGrid_1355345486238

dilanovia 13122012 18:06

One Day: Three Resto(s), Cinema, and Photo Studio on 121212

Baru saja pulang jalan-jalan bareng empat sahabat saya, Dara, Raisa, Mentari, dan Vika, saya sudah nggak sabat pengen menuliskan kisah kami berlima seharian tadi. Dan saya baru nyadar kalau jalan-jalan kami kali ini di tanggal yang cantik pula! 12-12-2012.

By the way, seharian tadi saya dan teman-teman mengunjungi beberapa tempat dalam satu tempat (baca: Mall). Maklum, di kota ini hanya Mall-lah tempat asyik buat jalan-jalan. Eh, bukan asyik , sih, tapi diasyik-asyikin. Well, pamer foto-foto boleh kan, ya.. 😀

Image

Ini foto pas di Kampoong Dimsum. Untuk makanan, saya memesan lumpia hongkong isi jamur, cumi, ayam, dan minumannya es teh. Makanan di sini menurut saya lumayan mahal, sih. Satu porsi dimsum steam atau goreng yang di dalamnya ada empat potong dimsum, harganya rata-rata Rp18 ribuan,potongannya juga kecil-kecil banget. Ada juga makanan sejenis mie, harganya rata-rata Rp22 ribuan. Untuk minuman harganya kalau tidak salah  paling tinggi Rp12 ribuan. Untuk es teh, harganya Rp5 ribuan. But, I recommended deh es teh-nya. Enak banget. Dari segi tempat, tempatnya lumayan nyaman. Yang pasti di tata ala china gitu. At least, Kampoong Dimsum bisa menjadi salah satu tempat buat nongkrong, apalagi yang memang pengen menimati makanan khas china yang halal.

Image

Nah, karena masih lapar, kami pun melanjutkan mencari tempat makan yang porsinya banyak. Apalagi kalau bukan Solaria. Di sini, menurut saya, dengan porsinya yang banyak sebanding dengan harga yang di tetapkan. Kunjungan ke solaria kali ini saya memesan bihun ayam pangsit rebus bakso, dan minuman yang tak lekang oleh waktu: teh es. Porsinya bihunnya banyak sekali, bakso dan ayamnya yummi, teh esnya juga nikmat. Kalau tidak salah saya menghabiskan kocek sebesar Rp25 ribu (sudah terhitung pajak 10%). Harga bihunnya sekitar Rp18 ribuan, dan es tehnya Rp5 ribuan, pajak sekitar Rp3 ribu. Nah, bagi yang pengen makan porsi besar, I recommended this place 🙂

Image

Satu lagi resto yang beruntung dikunjungi bidadar-bidadari cantik di hari cantik. Saya rasa semua sudah kenal tempat ini, KFC. Tapi di tempat ini kami hanya memesan minuman. Kami memesan Mocca Float dan Grape Float. Nah, minuman ini bisa dibilang murah, cuma Rp5500. Tapi, kamu musti mikir-mikir lagi deh kalau ingin memesan Mocca Floatnya. Soalnya, Mocca Float di sini rasanya hambar alias kurang manis. I recommended Grape or Strawberry  Float 😀

Image

Image

Our main purpose sebenarnya adalah watching movie. Awwalnya ragu memilih 5 CM atau Silent Hill. Tapi, karena sudah underestimate duluan dengan film Indonesia, maka kami memilih Silent Hill. Well, saya pribadi kecewa menonton film ini. This movie starts out introducing us to the Da Silva family. Rose, Christopher and Sharon Da Silva. Alur ceritanya agak-agak nggak jelas. Teman-teman juga bilang begitu. Ditambah lagi efek 3D-nya juga tidak begitu kentara. Lebih keren efek 3D di film Kungfu Panda. So, buat kamu yang pengen nonton, honestly, I don’t recomend this film, but if you so damn curious, silahkan saja tonton tapi jangan ujung-ujungnya kecewa seperti saya :p

Image

Image

Image

Karena pentingnya mengabadikan sebuah momen, maka kami pun memutuskan untuk pergi ke studio foto (saya lupa apa nama studionya). Studio ini berada di lantai tiga. Di sini tersedia fasilitas foto box dan foto studio. Nah, untuk foto studio ini, kamu cukup membayar Rp70 ribu. Kamu bisa foto dengan dua background yang bisa kamu pilih sendiri, mendapatkan empat hasil cetakan yang juga kamu pilih setelah proses pemotretan selesai, dan satu CD yang isinya empat foto tadi. Kalau kamu pengen meminta foto yang lain untuk dimasukkan ke CD, kamu harus membayar Rp5000 untuk satu foto. Jadi kalau lima foto ya Rp25000. Tips nih buat kamu yang ingin menghemat biaya. Lebih baik foto studio ini melibatkan banyak orang karena semakin banyak orangnya, semakin murah pula biaya yang dikeluarkan per orang (bisa patungan). Untuk yang tadi, saya dan teman-teman hanya membayar Rp20 ribu/orang, total yang harus kami banyar Rp100 ribu.

Image

Image

Nah, walau sibuk sama urusan makan, nonton, dan foto-foto, kami tidak lupa menyempatkan diri untuk sholat di Musholla yang sudah disediakan oleh pihak Mall. But as always, foto-foto juga walau lagi di tempat ibadah. Hehe…

Well, it’s my story today, at beautiful day, 12-12-2012. Hari yang menyenangkan, mengenyangkan, dan meletihkan juga tentunya. Sebentar lagi saya dan teman-teman sibuk dengan senjata masing-masing agar bisa meraih gelar S.Ikom kami. But I hope, kebersamaan itu akan selalu bisa dijaga. Amin.[]

©dilanovia 121212 23:55

Tulisan Semangat Malam

Hidup itu indah kalau tahu bagaiamana cara memaknainya. Hanya mereka yang tidak tahu cara memaknai hidup ini lah yang berpikir kalau hidup itu kejam. Sadis banget kan ya kata-katanya.
By the way, malam ini saya jadi terpikir, untuk apa semua kesibukan ini saya lakukan. Kalau memikirkan berbagai aktifitas yang saya kerjakan dari hari ke hari, saya jadi senyum-senyum sendiri. Kalau sedang capek, saya sering mengeluh “capek”, “kapan ini berakhirnya”, “kapan ya saya yang nggak sibuknya”, dan berbagai celetukan-celetukan lain karena pengaruh capek.
Tapi, saya jadi ingat lagi, Tuhan memberikan kita sebuah pekerjaan karena Dia percaya kalau kita pantas melakukan itu. As you know, Tuhan itu Maha Tahu, right? Jadi nggak mungkin dia memberikan tugas kepada makhluknya kalau kita tidak mampu melakukan itu. Ini dari segi tenaga, ya. Kalau dari segi kemampuan mungkin beda lagi. Tapi, ketika Tuhan sudah memberikan sebuah PR kepada kita, makhluknya, maka sebenarnya kita pantas mendapatkan PR itu.
Jadi, kalau kamu yang sibuk dengan berbagai aktifitasmu, dan ketika kamu sedang berada di titik terendah, coba pikirkan, kamu mendapatkan tugas itu karena kamu mampu melakukannya.
Jangan lupa berdoa. Doa adalah penyeimbang dari usaha. Bagi yang muslim, ketika kamu sholat, jangan lupa berdoa, minta kepada Allah agar selalu ditunjukkan jalan, diberi kemudahan, diberi kesabaran, diberi kesehatan, dan selalu menjadi makhluk-Nya yang tawakal. Satu hal lagi yang penting menurut saya. Ketika memulai aktifitas di pagi hari, ketika ingin melangkahkan kaki dari rumah, jangan lupa bismillah. Itu penting, agar segala hal yang kamu lakukan selalu diberkahi oleh-Nya.
So, mengeluh boleh tapi jangan larut dengan keluhan itu karena keluhan mematikan semangat dan kreatifitas. Percayalah![]

©dilanovia 07122012 00:28

Mahasiswi Kehilangan Urat Malu?

Image

Dunia-Emang-Mau-Kiamat, empat kata itu yang langsung terlintas di benak saya ketika melihat keganjilan-keganjilan terjadi di hadapan saya. Hal-hal dulu yang dianggap tabu menjadi “layak” untuk disaksikan saat ini. Salah satu contohnya adalah wanita yang merokok di tempat umum, seperti kampus!
Saya tidak tahu bagaimana keadaan di kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, atau yang lebih dekat dengan kota saya, Medan. Apakah di sana hal-hal seperti mahasiswi merokok di kampus itu sudah lumrah atau gimana. Tapi, di kampus saya, rasa-rasanya hal tersebut masih tabu. Namun, ketabuan itu semakin lama semakin luntur. Akhir-akhir ini saya melihat semakin banyak saja mahasiswa yang merokok di depan kelas, di koridor, di kantin. Parahnya lagi, bukannya malu atau sembunyi-sembunyi, tangan lentik mereka dengan gagahnya memamerkan sebatang rokok yang sedang mereka isap. Ya, Tuhan!
Apa yang salah dengan semua ini? Di kampus saya yang terjadi saat ini adalah yang cewek mirip banget sama cowok, yang cowok malah kecewek-cewekan. Apa ada dengan dunia? Apakah kita hampir sampai di ujung nyawanya? Ntahlah. Tapi, yang jelas saya merasa malu sebagai cewek. Melihat cewek dengan gampangnya menghisap rokok di kantin. Duduk dengan pria-pria yang tampangnya brandal atau emang yang hanya suka nampang doang di kampus. Apa yang dipikirkan para waiter di kantin terhadap mereka? Ntahlah. Mereka yang berbuat tapi saya ikut merasa malu. Merasa dipermalukan sebagai mahasiswi! Bagaimana dengan mereka? Apa mungkin mereka sudah kehilangan urat malu?

Well, merokok atau tidak itu adalah pilihan setiap orang dan terdapat segala konsekuensi dari tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Namun, tak salah juga kita masih memikirkan etika, terutama sebagai wanita.[]

©dilanovia 06122012 17:45