Ringkasan Kajian Akhwat Aljannah 3 Desember 2015 – Perihal Harta

harta-tahta

Kitab Zuhud dan Riqaa’iq – Hadist 14: hal-hal yang ditakutkan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Kemilau harta, jika manusia bergelimang harta.

2. Harta memiliki kemampuan dan kekuatan agar manusia lalai dari Allah dan menghancurkan manusia.
> Baca surat At Takasur > Tren tersebut sampai pada manusia masuk ke dalam kubur

3. Pada saat kita mendapatkan harta, kita tidak boleh senang 100%, harus ada rasa khawatir di dalam diri karena mendapatkan harta juga termasuk cobaan dan ujian.
Ada empat pertanyaan mengenai harta: seberapa harta yang dimiliki, dari mana diperoleh, untuk apa harta tersebut digunakan.
Pada hari kiamat, semua nikmat yang diberikan Allah kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya.
> Baca surat AL Fajr > Harus ada perasaan khawatir sebagai alat kontrol dalam menggunakan harta.
> Baca Surat Al Maidah ayat 93 > tidak ada dosa pada makanan dan minuman halal yang dikonsumsi orang yang beriman dan beramal shaleh, bertaqwa, dan berbuat baik. Inti dari ayat ini adalah ketaqwaan seseorang. Makanan tersebut berubah menjadi dosa di hari akhirat ketika kita tidak bertaqwa.
Contoh: ketika makan di restoran, si A memesan sate, si B memesan Bakso, si C memesan nasi goreng. Saat itu azan magrib berkumandang. Namun, mereka masih makan dan bercengkrama sehingga tak sadar sudah azan isya. Makanan tersebut menjadi dosa karena mengakibatkan mereka lalai olehnya.

4. Orang-orang yang diberi kemiskinan oleh Allah tidak boleh hasad kepada orang yang diberi kekayaan, tidak boleh berkecil hati, dan berbaik sangkalah kepada Allah.
Kemiskinan adalah cobaan, nikmat harta juga cobaan. Namun, ujian dan cobaan yang paling berat adalah harta. Melihat orang kaya tidak boleh iri, karena mereka sedang diuji oleh Allah. Justru doakan mereka agar mereka lolos dari ujian tersebut.

Sikap manusia ketika memilki harta:
– Infakkan harta di jalan Allah
– Tawadlu, konsepkan bahwa harta adalah cobaan, jadi kenapa harus bangga
– Gunakan untuk beribadah kepada Allah WST: zakat, umrah, haji, bantu untuk dakwah.
Boleh membeli atau memiliki barang mahal dan bagus asal tidak berlebihan dan tujuannya hanyalah untuk membuat Allah senang. Karena Allah senang melihat umatnya memanfaatkan nikmat yang telah diberikanNya untuk umatNya. Bukannya membeli barang bagus dan mahal untuk tujuan pamer ke orang lain.[]

Kajian disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc.
Yayasan Aljannah, Kamis, 3 Desember 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: