Aku, Kau, Mereka, Kita, Beruntung di Jalan Masing-Masing

image

Siang tadi saya mengikuti tes potensi calon pegawai di salah satu bank BUMN di Pekanbaru. Peserta yang mengikuti tes ini (yang lulus tahap pertama/administrasi) berjumlah sekira 305 orang. Posisi yang saya lamar sebagai teller. Tapi jangan dikira saya paham bagaimana menjadi seorang teller atau masalah perbankan lainnya. Sama sekali tidak paham, ntah itu istilah atau apalah namanya.
Awalnya, melamar di bank ini hanya bermodal nekad (walau tidak nekad-nekad amat) karena kontras sekali dengan bidang yang saya geluti selama di bangku kuliah. Saya lebih banyak berkutat di bidang media massa, tulis-menulis, pokoknya segala hal yang berhubungan dengan dunia jurnalisme. Namun, pikiran ini “mengompori” keyakinan hati. “Banyak kok yang bukan lulusan Akuntansi atau Manajemen bekerja di bank. Kalau mereka bisa, pasti kamu juga bisa”. Yah, begitulah kira-kira.
Saya kembali merenungi hal itu. Memang benar, banyak yang bukan jebolan sekolah-sekolah perbankan bisa bekerja di bank. Begitu juga, banyak yang bukan lulusan Ilmu Komunikasi, juga bisa bekerja di media sebagai wartawan dan sebagainya. Yah, semua itu kembali lagi pada soft skill yang kita miliki.
Dalam perjalanan pulang, saya bertanya-tanya dalam hati, siapa yang akan lulus dan mengikuti tes selanjutnya? Dari 305 orang yang lulus seleksi administrasi, berapa orangkah yang harus didepak? Apakah yang didepak itu termasuk saya? Atau malah saya termasuk yang lulus?🙂 Yah, rentetan pertanyaan itu bertubi-tubi menyerang pikiran ini.
Ada sebuah kekhawatiran memang di hati ini. Sama seperti beberapa waktu yang lalu, saya juga pernah mengikuti tes masuk calon pegawai salah satu lembaga negara (yang pasti bukan PNS), namun saya gagal. Ada rasa sakit di hati ini karena apa yang saya dambakan tidak tercapai. Lebih sakit lagi ketika belum bisa membuat orang tua saya merasa berada “di posisi aman” karena anaknya ini belum bekerja (tetap).
Namun, dalam perjalanan pulang itu, ada hal lain yang kembali menguatkan saya, yakni masalah “keberuntungan”. Mungkin kita pernah berpikir, beruntung sekali mereka yang lulus dan diterima di perusahaan A, B, C, D sementara kita yang mengikuti tes yang sama, tidak lulus. Hei, ingatlah. Kita juga pernah mengalami hal serupa seperti mereka. Ingatlah ketika masuk perguruan tinggi dulu. Kita bisa mengalahkan puluhan ribu “pesaing” kita. Kita bisa lulus di universitas nomor satu yang kita dambakan. Sementara yang lain harus puas masuk universitas “nomor dua”, universitas swasta, bahkan tidak bisa melanjutkan kuliah!
Hei, ingat, kita ini beruntung. Namun, untuk sekarang, untuk level kehidupan yang lebih berat ini, keberuntungan itu mungkin tidak kita dapat SEKARANG. Tapi, ia sedang menanti kita di waktu yang tepat. Tuhan sedang membimbing kita ke jalan keberuntungan yang lebih indah lagi. Berjuanglah, optimislah!
Yah, pikiran-pikiran semacam itu yang acap kali membuat saya bangkit dan yakin, SAYA-ADALAH-MANUSIA-YANG-BERUNTUNG. SAYA-ADALAH-MANUSIA-YANG-DIKARUNIAI-TUHAN-DENGAN-PENUH-KEBERUNTUNGAN. Ya, saya, kamu, mereka, kita semua adalah manusia yang beruntung. Namun, keberuntungan kita berada di jalan masing-masing dan tentu tak sama. Mungkin ketika kita mengikuti tes masuk perusahaan A tidak lulus, YAKINLAH ada sebuah kursi kosong di perusahaan B yang sedang menanti untuk kita duduki, atau YAKINLAH rezeki kita ada di tempat lain yang tidak terduga sebelumnya. Rezeki dan keberuntungan dari Tuhan takkan tertukar! Well, my conclusion adalah keberuntungan itu tergantung bagaimana kita memaknainya.[]

“Aku pasti bisa menikmati semua dan menghadapinya. Aku yakin pasti bisa” -Citra Scholastika

©dilanovia 19:15 18102013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: