The Book of Life

time-and-life-quote-hd-wallpaper-1920x1080-1851

Ini bukan cerita tentang film “The Book of Life” yang disutradarai oleh Jorge Gutierrez, yang mengisahkan tentang Manolo dan Maria sang pujaan hati. Ini adalah secuil kisah dari lembaran buku kehidupan, di mana Tuhan-lah sang sutradara, dan saya aktornya. Well, baru sekitar tujuh bulan saya meninggalkan si kota bertuah, tapi tampaknya banyak cerita kehidupan yang telah berubah. Mungkin ini yang dinamakan rahasia illahi. Kita tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi pada diri ini, esok atau lusa. Sejak menetap di ‘Tangkil Hill’ ini, dapat kabar manis asam asin kaya permen nano-nano itu jadi hal yang biasa. Ada bahagia, ada duka. Ada yang datang, dan ada juga yang pergi. Setiap dapat kabar itu memang bikin terapi jantung. Antara kaget bahagia dan kaget duka. Barusan saya mendapatkan informasi bahwa adik dari sahabat kecil saya, sudah tiada. Ah, rasanya nyess banget! Siapa yang mengira? Tidak ada yang menduga kepergiannya. Yah, begitulah kehidupan. Kapan pun harus menyiapkan diri untuk mendengar kabar-kabar dari keluarga, sahabat, rekan-rekan, ntah itu dari sosial media atau kabar langsung dari mereka. Sekali lagi hal ini sangat menguatkan sebuah kutipan lama, bahwa hidup tidak ada yang abadi, karena yang abadi adalah ketidakabadian itu sendiri. Namun, dari semua itu, yang sangat saya sesalkan adalah saya tidak bisa hadir di antara mereka. Tidak bisa merasakan kebahagian dan keceriaan mereka, atau tidak bisa menjadi bahu untuk mereka yang sedang tertimpa musibah :(. Hanya doa dan harapan yang bisa saya berikan. Mungkin mereka tidak tahu, dan bahkan tidak perlu tahu. Namun, semoga Tuhan mengabulkan doa dan harapan itu, untuk kalian; keluarga, sahabat, dan teman-temanku.[] *Untuk sahabat kecilku yang malam ini kehilangan adik tercinta, aku turut berduka. Aku memang tidak tahu bagaimana sebenarnya rasa yang kau rasa saat ini. Tapi, kuberharap arwahnya tenang di alam sana. Amin. ©dilanovia 06022015

Advertisements

Catatan Akhir Bulan

We are in the end of January. Nggak kerasa udah sebulan aja kita hidup di tahun 2013 ini. Pernah terpikir nggak apa yang sudah kita lakukan selama sebulan ini? Bermanfaat atau tidak? Atau selama 31 hari ini adakah pencapaian kita atau nihil sama sekali?
Well, kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya, jawabannya ‘ya’ dan ‘tidak’. Senang rasanya kalau ada hal-hal yang dilakukan bermanfaat untuk kita dan orang lain. Kita mendapatkan apa yang kita inginkan, kita senang, kita tersenyum bahagia.
Tapi, ada kalanya suatu hal yang menjadi target kita yang belum bisa didapat. Dan saya sedikit galau akan hal ini. Sebagai mahasiswa di semester-semester akhir, Anda pasti tahu apa yang saya maksud.
Kata orang semuanya sudah ada jalan. Ya, saya setuju akan hal itu. Tapi, pikiran, perhatian, semuanya tetap tertuju kepada hal itu. Kapan? Kapan? Kapan? Pertanyaan itu yang selalu terngingang di benak saya. Saya baru tahu begini rasanya memperjuangkan apa yang sudah saya dapatkan selama kurang dari empat tahun terakhir. Benar-benar butuh kesabaran.
Tapi, ada satu keyakinan yang amat kuat sekali yang dari dulu saya pegang. “Segala seauatu yang kita perbuat, akan dibalas dan mendapatkan hasil sesuai dengan perbuatan  itu”. Artinya, ketika kita berusaha keras, sungguh-sungguh, diiringi dengan doa dan harapan, maka akan ada hal manis yang kita petik nantinya. Semoga yang demikian juga bisa saya rasakan di ujung pertengahan tahun ini 🙂 []

©dilanovia 31012013 19:11