GALAU

rain-drops-336527-300x225

Beberapa dekade belakangan ini kata galau begitu populer dan selalu identik dengan perkara asmara. Apa-apa galau, dikit-dikit galau. Lagi suka, galau. Lagi patah hati, galau. Well, mungkin kita akan merasa malu, setelah mengetahui galaunya para salafus sholeh itu seperti apa…..

Imam At-Tirmidzi, beliau menangisi amalan-amalannya hingga buta menjelang akhir hayatnya. Kendati beliau seorang ulama hadist, tetap saja beliau merasa sangat kurang dalam beramal dan sangat banyak dosanya, hingga tak kuasa menahan tangisnya.

Imam An-Nawawi, beliau khawatir begitu banyak amanat ummat yang dibebankan kepadanya, hingga beliau tidak berkesempatan menikmati surga dunia, yakni menikah.

Bilal bin Rabbah, tidak ingin lagi mengumandangkan adzan setelah wafatnya Rasulullah karena tidak kuasa menahan tangisnya yang jusru akan membuatnya semakin rindu kepada Rasulullah.

Galau karena dilanda asmara itu receh! Itu terlalu kekanak-kanakan. Simpan galaumu untuk memikirkan kondisi umat yang semakin dilanda keterpurukan.

Disarikan dari buku yang berjudul #mngrskntgskl

Jakarta, 14012019

❤ Dila

Bertetangga di Surga

Pernahkah engkau merasa canggung untuk menghubungi seseorang yang pada mulanya seseorang tersebut adalah orang yang dekat denganmu ? Oh… tidak. Saya tidak sedang membahas mantan pacar anda di sini. Ini lebih kepada: sahabat, teman-teman terdekat.

Di awal mula ketika engkau menyadari akan memasuki masa pra dewasa, maka boleh jadi engkau termasuk di antara yang gemar akan memperbanyak teman. Namun pada masa itulah, engkau akan menjumpai yang sejalan dengan hatimu. Tidak banyak. Mungkin hanya satu atau dua. Namun tidak sampai lima. Rasululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda

Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang berkumpul (berkelompok). (Oleh karena itu), jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berbeda (berpisah) [Al-Bukhari no. 3336] . . .

Pada masa itu, kita boleh jadi didekatkan dengan orang-orang yang ditakdirkan menjadi teman, atau bahkan sahabat. Karena merekalah yang sejiwa dengan kita. Ruh dengan tipe yang serupa. Namun seiring lengan jam dinding bergerak memutar, ketika itulah para pemilik nafas itu terpahat, di tempat yang berbeda. Di bumi yang berupa-rupa. Lalu pelan-pelan ikatan itu memudar.

Dulu, boleh jadi seorang dengan seorang lainnya akan selalu membersamai satu dan lainnya. Namun kini, untuk kembali menyapa saja, sudah segan.

Dan, apa kabar engkau di sana duhai kawan? rekan jauh? Semoga baik-baik saja. Mudah-mudahan kelak kita bertetangga di Surga.[]

*Disadur

❤ Dila

16122018 2325

Hakikat Kaya

Hakikat “kaya” itu bukan terletak pada banyaknya harta, namun hakikat “kaya” sesungguhnya terletak pada banyaknya AMALAN. Karena yang dibawa mati bukan harta, tapi amal sholeh.

Oleh karena itu, Rasullullah mengatakan kepada para sahabat tentang orang yang “muflis” alias orang yang bangkrut. Orang yang bangkrut bukanlah orang yang tidak memiliki harta atau orang yang banyak hutang.

Namun, orang yang bangkrut adalah orang yang di akhirat membawa banyak amalan tapi amalan tersebut habis ia berikan kepada orang lain akibat kezoliman yang ia lakukan di dunia (mencaci orang, memfitnah orang, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, dan memukul orang lain). Jika amalan tersebut belum mampu membayar dosa-dosanya tersebut, maka dosa orang yang ia zalimi akan ditimpakan kepadanya. Setelah itu dia dimasukkan ke neraka. Na’udzubillahi mindzalik!

*disarikan dari Kajian Ust. Abu Ihsan Al-Atsary di Masjid Nurul Amal, Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Tambahan penulis…

Dari hal tersebut kita dapat mengambil ibrah bahwa pentingnya menjaga hubungan dengan sesama makhluk (hablumminanaas). Janganlah kita terlibat perkara dengan manusia lain dan perkara tersebut belum tuntas di dunia sehingga menyulitkan kita nantinya di akhirat. Seperti hutang, mencaci-maki, ghibah, mencuri, dan lain sebagainya.

Subhanallah, betapa beratnya berurusan dengan makhluk! Jika kita bermaksiat dengan Allah al Jabbar, kita bisa memohon ampunan, maaf, dan bertaubat. Dan sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Tapi, lain hal jika berurusan dengan manusia. Manusia (dengan segala kekurangan) banyak yang sulit memaafkan kesalahan orang terhadapnya. Lisannya boleh berucap “oke, saya maafkan”, namun hatinya tidak ikhlas, perkara tersebut tidak pernah sirna dari ingatannya. Subhanallah, sungguh manusia itu lemah sekali.

Oleh karena itu, (nasihat untuk diri saya pribadi khususnya), penting sekali bagi kita agar dapat menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Jika memang kita pernah berbuat salah, maka tuntaskan perkara tersebut di dunia. Jika orang yang pernah kita zalimi sudah wafat atau benar-benar lost contact, maka doakan yang terbaik untuknya kepada Allah. Jangan sampai kita menjadi orang yang muflis. Na’udzubillahi min-dzalik. Semoga Allah tidak menggolongkan kita sebagai orang-orang muflis di akhirat kelak. Aamiin.[]

©noviafaradila 30092018 1313

Dan Pada Akhirnya…

Finally, hari yang dinanti datang juga! I celebrate graduation with mixed emotions. I’m extremely delighted to have graduated with a cum laude, yet also saddened by the fact that me and my beloved friends, have to part ways. Each and every one of us will continue our life and sadly, we won’t be seeing each other for long time.

Selama satu setengah tahun saya menghabiskan waktu bersama hiruk pikuk kehidupan kampus. Banyak sekali kenangan indah yang saya lalui dengan teman-teman tercinta. Mulai dari hal-hal yang serius hingga hal-hal konyol yang membuat kami lupa bahwa kami adalah mahasiswa S2, hehehe…

IMG_20140820_145156

Masa-masa awal kuliah, semua mahasiswa diwajibkan mengikuti matrikulasi. Kalau tidak salah ini matrikulasi metode peneliian. Dosennya diurutan kelima dan keenam dari kanan. Masih mirip mahasiswa ya, hehe…

 

20150314_074256

Alhamdulillah, selama belajar kita sempat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat ke sekolah-sekolah yang ada di sekitar lingkungan kampus, jadi ilmunya nggak dimakan sendiri 🙂 Nggak usah repot-repot cari saya di dalam foto ini, dijamin nggak bakalan ketemu karena saya yang tukang fotonya.

 

IMG_0710

Bapak Budi adalah salah satu dosen favorit saya. Beliau mampu mentransfer ilmunya kepada mahasiswanya dengan sangat baik. Padahal kuliah yang dia berikan adalah Sistem Dinamik. Kebayang kan betapa sulinya mata kuliah ini. Ibaratnya kalau pas belajar ini cuma bawa otak setengah, kia bisa gila, hehe… Salah satu kebiasaan beliau pada saat mengajar adalah membawa kamera SLR dan di akhir kelas dia pasti akan jeprat-jepret kami sekelas. Katanya untuk penilaian.

 

IMG_20150309_222934

Ini adalah pengalaman kami bernyanyi (dengan suara pas-pasan, pastinya) yang disaksikan oleh ribuan pasang mata dari Aceh – Papua di acara Rakornas BNPB di Jakarta. Banyak banget hal-hal lucu saat kami latihan untuk mempersiapkan penampilan ini. Ah, I’ll never forge it! 😀

 

IMG_0475

Salah satu kegiatan kampus, kunjungan ke Dittopad. Saya merasa bersyukur banget dengan adanya kegiatan ini karena pas banget dengan masalah penelitian yang saya angkat, yakni wahana tanpa awak (alias drone/UAV) jadi bisa tahu lebih banyak tentang teknologi satu ini.

 

IMG-20141112-WA0004

Surprise dari teman-teman kelas di ulang tahun saya yang ke-24. Really moved! Ini adalah tradisi di kelas Manajemen Bencana Cohort 5, di mana jika ada yang berulang tahun, itu berarti bakalan ada tiup-iupan lilip dan coel-coelan fla kue, haha…

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sempet-sempetnya “melarikan diri” di Hongkong menikmati suana malam di sana, saat yang lainnya lagi transit di bandara. Kalau inget kejadian ini suka ketawa sendiri. Kita cuma punya modal nekat buat jalan-jalan kompak. Berpacu dengan waku biar nggak ketinggalan pesawat. Biar nggak ada yang hilang, kia bikin semacam patokan yakni bendera merah putih. Jadinya, berasa satu induk ayam mengiringin sembilan anak-anaknya deh.

 

IMG_3004

Dari sekian banyak mahasiswa Unhan, ketemu juga urang-urang minang di sini, sekelas pula! Hehehe.. Uni Iil, Uni Neni, Uda Dasril. Foto kece ini diambil saat kegiatan Upacara 17 Agustus di Kedubes RI untuk Tiongkok saat KKLN ke Tiongkok, China.

IMG_20150812_142722

Mau lihat wajah-wajah cerah sehabis ujian proposal? Lihatlah wajah-wajah cerah kami! Hohoho..

 

IMG_20150806_003724

Ada keseruan tersendiri saat mempersiapkan proposal penelitian bersama teman-teman. Kebetulan dosen pembimbing saya dan mereka sama, jadinya kita kompakan buat belajar bareng. Begadang, siapin snack buat kampung tengah kalau-kalau dia minta makan, dan kamar saya seperti kapal petjah…

IMG_20151122_165918

Di sela-sela tesis, ada satu tugas lain yang harus diselesaikan yakni penelitian prodi. Dan rumah Ibu Kaprodi menjadi base camp kami. Hehehe… I’m glad to be a part of it.

 

11223516_10204738459047128_7343984554057539681_o

Gathering satu kelas di Kebun Raya Bogor sambil tuker-tukeran kado juga. Ada yang dapet payung, handuk, tumbler, tempa sampah, syukuuur saya dapet jam tangan, hahaha..

 

IMG_20160316_095150

Huaa.. this moment… yeah.. this moment! Satu jam yang dilewati dengan sempurna. Foto ini diambil sesaat setelah sidang tesis. Alhamdulillah sidangnya berjalan dengan lancar, meskipun salah satu pembimbing saya tidak dapat hadir. Dari kiri: Kolonel Sus Drs. Khaerudin, MM., Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si., APU., saya, Kolonel Laut (KH/W) Dra. Christine Sri Marnani, M.A.P., Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Thank you very much untuk Kolonel Lek. Dr. Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, S.T., M.T, selaku pembimbing kedua yang telah banyak memberikan arahan dan pemikiran-pemikiran cerdasnya, tidak hanya untuk tesis saya, tapi juga untuk pola pikir saya. To be honest, I enjoy every moment when we discuss, Sir.

 

IMG_20140105_191125

Tesis yang saya kerjakan dari nol hingga menjadi seperti ini. Saat itu benar-benar kerja keras. Kerja keras memperoleh data, kerja keras menemui para informan, apalagi kerja keras melawan malas. I ENJOY THE PROCESS 🙂

12967278_10208036959235562_2648008397810678336_o


Foto bareng Ibu Kaprodi kece sehabis penutupan pendidikan di auditorium kampus

Dan pada akhirnya… saya wisuda, sodara-sodara!

IMG_20140104_184704

Saat prosesi wisuda di Aula PMPP – Kamis, 14 April 2016

 

13041140_1293448667351963_1668018743321383094_o

Wisuda lalalalala….

 

IMG_20140104_212232

Orang tuaku tersayang. Alhamdulillah, di usia mereka yang semakin bertambah saya masih bisa memberikan hadiah istimewa ini kepada mereka, meskipun belum berupa uang apalagi tahta. Mereka juga tidak muluk-muluk minta ini itu kepada saya, yang penting dapat pekerjaan yang halal, menikah, dan ngasih cucu, hihihi..

 

IMG_0927

Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucap syukur kepada Allah yang telah memberikan saya kesempatan untuk kuliah di kampus ini. Seneng banget rasanya dapat mengenakan almamater merah marun ini. Alhamdulillah.

Well, well, wisuda bukanlah akhir dari segalanya. Seperti kalimat klasik yang sering diucapkan para wisudawan wisudawati, perjuangan bukan berakhir di sini, tapi perjuangan dimulai dari sini. Nggak terasa tanggung jawab pun semakin bertambah karena telah ada dua gelar di belakang nama. Semoga terus bisa move on dari yang baik ke lebih baik lagi.

Anyway, untuk ibu, bapak, kakak, abang, dan teman-temanku di kelas MB Cohor 5, I’ll miss you guys, semoga kita semua dapat menjalani kehidupan dengan sukses. Terima kasih atas sharing dan pengalaman yang telah kalian berikan kepadaku. Semoga ibu bapak yang TNI/PNS cepet naik jabatan, yang belum bekerja cepet dikasih kerjaan, yang sudah merid cepet dikasih momongan, yang belum merid cepet dikasih jodoh, dan yang belum punya pacar, jangan pacaran! Kalian sudah berada di jalan yang benar. Hahaha… []

dilanovia 24042016 18:24

The Book of Life

time-and-life-quote-hd-wallpaper-1920x1080-1851

Ini bukan cerita tentang film “The Book of Life” yang disutradarai oleh Jorge Gutierrez, yang mengisahkan tentang Manolo dan Maria sang pujaan hati. Ini adalah secuil kisah dari lembaran buku kehidupan, di mana Tuhan-lah sang sutradara, dan saya aktornya. Well, baru sekitar tujuh bulan saya meninggalkan si kota bertuah, tapi tampaknya banyak cerita kehidupan yang telah berubah. Mungkin ini yang dinamakan rahasia illahi. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi pada diri ini, esok atau lusa. Sejak menetap di ‘Tangkil Hill’ ini, dapat kabar manis asam asin kaya permen nano-nano itu jadi hal yang biasa. Ada bahagia, ada duka. Ada yang datang, dan ada juga yang pergi. Setiap dapat kabar itu memang bikin terapi jantung. Antara kaget bahagia dan kaget duka. Barusan saya mendapatkan informasi bahwa adik dari sahabat kecil saya, sudah tiada. Ah, rasanya nyess banget! Siapa yang mengira? Tidak ada yang menduga kepergiannya. Yah, begitulah kehidupan. Kapan pun harus menyiapkan diri untuk mendengar kabar-kabar dari keluarga, sahabat, rekan-rekan, ntah itu dari sosial media atau kabar langsung dari mereka. Sekali lagi hal ini sangat menguatkan sebuah kutipan lama, bahwa hidup tidak ada yang abadi, karena yang abadi adalah ketidakabadian itu sendiri. Namun, dari semua itu, yang sangat saya sesalkan adalah saya tidak bisa hadir di antara mereka. Tidak bisa merasakan kebahagian dan keceriaan mereka, atau tidak bisa menjadi bahu untuk mereka yang sedang tertimpa musibah :(. Hanya doa dan harapan yang bisa saya berikan. Mungkin mereka tidak tahu, dan bahkan tidak perlu tahu. Namun, semoga Tuhan mengabulkan doa dan harapan itu, untuk kalian; keluarga, sahabat, dan teman-temanku.[] *Untuk sahabat kecilku yang malam ini kehilangan adik tercinta, aku turut berduka. Aku memang tidak tahu bagaimana sebenarnya rasa yang kau rasa saat ini. Tapi, kuberharap arwahnya tenang di alam sana. Amin. ©dilanovia 06022015