Mata dan Hati

Ketika kulupakan cinta, mataku sampaikan kabar gembira kepada hatiku

Hatiku berkata,

“Ini kegembiraan kita berdua

Aku terbebas dari malam-malammu ketika kau susah tidur

Dan kau pun membebaskan diriku dari cengkeraman rindu dan nyeri

Kita berdua layak hidup abadi

Tapi jika kau kembali, maka…

Tidaklah mungkin cinta dapat membuat kau dan aku abadi

~Kitab Raudhatul Muhibbin, 127-128

©novia.faradila 10082018 2225

Orang yang Enggan (Masuk Surga)

Oleh Syaikh DR. Malik Husein Syaban (penerjemah Ustadz Novriadi)

Orang yang enggan (dalam hadist riwayat Abu Hurairah: “Sesungguhnya umatku AKAN MASUK SURGA kecuali yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga”)
.
Orang yang enggan masuk surga adalah orang yang menyelisihi apa yang disampaikan oleh Rasulullah, tidak mentauhidkan Allah, berpaling dari perintah Allah dan RasulNya, serta yang menjerumuskan dirinya kepada apa yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
💝
Lima perkara yang kita jaga saat kita menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yakni agama, jiwa/diri, keturunan, akal, dan harta.
💝
– berupaya menjaga #agama: ketika Allah dan Rasulullah memerintahkan untuk bertauhid, menjauhi syiriq, dan menjauhi bid’ah
– berupaya menjaga #jiwa/diri: ketika Allah dan Rasulullah memerintahkan memakan makanan yang baik, dan melarang bunuh diri
– berupaya menjaga #keturunan: ketika Allah dan Rasullullah memerintahkan umatnya untuk menikah dan mengharamkan zina dan perbuatan kaum Nabi Luth
– berupaya menjaga #akal: ketika Allah dan Rasulullah memerintahkan makan makanan yang baik, minum minuman yang baik, melarang memakan bangkai dan minum khamr
– berupa menjaga #harta: ketika Allah dan Rasulullah memerintahkan mencari harta dijalan yang halal dan mengharamkan mencari harta dg jalan riba dan curang.
💝
Jika kita menjaga yang lima ini, maka hal ini akan membawa keberuntungan di dunia dan akhirat, begitu pula sebaliknya. Dan perkara yang paling PENTING dari lima hal ini adalah perkara #agama (ad-diin)
***

Marhaban Ya Sya’ban

✨ Marhaban ya Sya’ban ✨
Bulan Sya’ban, bulan yang sering ‘dianaktirikan’ karena berada di antara dua bulan mulia, Rajab dan Ramadhan. Padahal bulan ini tak kalah pentingnya dibandingkan bulan-bulan yang lain.
🌷
Bulan Sya’ban adalah bulan dimana seluruh amal perbuatan manusia selama satu tahun diangkat kepada Allah subhanahu wa ta’ala (HR. Tirmidzi). Untuk itu, mari kita flash back bagaimana kondisi amal-amal kita pada satu tahun terakhir:
🔸Bagaimana sholat wajib kita?
🔸Bagaimana bacaan Al qur’an kita?
🔸Bagaimana dzikir pagi petang kita?
🔸Bagaimana sholat rawatib kita?
🔸Bagaimana puasa senin-kamis kita?
🔸Bagaimana puasa ayamul bidh kita?
🔸Bagaimana muroja’ah hafalan qur’an kita?
🔸Bagaimana infaq dan sodaqoh kita?
🌷
Mari kita renungkan, ingat-ingat kembali, hisab diri sendiri, bagaimana kondisi dan kualitas amalan tersebut dan amalan-amalan lainnya di satu tahun terakhir. Jika amalan tersebut masih kurang, PANTASKAH KITA TERTAWA DI BULAN SYA’BAN INI SEMENTARA AMALAN KITA MASIH SANGAT SEDIKIT?
🌷
Jadikan bulan Sya’ban ini sebagai bulan untuk meningkatkan amal dan kualitas amal. Beberapa caranya, yakni:
🔸Perbanyak puasa sunnah
🔸Perbanyak membaca Al Qur’an
🔸Hindari perselisihan, jangan banyak berdebat
🔸Hindari sifat memusuhi sahabat Rasulullah
🔸Jaga diri dari bid’ah
🔸Jauhi perbuatan syirik kecil dan syirik besar
🌷
Saatnya perbanyak amal sholeh. HINDARI KEGIATAN-KEGIATAN YANG TIDAK BERMANFAAT UNTUK KEPENTINGAN AKHIRAT… karena bulan Sya’ban adalah fase persiapan terakhir sebelum Ramadhan.
.
📝 Disarikan dari Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc (hafidzahullah) berjudul Dianaktirikan, Sabtu (14/4) di Masjid Nurul Iman Blok M Square.

ILC TVOne – LGBT, Sebuah Review

Dalam beberapa waktu belakangan, TVOne setidaknya telah dua kali membahas tentang LBGBT. Pertama, sekitar tanggal 19 Desember 2017 dan kali keduanya yakni hari ini 23 Januari 2018.

Hal-hal yang menarik bagi saya selama menyaksikan tanyangan tersebut adalah hukuman yang dijatuhkan kepada seseorang yang ‘mengidap’ LGBT JIKA menyangkut salah satu dari empat aspek. Keempat aspek tersebut antara lain jika dilakukan ditempat umum, jika dilakukan sebagai ajang promosi (dua aspek lagi saya lupa). Namun, intinya yang saya tangkap dari RUU KUHP tentang LGBT ini adalah ‘LGBT’ pada prinsipnya tetap dilegalkan asalkan tidak tersangkut empat aspek itu.

Nah, hal inilah pulalah yang ditangkap oleh Armando yang notabene pro LGBT. Dengan wajah riang gembira dia mengatakan bahwa jika konteksnya seperti itu, dia juga setuju. Bahkan, dia menyatakan ke rekan sebelahnya Merlyn Sopjan yang homoseksual untuk tidak perlu khawatir.

Selama ini mereka khawatir jika LGBT ini 100% ditolak karena hal tersebut bertentangan dengan HAM, dan lain-lain. Namun, jika ada syarat-syarat tertentu (satu dari empat aspek tadi) tidak terpenuhi ya otomatis LGBT tetap sah–asalkan ga terang-terangan dilakukan di tempat umum–begitulah bahasa kasarnya.

Saya malah jadi khawatir RUU KUHP tentang LGBT ini hanya menjadi ‘topeng’ belaka. Aspirasi masyarakat untuk stop LGBT seutuhnya belum terwujud. LGBT masih bebas berkeliaran ‘asalkan’ tidak menyinggung empat syarat tadi. Bukankah ini pemelintiran belaka? Karena masih ada syarat-syarat tersubung di dalamnya.

Ini sama halnya seperti iklan atau promo di pusat-pusat perbelanjaan. For example: you can buy vegetable oil for $15 if your total purchases are $100. Yahh… Ini mah sama aja diskon bersyarat. Begitu juga dengan LGBT. Penolakan LGBT tapi bersayarat.

Hakikat penolakan LGBT ini belum benar-benar terang, menurut saya. Malah ini menjadi angin segar bagi mereka yang pro LGBT untuk tetap eksis asalkan nggak terlihat, nggak show off, nggak pamer, nggak terang-terangan melakukan promosi LGBT, dan nggak melakukan tindakan ‘buka-bukaan’ lainnya.

Jujur, saya masih khawatir…

Ada tanggapan?

Mendadak Ngefans Alex Abdullah Abbad

perjuangan-alex-abbad-untuk-menangis-di-f853ca

Do you know Alex Abdullah Abbad a.k.a Alex Abbad? Yeah, jika pertanyaan ini ditanyakan ke saya sebulan ya laluuu aja, saya pasti akan jawab, “who is he?” Tapi sekarang nggak lagi sodara-sodara. Malahan saya berpikir, where the hell am I? Kok sosok Alex Abbad bisa ke-skip ya… Hehehe…

Well, saya baru tahu sosok Alex Abbad itu setelah menonton film 99 Cahaya di Langit Eropa. Dan film itu baru saya tonton BULAN LALU. Oh, sorry, ini keterlaluan emang! Keterlaluan kudetnya! 😀 Awalnya pas nonton film itu just thinking, ini pria kok nggak bosen-bosen sih ya lihatnya. Apalagi di dalam film tersebut dia berperan sebagai seorang muslim yang taat dan menyayangi orangtuanya (especially his father).

Saat menonton film itu saya tidak tahu namanya siapa. Saya pun menunggu bagian credits-nya muncul. And you know setelah mantengin layar tv, finally I’ve got his name. Yay!

Setelah saya seaching, googling, instragaming, saya ketemu deh sama akunnya dia. Satu persatu saya lihat postingan dia yang nggak begitu banyak. Dan yang paling menarik dari postingan itu ada dua.

Pertama, postingan dia bersama ibunya. Suka melted gitu kalau udah lihat cowok, cakep pula, posting foto bersama ibu mereka. Hehehe… Kedua, style Alex Abbad dalam berpakaian. Kayanya ini sudah menjadi ciri khasnya dia yang kalau berpakaian tuh “nyentrik” (tapi tetap kece). Pertama-tama lihat malah saya sering heran, is he a Jew or Muslim? Oh, ternyata dia Muslim, indonesia-arab.

Ternyata dia juga pernah posting foto with no beard, OMG sempet pangling karena dia mirip banget sama Maher Zain. Dan, terakhir saya lihat dia foto pake kupluk, kayanya foto lama, and you know dia mirip siapa? Dia mirip Ustadz Hanan Attaqi. Hehehe…

*Tulisn ini dibuat sekitar Oktober 2017 lalu

After Unhan, Ini Aku yang Sekarang

Susah nyari foto yang “bener” adanya foto kaya begini semua hehehe

Sepertinya saya perlu menulis cerita ini karena banyak sekali para netizen (ceilee) yang menanyakan hal yang sama berulang-ulang. Dari pada kamu repot-repot menanyakan itu ke saya, dan juga saya pun beberapa hari ini (sok) sibuk dengan berbagai kerjaan sehingga slow response membalas komen kamu di blog, email, atau DM di instagram, silahkan simak tulisan ini. 🙂

Anyway, banyak yang menanyakan, “Mbak Dila jadi masuk di Unhan?”, “Halo, Ka Dila, aku baca artikel kakak tentang masuk Unhan. Kakak sekarang semester berapa kak?,” Ka Dila udah lulus?”,”Sekarang kerja dimana kak?”.

Well, well, dari beberapa pertanyan itu saya jawab,  ya…

  • Pertama, ya, Alhamdulillah saya sudah merasakan kuliah di Unhan yang artinya saya lulus seleksi penerimaan mahasiswa di Unhan. HoRReyy….
  • Kedua, Alhamdulillah lagi, saya sudah lulus alias wisuda Maret 2016 lalu.
  • Gimana masalah pekerjaan? Nah, sebagaimana yang telah saya jelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya, Unhan tidak memiliki ikatan dinas. So, bagi mereka yang saat kuliah di Unhan memang belum bekerja maka dia harus mencari pekerjaan sendiri.
  • Terkait dengan itu, saya pun berusaha mencari pekerjaan sendiri yang sebisa mungkin terkait dengan jurusan saya pada saat di Unhan yaitu Manajemen Bencana.
  • Enggak lama setelah lulus, Alhamdulillah banget saya diterima sebagai fasilitator di program Desa Tangguh Bencana (Destana) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program itu berlangsung selama enam bulan which is itu berankhir Desember 2016. Lokasinya di salah satu desa di Kabupaten Kampar, Riau.
  • Setelah keluar masuk desa (I’m so happy because I have a huge experience on this program), tahun berikutnya saya mendapat panggilan untuk bekerja di salah satu lembaga sertifikasi khusus penanggulangan bencana, hingga saat ini

Gimana, gimana? Semoga infonya jelas ya. Dan semoga nggak ada lagi yang bertanya tentang masalah yang sudah saya bahas di blog ini. Kalau kamu masih penasaran dengan hal-hal lain terkait Unhan yang belum saya ceritakan di sini, monggo tinggalkan komentar atau boleh email saya. Insyaa Allah sebisanya saya bales walau mungkin rada slow response, ya…

Oya sekali lagi, terima kasih buat kamu yang udah mampir di blog saya. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

©novia faradila 10012018 2258

Jaga Hati

img_20171229_232423-1661121721.jpg

Ibarat anggota badan, hati pun bisa bermaksiat kepada Allah. Ntah karena riya’, sombong, summu’ah, ghurur, bahkan ‘virus’ klasik yang namanya cinta. Terlebih ia lemah, mudah terbolak-balik, bagai di atas titian.

Banyak yang terpedaya karena cinta. Padahal cinta yang hakiki hanyalah ditujukan kepada Allah, Rabb yang Maha Pengasih Maha Penyayang. PadaNya-lah semua rasa cinta ini ditujukan. Bahkan, banyak yang terpedaya karena cinta, hingga risau berkepanjangan memikirkan siapa jodohnya.

Teringat Ustadz Salim A. Fillah pernah berkata, JODOH itu sudah tertulis di Lauhuf Mahfus. Mau diambil dari jalan yang HALAL atau HARAM, dapatnya yang itu juga. Yang beda rasa BERKAHnya Bukan tentang siapa, apa, berapa. Tapi tentang bagaimana Allah memberikannya. Diulur lembut mesra, atau dilempar dengan penuh murka.

Bolehkah risau perkara cinta, jodoh? Boleh, tak ada yang melarang, itu lumrah, tapi sekedarnya saja.

Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi ‘ala diinik ‘ wa’ ala ta’atik | Wahai dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agamaMu dan di atas ketaatan kepadaMu.

Ya rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waritsiin | Ya Rabb jangan biarkan aku sendirian dan Engkau adalah sebaik-baik dzat yang mewarisi.

💝 Jaga Hati 💝

Jakarta, 30122017 2317

Previous Older Entries Next Newer Entries