Mendewasa Dengan Cara Allah

v4-900px-Become-a-Good-Muslim-Girl-Step-5-Version-2

Segala hal yang ditakdirkan Allah kepada setiap hambaNya PASTI mengandung kebaikan. Meskipun kita, manusia, yang dangkal akalnya, dangkal pikirannya, memandang takdir tersebut sebagai sesuatu yang menyakitkan, menyedihkan, atau menyulitkan.
.
Tidakkah kita ingat sabdaNya, laa yukallifullahu nafsan illaa wus’ahaa. Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. Jadi, tidak ada alasan untuk ragu dengan caraNya. Cara Rabbul ‘Alamin.
.
Setiap hari, minimal 17 kali, kita menyebutNya Rabb Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Jadi, sekali lagi, tidak ada alasan apapun untuk ragu, meski saat ini Dia sedang membelai hati kita dengan rasa pilu. Karena, cinta dan kasih sayangnya tidak palsu.
.
Alaa bidzikrillahi tatmainnul quluub. Laa tahzan, mari mendewasa dengan cara dan takdirNya.

PS: untuk yang tersayang, ibundaku, semoga ibu lekas sembuh. Semoga Allah menghapus dosa-dosamu dan meninggikan derajatmu~

Pekanbaru, di tengah hiruk-pikuk bandara, 20102018 1849

©noviafaradila

Ringkasan Kajian Akhwat Aljannah 3 Desember 2015 – Perihal Harta

harta-tahta

Kitab Zuhud dan Riqaa’iq – Hadist 14: hal-hal yang ditakutkan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Kemilau harta, jika manusia bergelimang harta.

2. Harta memiliki kemampuan dan kekuatan agar manusia lalai dari Allah dan menghancurkan manusia.
> Baca surat At Takasur > Tren tersebut sampai pada manusia masuk ke dalam kubur

3. Pada saat kita mendapatkan harta, kita tidak boleh senang 100%, harus ada rasa khawatir di dalam diri karena mendapatkan harta juga termasuk cobaan dan ujian.
Ada empat pertanyaan mengenai harta: seberapa harta yang dimiliki, dari mana diperoleh, untuk apa harta tersebut digunakan.
Pada hari kiamat, semua nikmat yang diberikan Allah kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya.
> Baca surat AL Fajr > Harus ada perasaan khawatir sebagai alat kontrol dalam menggunakan harta.
> Baca Surat Al Maidah ayat 93 > tidak ada dosa pada makanan dan minuman halal yang dikonsumsi orang yang beriman dan beramal shaleh, bertaqwa, dan berbuat baik. Inti dari ayat ini adalah ketaqwaan seseorang. Makanan tersebut berubah menjadi dosa di hari akhirat ketika kita tidak bertaqwa.
Contoh: ketika makan di restoran, si A memesan sate, si B memesan Bakso, si C memesan nasi goreng. Saat itu azan magrib berkumandang. Namun, mereka masih makan dan bercengkrama sehingga tak sadar sudah azan isya. Makanan tersebut menjadi dosa karena mengakibatkan mereka lalai olehnya. More

Indahnya Nikmat Lupa

image

Berbagai kisah terus bergulir dalam hidup setiap insan. Hidup saya, hidup Anda, hidup kalian, hidup mereka. Ada dulu, ada sekarang. Dulu ada peristiwa yang teramat spesial. Rasanya tak ingin melupakannya seumur hidup. Namun sekarang peristiwa itu sepertinya biasa saja. Semua hilang terkikis lupa.
Lupa, sebuah nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Saya menyadari ini dari sebuah artikel islami. Awalnya tidak percaya atau lebih tepatnya ‘heran’, mengapa lupa bisa dikatakan sebuah ‘nikmat’. Ternyata contoh yang dipaparkan dalam artikel ini menggiring saya untuk mengerti. Misal, ketika kita merasa kesal atau marah dengan seseorang, hari ini rasanya marah itu hingga ke ubun-ubun. Tapi, sejam, dua jam, lima jam, besok, atau besoknya lagi, amarah tersebut semakin pudar. Seakan apa yang telah mereka perbuat tidak terlalu masalah bagi kita. Kenapa? Karena Allah memberikan nikmat lupa. Lupa akan kesalahan orang lain yang pernah mereka perbuat kepada kita. Dan mengajarkan kita untuk ikhlas memaafkan.
Nikmat lupa juga menggiring kita untuk tidak merasa dendam dengan sesama. Dengan orang yang mungkin pernah menzalimi kita. Dengan orang yang pernah mempermalukan kita. Adanya lupa dapat mengikis semua rasa-rasa yang dapat mengakibatkan hati menjadi busuk. Seperti kata Opick, bila hati busuk, pikiran jahat merasuk. Akhlak kian terpuruk. Jadi makhluk terkutuk. Astaghfirullah!
Nah, nikmat lupa juga penting sekali dalam sebuah hubungan yang kandas. Apalagi bagi remaja-remaja yang sedang tumbuh atau lebih tepatnya, sedang mengalami masa pubertasi. As you know, ketika remaja-remaja sedang puber, mereka sering diibaratkan dengan jerawat, jatuh cinta, cinta monyet, putus, galau, patah hati, dan sebagainya. Sehingga ada yang mengistilahkan remaja yang demikian dengan sebutan, “Ababil” a.k.a ABG Labil.
Lupa sangat penting bagi remaja yang sedang kasmaran karena yang namanya remaja tentu masih dalam tahap pencarian. Banyak remaja-remaja galau yang meronta-ronta di media sosial karena diputuskan pacar. Tapi, apakah selamanya mereka seperti itu? Jawabannya, tidak!
Lupa menggiring mereka untuk memperbaiki perasaan, memaafkan, menerima dengan sabar dan ikhlas. Lupa membuat mereka juga memperbaiki diri, meminimalisir kekurangan dengan menggali potensi-pontensi yang ada di dalam diri.
Saya rasa setiap orang dalam masa-masa pacaran pasti pernah merasakan bahwa pasangannya adalah yang terbaik, tidak sanggup rasanya berpisah dengan dia, tidak sanggup hidup tanpanya, tidak sanggup sehari saja tidak berjumpa atau berkomunikasi, bahkan tidak sanggup membayangkan jika kekasih kita suatu saat nanti dimiliki oleh orang lain.
Ya, saya rasa banyak yang berpikiran demikian karena dulu saya juga begitu. Tapi, ketika semua ketakutan-ketakutan itu datang menjadi kenyataan, toh sampai detik ini saya masih baik-baik saja. Begitu juga dengan Anda, kan? Memang, awalnya merasa terpukul. Sehari, dua hari, seminggu, bahkan ketika galau tiba sudah sebulan pun rasa sakit itu tiba-tiba datang.
Perbedaannya, rasa sakit itu tidak terasa sakit seperti sakit di awal. Perlahan rasa sakit itu hilang. By proces, by the time, semuanya pulih. Saat ini juga rasanya biasa saja. Karena apa? Tuhan memberikan kita nikmat lupa. Dan saya sangat bersyukur diberikan nikmat tersebut. Alhamdulillah.
Jadi, jangan berpikir kalau lupa itu tidak ada manfaatnya. Jangan berpikir lupa itu sebuah musibah. Karena ada kalanya lupa itu sebuah nikmat, sebuah anugrah yang Tuhan berikan untuk hambaNya. Yang jelas, setiap ujian yang melanda adalah pembelajaran agar kita semakin bijak dan dewasa. Dan setiap ujian pasti ada penawarnya 🙂
Tapi ingat, jangan permainkan lupa pada hal-hal yang tak sepatutnya. Contoh, lupa sama hutang. Kalau itu mah bahaya. 🙂 []

©dilanovia 22072013 06:56