Renungan Jumat

 Pengalaman yang sudah-sudah jelas-jelas menunjukkan bahwa mencintai makhluk itu banyak yang berujung luka. So, to the point saja. Intinya adalah saat ini dan seterusnya bagaimana caranya terus mendekatkan diri kepada Allah dan semakin mencintai-Nya. Ada dua perbedaan. Pertama, ketika mencintai Allah, wujud yang dicinta itu tidak ada, tak terlihat rupa atau raganya (bukankah kita tidak bisa melihat Allah?). Sementara, yang kedua, ketika mencintai makhluk, kita bisa dengan “bebas” melihat tampan/cantik parasnya, mendengar suaranya, berjalan berdampingan dengannya, dan melewati hari-hari bersamanya.

Sadar atau tidak, cinta sejati adalah cinta kepada Allah. Di sini bukan sekedar cinta “kepada” Allah-nya, namun makna yang lebih penting dari itu adalah mencinta-kepada-apa-yang-sama-sekali-tidak-pernah-kita-lihat-wujudnya. Kita cinta karena kita benar-benar cinta. Bukan jatuh cinta setelah melihat paras dan raga. Bukan jatuh cinta setelah melihat gigihnya usaha. Bukan cinta karena harta dan tahta. Bukan cinta karena kecerdasan. Atau jatuh cinta karena banyak kesamaan.

Sebagai makhluk saya banyak sekali keterbatasan. Berupanya mencintai Allah dengan sepenuh hati, namun nafsu akan cinta kepada makhluk mengalahi cinta kepada Sang Pencipta. Katanya cinta, namun hati ini sering kali tidak setia, melawan aturannya atau secara sadar mengabaikan larangan-Nya. Bahkan, menyandingkan cinta kepada makhluk yang notabenenya terbatas, dengan Dia yang tanpa batas. Padahal Dia dan makhluk ciptaan-Nya sangat tidak pantas disandingkan. More

Advertisements

Andai Aku Bisa

Andai aku bisa..
aku ingin memutar waktu
menata ulang hidupku
menyusun kembali langkah-langkahku
menggambar kembali jalanku
ketika aku kecil, misalnya
aku ingin mendalami ilmu agama
menghafal berbagai macam doa
mengetahui kisah para nabi dan rasulNya
mendalami seni membaca Alquran
aku ingin menempuh pendidikan di sekolah agama, pesantren misalnya
bukan di sekolah negeri yang minim pendidikan agama
ingin sekali aku mengecap pendidikan di pesantren
diajarkan segala hal tentang Islam
menjadi manusia yang berbudaya Islam
diajarkan menjadi hamba Allah yang senantiasa tawakal
dituntun menjadi hambaNya yang beriman dan bertaqwa
diajarkan bagaimana menjadi muslimah yang menjaga marwah
Sekarang, ini lah aku!
aku yang tipis ilmu agama
yang kagum melihat pengetahuan seseorang yang luas ilmu agamanya
yang terkadang masih meraba, “apakah ini sudah tepat atau masih salah”
aku, hamba Allah yang sangat standar
standar akidahku
standar ibadahku
standar imanku
standar!
Andai aku bisa…
aku ingin menata ulang hidupku
agar sedari dini aku begitu dekat, mengenalMu..[]

©dilanovia 200213 16:39