Mahasiswi Kehilangan Urat Malu?

Image

Dunia-Emang-Mau-Kiamat, empat kata itu yang langsung terlintas di benak saya ketika melihat keganjilan-keganjilan terjadi di hadapan saya. Hal-hal dulu yang dianggap tabu menjadi “layak” untuk disaksikan saat ini. Salah satu contohnya adalah wanita yang merokok di tempat umum, seperti kampus!
Saya tidak tahu bagaimana keadaan di kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, atau yang lebih dekat dengan kota saya, Medan. Apakah di sana hal-hal seperti mahasiswi merokok di kampus itu sudah lumrah atau gimana. Tapi, di kampus saya, rasa-rasanya hal tersebut masih tabu. Namun, ketabuan itu semakin lama semakin luntur. Akhir-akhir ini saya melihat semakin banyak saja mahasiswa yang merokok di depan kelas, di koridor, di kantin. Parahnya lagi, bukannya malu atau sembunyi-sembunyi, tangan lentik mereka dengan gagahnya memamerkan sebatang rokok yang sedang mereka isap. Ya, Tuhan!
Apa yang salah dengan semua ini? Di kampus saya yang terjadi saat ini adalah yang cewek mirip banget sama cowok, yang cowok malah kecewek-cewekan. Apa ada dengan dunia? Apakah kita hampir sampai di ujung nyawanya? Ntahlah. Tapi, yang jelas saya merasa malu sebagai cewek. Melihat cewek dengan gampangnya menghisap rokok di kantin. Duduk dengan pria-pria yang tampangnya brandal atau emang yang hanya suka nampang doang di kampus. Apa yang dipikirkan para waiter di kantin terhadap mereka? Ntahlah. Mereka yang berbuat tapi saya ikut merasa malu. Merasa dipermalukan sebagai mahasiswi! Bagaimana dengan mereka? Apa mungkin mereka sudah kehilangan urat malu?

Well, merokok atau tidak itu adalah pilihan setiap orang dan terdapat segala konsekuensi dari tindakan yang dipilih untuk dilakukan. Namun, tak salah juga kita masih memikirkan etika, terutama sebagai wanita.[]

©dilanovia 06122012 17:45

Advertisements