Jangan Latah! 

Kemarin, 22 Desember cukup banyak kita melihat postingan-postingan yang bertuliskan “selamat hari ibu” “happy mother’s day” dan postingan sejenis lainnya. Bahkan media massa seperti TV, contohnya, juga ikut memberikan perhatian pada hari tersebut dengan menyiarkan berita-berita terkait hari ibu. Untuk di media sosial, seperti instagran apalagi. Ada yang posting tulisan saja, tak sedikit pula yang memposting foto mereka bersama ibundanya.

Yang menjadi pemikiran saya adalah mereka benar-benar paham nggak sih makna hari ibu tanggal 22 Desember itu? Atau hanya sekedar ikut-ikutan posting?  Sorry to say, dan mohon maaf, demi Allah saya nggak bermaksud menyinggung siapa-siapa di sini. Ini murni karena rasa penasaran… dan “kasihan” juga sebenernya. Posting kata-kata mesra untuk ibu, mengucapkan terima kasih dihias kata berbunga-bunga, lha dari 1 Januari hingga 21 Desember selama ini kemana saja?

Hari Ibu bagi “sebagian” masyarakat di Indonesia (yang jelas saya tidak masuk di dalamnya 😁)  jatuh pada tanggal 22 Desember. Atau di hari Minggu kedua bulan Mei bagi sebagian bangsa di Amerika, Hong Kong, Malaysia, Kanada, dan Belanda. Atau di Bulan Maret bagi sebagian bangsa Eropa dan Timur Tengah, yang mana hal tersebut berhubungan dengan kepercayaan mereka memuja Dewa Rhea, istri Dewa Kronus, ibu bagi para dewa dalam sejarah atau mitologi Yunani Kuno.

Hari ibu adalah setiap hari. Tak perlulah mengkhususkan postingan agar terlihat ikut perbartisipasi merayakan hari ibu. Biar dibilang update dan kekinian. Tak perlu!

Membuktikan rasa sayang tidak musti nunggu mother’s day,  tidak harus lewat postingan, berharap orang lain lihat dan ‘like’. Lha memangnya itu ngaruh ke kehidupan dan kebahagian orang tua kita… dunia akhirat? Saya yakin banyak di antara netizen zaman now yang posting foto bareng ibu mereka dan nulis kata-kata mesra, padahal ibu mereka saja nggak tahu anaknya memposting itu. Lha wong instagram saja nggak punya. Pemikiran yang menggelitik saya juga nih, apakah kata-kata ‘sakti’ ala dunia maya yang mereka posting itu juga mereka ucapkan di dunia nyata pas tanggal 22? Hayo…. 😄😛

Hei, ingat, Rasullullah telah mengajarkan umatnya bagaimana cara menyayangi orang tua, salah satunya mendoakan mereka. Berdoa kepada Allah agar keduanya disayangi dan diampuni dosa-dosanya. Bayangkan, kita mendoakan mereka diam-diam, disepertiga malam, di setiap sholat wajib maupun sunnah. MasyaaAllah. Bukankah itu yang lebih romantis?

Well, sebagai seorang muslim seharusnya kita tidak perlu ikut-ikutan, jangan latah! Alangkah lebih baik bagi kita untuk membentuk kepribadian yang sesuai dengan syariat Allah Azza wa Jalla. Dengan cara demikian kita dapat menjadi ikutan bukan sekedar pengikut, menjadi contoh bukan yang mencontoh, menjadi trendsetter bukan follower. Karena syariat Allah, Alhamdulillah, adalah sempurna dilihat dari sisi manapun. (Nasihat khususnya untuk saya pribadi yang menulis). 

Anyway, semoga tidak ada yang memplesetkan tulisan ini. Menilai saya anti mother’s day yang artinya saya tidak sayang dengan ibu saya. Hahaha… You don’t need to know how much I love my parents 😉[]

Jakarta, 23122017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: