Lalaland Lalalala~

My fave scene 🙂

Thanks Damien Chazelle, you’ve made my emotional jumbled after watching your movie. Maybe Lalaland is gonna be my fave movie in this year, so far.
Yah, awalnya saya sedikit underestimate dengan film ini. “Ah, drama musikal”. “Palingan ceritanya nggak jauh-jauh dari drama percintaan, tarian, dan nyanyian”. Blablabla… 

Benar saja, di awal film saya sudah disuguhkan dengan scene dancing and singing yang cukup panjang (but honestly,  itu keren banget memang). 

Singkat cerita, semakin saya tonton, saya malah semakin penasaran dengan alur ceritanya (silahkan ditonton sendiri karena di sini saya tidak akan menceritakan bagaimana alurnya). Apalagi chemistry-nya dapeeeet banget. 

Then, my point is this movie teach us about how to make our dream come true. Kau boleh saja punya mimpi yang bahkan orang lain menganggap mimpi itu aneh dan berlebihan, atau bahkan impossible untuk diwujudkan. Tapi, apa yang orang-orang pikirkan tidak lantas membuatmu patah semangat. 

Saat Sebastian begitu excited menceritakan ketertarikannya tentang jazz

Film ini juga mengajarkan bahwa we can’t make our dream come true over the night! Sebastian (Ryan Gosling) dan Mia (Emma Stone) membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan mimpi mereka masing-masing. Ada jatuh bangunnya, ada kegagalan, kekecewaan, bahkan keputusasaan. Tapi semua itu berhasil mereka lewati berkat kegigihan dan keyakinan mereka.

Daaan, ini nih yang bikin saya rada sedikit emosial.. *Ehem… 

Sweet moment ^^

Menonton film ini juga mengingatkan saya tentang orang-orang yang “berarti”  di dalam hidup kita. Someone who makes you fall in love. Someone who makes you happy, someone who makes you smile, someone who makes your day better and greater, someone who help you to make your dream come true, seseorang yang mendukungmu saat kau jatuh, bersamanya engkau menemukan hal-hal baru dalam hidupmu, dan karena dia pula engkau mampu mewujudkan mimpimu. Ah, soo sweet..
Dan mungkin satu hal lagi (dan berdasarkan penelitian yang saya baca/dengar, karena ini ada kaitannya) pria itu lebih susah melupakan orang yang dia sayangi, berbeda dengan wanita, yang betapa sakitnya ia saat di awal perpisahan, perasaannya akan lebih celat pulih dibandingkan dengan pria. Scene terakhir Lalaland berhasil mengaduk-aduk perasaan saya karena hal ini.

Lima tahun berlalu, Sebastian dan Mia tidak pernah berhubungan lagi. Mereka telah sukses mewujudkan mimpi masing-masing. Hingga pada suatu malam mereka bertemu kembali. Namun, sayangnya Mia telah memiliki suami dan seorang putri, sedangkan Sebastian masih sendiri. 

Klimaksnya pada saat Sebastian memainkan piano (Mia and Sebastian theme, lagu khas mereka berdua) sambil membayangkan hal-hal yang “seharusnya” terjadi antara dirinya dan Mia. That scene is really truly madly make me emotional (sampe mewek, but I believe it happen because I’m so baper… hehe). Sebastian benar-benar mewujudkan mimpinya untuk membuka club jazz, ia menggunakan logo yang dulu dibuatkan oleh Mia untuk clubnya, ia benar-benar konsisten dengan apa yang ia ucapkan. 

Ah, ntah kenapa di cerita itu Mia malah menikah dengan lelaki lain, mengapa tidak menunggu Sebastian saja #kzl… Lagian, Sebastian-nya juga sih yang berlama-lama membiarkan Mia seorang diri #apasih #mulaingaco ><”

I don’t know, ini happy ending atau sad ending. Bagi saya ini sad ending karena Mia dan Sebastian akhirnya tidak bersama 😦 Tapi happy ending juga sih karena mereka berdua berhasil mewujudkan mimpi mereka.

Anyway, ini kali kedua saya nonton film ini, dan hingga saat ini saya masih sedih, kenapa endingnya Mia dan Sebastian tidak hidup bersama *ah baper! 

Senyum penuh arti diakhir cerita. Senyum yang menandakan mereka berdua telah berhasil mewujudkan cita-cita masing-masing, meskipun tak bisa bersama 😦


©noviafrd 07042017 0228

Zinda Rehti Hain Unkii Mohabbatein

cats

How much hate exists in the world!
Yet, even so, hearts continue to love.
How much hate exists in the world!
Yet, even so, hearts continue to love.
Even if lovers should die, even if they are erased from this earth,
their love will live on forever…
Even if lovers should die, even if they are erased from this earth,
their love will live on forever…

The lovely lyrics and song from Mohabbatein movie titled ‘Zinda Rehti Hain Mohabbatein’.[]

©dilanovia 13122015

Dan Ketika Galau Datang…

more than blue sceneTiba-tiba saya pengen banget nonton film More than Blue a.k.a Seulpeumboda Deo Seulpeun Iyagi a.k.a A Story Sadder Than Sadness karena tiba-tiba saya merasa galau. Nggak tahu galau kenapa, tapi saya rindu menyaksikan kehangatan hubungan K dan Cream. Hubungan yang sebenarnya membuat hati ini campur aduk, antara jealous, terpukau, senang, kepengan-juga-seperti-itu, dan lain-lain. Menyaksikan sebuah hubungan yang ‘absurd’ tapi berasa punya cemystry. Merasakan bagaimana persahabatan dan pengorbanan campur aduk jadi satu. Yah, meskipun berakhir sedih di akhir cerita. Namun, sayang, ketika saya cari-cari lagi film itu di laptop, that movie has been lost! Ntah apa yang ada dipikiran saya waktu itu sehingga saya tega menghapus filmnya. Ah, padahal cuma film itu yang rasanya mampu mengobati galau malam ini. Film-film yang belum saya tonton padahal banyak sekali, but I’m not in the mood for watching the other movies. Jadilah saat ini saya hanya mendengar soundtrack film tersebut–No One Else–berkali-kali. Sedikit mengobati rasa rindu saya akan film itu, SEDIKIT. Anyway, saya pernah menceritakan pengalaman saya menonton film ini di sini. Boleh banget kalau mau dibaca.

©noviafrd 13072015 01:35

Penjualan Udara, dari Film The Lorax Berangsur-angsur Nyata!

image
Seperti yang selalu saya katakan di postingan sebelumnya, saya sering kali berpikir bahwa film-film buatan Amerika mengandung “maksud” tertentu. Tentu “maksud” di sini bukan tentang velue of morality tapi lebih ke secret plan for dissolve human. Konspirasi!
Mungkin salah satu dugaan saya terjawab. Beberapa waktu yang sudah cukup lama, saya menyaksikan Film The Lorax, sebuah film animasi yang menceritakan manusia kehabisan udara segar karena tidak ada satu pun pohon yang tumbuh di wilayah mereka. Parahnya, mereka harus membeli udara segar yang harganya sangat mahal.
image
And know, rasa penasaran saya sudah terjawab atas apa yang diceritakan di film karya dr. seus tersebut. Ntah harus puas karena dugaan saya terjawab atau malah sedih melihat fakta yang saya lihat.
Penjualan udara yang dulu hanya ada di film animasi The Lorax, kini benar-benar ada di dunia manusia. Penciptanya adalah Antoine Deblay. Pria kebangsaan Prancis ini memasukkan udara itu ke dalam sebuah kaleng berlabel putih. Ia pun memberi nama Air de Montcuq. Kaleng berisi udara segar itu dijual seharga 5,5 euro atau sekitar Rp 90 ribuan per kaleng.
Sigh! What the hell is this? Apakah ini awal mula udara sebagai karunia Tuhan yang sangat berharga dan bisa didapat dengan gratis, harus dibeli di kemudian hari? Sejujurnya, saya takut memikirkan ini. Bukan takut karena perkiraan saya salah, tapi takut kalau-kalau dugaan ini benar. 😦

image

Tanda-tanda itu bisa terlihat dari sekarang. Pohon-pohon berjatuhan dan dijadikan mebel, kertas, serta segala macam benda berlabel “kebutuhan manusia”. Sebagai gantinya, pohon yang jatuh itu ditukar dengan bangunan-bangunan pencakar langit, perumahan rakyat, perkantoran, dan berbagai gedung berlabel “kemajuan zaman”.
Inikah maksud film tersebut? Inikah yang direncanakan pihak-pihak “tertentu”? Bayangkan saja jika pohon sebagai produsen udara alami sudah tidak ada. Dan tiba-tiba kita disuguhi udara segar tapi berbayar? Siapkah kita untuk semua ini, kelak? []

image

source1
source2

©dilanovia 13:44 21122013

Win Win Relationship is Bullshit

image

Enggak ada memang ilmu yang membagi sebuah hubungan yang salah satunya dinamakan “win win relationship”. Bisa-bisa saya saja yang menamakannya demikian. Namun, ada alasan mengapa saya melabeli sebuah hubungan dengan nama seperti itu. Win Win lebih akrab dengan problem solution dalam ilmu sosiologi, yang dinamakan “win win solution”. Di mana kedua pihak yang bertikai dimediasi dan mendapatkan solusi yang di antara keduanya tidak ada yang dirugikan. Simpelnya seperti itu. Namun, bagaimana dengan “win win” dalam sebuah hubungan “asmara”. Apakah hal seperti itu baik? For me, NO! Kenapa? Coba bayangkan, ketika hubungan didasarkan kepada kepentingan belaka, untung-untungan kedua belah pihak belaka, apa jadinya? There’s no sincerity dalam hubungan yang demikian. Yah, kasarnya ngelepasin untung masing-masing. How sicken it is! Apakah ada ketulusan dalam hubungan seperti itu? Bagaimana ketika salah satu pasangan meminta tolong kepada pasangannya, namun karena pasangan yang satu ini tidak ada kepentingan, dia tidak mau menolong atau berat hati ingin menolong. Sigh! Nggak kebayang, deh.
Well, kalau masih belum jelas bagaimana gambaran win win relationship yang saya ceritakan ini, silahkan tonton film Letter to Juliet. Di film itu dikisahkan percintaan yang berlandaskan kepentingan belaka dari si cowok. Sophie (Amanda Seyfried) is a young American woman who works for The New Yorker as a fact checker . She goes on a pre-honeymoon with her chef fiancé Victor (Gael García Bernal ). Tapi ketika masa-masa per-honeymoon tersebut, si “win win” Victor malah melakukan aktivitas yang menguntungkan bagi dirinya sendiri. Parahnya lagi, dia terang-terangan menyatakan “win win” kepada sophie, pacarnya. Ketika Shopie meminta untuk menghabiskan waktu berdua dengan Victor, lelaki ini malah sibuk dengan urusannya. Simpelnya, dia sempat mengatakan, “kamu dengan urusanmu, aku dengan urusanku, win win, right?” WTF! Geram banget.
Walau itu sebuah film, tapi ada pelajaran yang didapat di dalamnya. When you in relationship with somebody, you must know about him/her. Terutama sifatnya. Jangan sampai udah lama-lama berhubungan malah makan hati. It’s sucks!
Menurut saya dalam berhubungan itu harus ada rasa ikhlas, rela, tulus, tanpa embel-embel “ini penting buat gue, itu gak penting buat gue, kalau nggak penting malea ah gue turun tangan.” Kalau sudah seperti itu, nggak pacaran pun nggak apa-apa kali ya 😀 At least, kalau memang benar-benar serius dengan pasangan, tanamkan dalam dirimu bahwa orang yang ada di sampingmu saat ini adalah orang yang akan menghabiskan sisa umurmu bersamanya. Meniti rintangan hidup yang ntah bagaimana badai akan menggoyahkannya. Dengan senang hatilah menolongnya. Karena ketika dia minta tolong kepadamu, ketika menumpukan harapannya kepadamu, berarti menurutnya kamulah yang bisa menjawab segala pertolongan dan harapan itu. Jangan sampai mengikis kepercayaan dan semakin memperdalam kekecewaannya.[]

True love has no expiration date.
– Sophie

True love has no “win win” word.
-Novia Faradila

dilanovia 09102013 19:51

Lirik Lagu BANANA POTATO – MINION (Soundtrack Film Despicable Me 2)

image

Sumpah ngakak denger lagu-lagu yang dibawakan oleh Minion, makhluk kuning kecil lucu milik Gru, tokoh utama dalam film Dispecable Me 2 ini.

Berikut lirik lagu Banana Potato by Minion. Cocok buat ringtone atau sms tone 😀

BA BA BA BABANANA BA
BA BA BABANANA NA NA
NA AHH

POTATO NA AH AH
BANANA AH AH

TO GA LI NO PO TA TO
NI GA NI BA LO BA NI KA
NO JI GA~ BA BA BA
BABANANA.

YO PLANO HU LA PA NO
NO TU MA BANANA LIKE
A NUPI TALAMO

BANANA BA BA POTATO
HO HOOOOOO

TO GA LI NO PO TA TO
NI GA NI BA LO BA NI KA
NO JI GA BA BA BA
BABANANAAAAAAAAA
***

Quotes of Life of Pi Movie

Awalnya saya mengira film Life of Pie yang dirilis November lalu adalah film yang mengisahkan tertang perjalanan seorang pemuda India saja. Ternyata lebih dari itu. Film ini lebih khusus mengisahkan tentang perjalanan spriritual seorang Pi yang ingin mencari Tuhan sejatinya. Ya, walaupun dalam scene penemuan spiritual ini adegan dan settingnya  sedikit kurang mengena dan kurang masuk akal, tapi saya suka dengan beberapa kutipan yang ada di film yang diproduseri oleh Ang Lee tersebut. Ini dia kutipannya..

Saat Tuhan terlihat seperti menelantarkanku, dia mengawasiku.

Bahkan saat Dia terlihat tidak peduli dengan penderitaanku, dia mengawasiku.

Dan saat tidak ada harapan hidup, dia berikan aku yang tersisa.

Dan memberikanku tanda untuk melanjutkan perjalananku.

Saya setuju dengan kalimat-kalimat tersebut. Kalimat tersebut mengajarkan kita bagaimana berpikir positif dengan kehidupan, dengan Tuhan sebagai sang pencipta. Banyak orang-orang yang menyalahkan Tuhan tentang penderitaan yang mereka alami. Tanpa sadar bahwa mereka adalah makhluk yang diberi akal dan nurani untuk bisa berusaha dan bertahan hidup. Seperti pertahanan hidup seorang Pi 🙂 []

©dilanovia 04022013 00:57