Hindari Sedih dan Perasaan Negatif yang Berlebihan

Dalam ilmu kedokteran Tiongkok ada istilah 7 perasaan, yaitu: gembira, marah, khawatir, sedih, takut, shock (kaget), dan pikiran.

Ilmu kedokteran Tiongkok percaya bahwa psikologis seseorang erat kaitannya dengan organ organ tertentu dan aliran energi.

Energi di jantung mendukung kebahagiaan, energi hati terpakai untuk marah; energi limpa terpakai untuk khawatir dan berpikir; energi paru-paru untuk kesedihan; energi ginjal untuk takut dan kaget.

Oleh karena itu, terjebak dalam suasana hati tertentu terlalu lama akan mengkonsumsi banyak energi di organ terkait dan dapat menimbulkan kerusakan.

Sebagai contoh, bila hati terluka karena terlalu banyak marah, maka lambung dan limpa akan terkena juga.

Duka yang berkepanjangan, terlalu banyak kesedihan yang terlalu lama, mengkonsumsi energi di paru-paru dan dapat menyebabkan sesak napas. (ada yang pernah berantem sama pacar dan menangis, lalu sesak nafas? itu contohnya) :p

Terlalu banyak memikirkan masalah dan kesedihan akan menyebabkan energi di limpa mengalami kemandekan. Hal ini dapat berakibat buruk pada nafsu makan dan tidur. Seiring waktu hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi lebih gelap 😦

Well, keep smile, be happy, be positive!

*sharing is caring 🙂

©dilanovia 24052013 01:11

Advertisements

Aku Takut Menjadi Dewasa

image

Dan tiba-tiba aku takut menjadi dewasa. Pikiran kacau ini tidak bisa membuatku tidur. Jangankan tidur, memejamkan mata saja aku tak sanggup. Yang ada dibenakku saat ini adalah aku takut menjadi dewasa.
Aku teringat keluargaku, keluarga kecilku maupun keluarga besar yang ada di kampung sana. Aku teringat bagaimana mereka menjalani kerasnya hidup dan itu membuatku tidak tahan.
Bagaimana jika satu per satu mereka telah tiada? Sedangkan aku terbiasa dimanja. Bagaimana hidupku kelak? Apalagi aku keturunan pertama dari keluarga besarku. Bagaimana jadinya aku, dan adik-adiku, dan sepupu-sepupuku?
Aku takut menjadi dewasa. Menjadi tumpuan oleh keluargaku. Sedangkan aku juga butuh tumpuan. Tapi pada siapa aku bisa bertumpu? Pada siapa aku berkeluh kesah ketika orang yang aku sayangi kelak sudah tiada.
Kadang kupikir aku benci menjadi dewasa. Aku takut menghadapi kerasnya hidup. Aku adalah seorang  pengecut yang tak tahu apa-apa tentang kejamnya kehidupan.
Aku takut menjadi dewasa. Aku takut kehilangan orang-orang yang aku sayang, menggantikan posisi mereka menjadi dewasa dan tua. Aku takut, benar-benar takut. Aku takut kehilangan mereka, mereka yang benar-benar mengerti aku. Lantas ketika kau kehilangan orang yang bisa mengerti akan dirimu, pada siapa kelak kau akan mengadu? Berkeluh kesah tentang kehidupan dewasa? PADA SIAPA?
Aku takut menjadi dewasa 😦

©dilanovia 07012013 00:39