How to Look Vintage Style with Hijab

What do you need?

Here they are…

PhotoGrid_1355345585797

Jeans jacket

IMG_20121213_015933

 

PhotoGrid_1355344574007

Long dress. Kamu bisa menggunakan long dress berbahan sifon atau katun

IMG_20121213_020208

PhotoGrid_1355344875441

Hijab, Scraf, or Pasmina. Saya menggunakan pasmina berbahan sifon

IMG_20121213_020429

Vintage style tidak lengkap rasanya tanpa aksesoris yang bergaya vintage juga. So, kamu bisa padupadankan penampilanmu dengan aksesoris-aksesoris berbahan kamu. Karena dress dan hijab berwarna senada, maka ushakan cari warna aksesoris tidak serupa dengan dress dan hijabmu. Tapi, warna aksesoris bisa disamakan sehingga terkesan tidak norak or too much color on your body

IMG_20121213_020735

Nah, lebih lengkap lagi kalau ada tas ala vintage style 😀

IMG_20121213_022332

AND…. VOILAAA !

PhotoGrid_1355345045266

PhotoGrid_1355345486238

dilanovia 13122012 18:06

Advertisements

Are You Fashionista OR Fashion Victim?

Kalau ngomongin fashion (fesyen) yang langsung terbayang di benak kita pastinya sepatu, tas, baju, parfum dan berbagai aksesoris-aksesoris pendukung lainnya yang paling update. Nggak ketinggalan merek-merek ternama seperti Christian Dior, Vercase, Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Fendi, Ferragamo, Giorgio Armani, Fratelli Rossetti, Prada, Valentino, Cartier, dan masih banyak lagi. Itu pun merek-merek dunia yang harganya selangit, belum lagi dari merek bertaraf midle hingga yang paling bawah yang bejubel banyaknya.

Well, forget about branded because i wanna giving an opinion to all of you. Begini, pernah denger kata ‘Fashionista’, bukan? Itu lho kaum pencinta fashion yang kalau soal gaya pasti update banget, selalu ngikutin mode, dan selalu tampil trendi. Then, how about ‘fashion victim’? Denger kata ‘victim’ saja saya rasa anda sudah mengerutkan dahi. Fashion victim alias korban fesyen—korban di sini maksudnya bukan seperti korban-korban banjir, earthquake, tsunami, badai katrina, atau tornado. Korban di sini maksudnya adalah orang-orang yang menderita akibat ingin tampil gaya dan modis. Nah, yang sering jadi korban itu biasanya anggota badan seperti kaki, leher, dan pinggang. Eits, dompet pun menjadi korban ampuhnya juga lho. Duh, kasihan!

Sulit memang memberi batasan antara fashionista dan fashion victim. Mereka yang selalu mengikuti perkembangan dunia fashion memang biasanya selalu tampil gaya. Tak heran jika banyak di antara mereka yang membeli barang-barang fashion yang sedang in dan pastinya menguras banyak biaya. Biasanya yang seperti ini berasal dari kaum elit yang punya banyak duit. Tapi, secara tidak sadar mereka juga menjadi korban fashion. Mengapa? Karena dengan membeli barang-barang tersebut—dengan tujuan biar terlihat modis dan membuat iri ribuan pasang mata—mereka mengorbankan uang mereka untuk itu. Ujung-ujungnya ya tagihan kartu kredit membengkak, bahkan ada yang membeli barang KW yang harganya juga tetap selangit. Sigh!

Now, let’s see the middle or lower class yang juga berharap ingin tampil modis tetapi terkendala dengan biaya More