Do I Have a Misophonia? :(

Dari dulu saya memang tidak nyaman dengan keramaian, hingar bingar,  suara gaduh, bahkan suara token listrik yang berbunyi berulang-ulang pun saya tidak suka. Di kosan pun sepertinya saya dikenal sebagai “si tukang matiin token”. Kalau ada token anak-anak kosan yang mulai bunyi, saya langsung matiin. Karena bagi saya itu mengganggu dan membuat saya hilang konsentrasi. Sorry 😦

Hmm… Lebih parahnya lagi, beberapa bulan belakangan saya sangat tidak nyaman dengan suara kipas angin yang ada di kamar kosan. Gara-gara suara itu saya susah tidur (contohnya sekarang ini). Mau dimatiin saya kepanasan, mau dibiarin eh berisik. –“

Mungkin apa yang saya tuliskan ini terlihat lebay bagi sodara-sodara semua. Bahkan mungkin masalah-masalah yang saya sebutkan di atas terlihat sepele. But, believe me, ini masalah BESAR bagi saya.

Saya pun mulai kepo dengan masalah yang saya alami ini. Kekepoan saya mengantarkan saya pada mbah Google dan saya pun mulai mencari apakah saya mengalami penyakit atau gangguan tertentu. Kata yang saya ketik di mesin pencari Google adalah “tidak suka mendengar suara berisik”.

Screenshot_2017-12-12-01-29-39-820_com.opera.mini.native

And you know what, tak perlu waktu lama, hasil pencarian yang muncul adalah istilah “Misophonia“. Saya pun membaca salah satu artikel sambil dibayangi rasa takut kalau-kalau itu adalah masalah serius. Berikut kutipan artikel tersebut.

Apakah kamu benci saat orang makan tapi terlalu berisik saat mengunyahnya? Atau kamu benci saat mendengar suara gigi yang saling bergesekan? Benci juga saat mendengar suara air disedot menggunakan sedotan? Bisa jadi kamu menderita misophonia.

Apa sih misophonia? Misophonia adalah sindrom sensitivitas suara. Maksudnya kondisi dimana seseorang merasa cemas berlebihan ketika mendengar suara yang sangat bising atau saat sedang berada di dalam keramaian.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari Misophonia, tetapi diyakini penyebabnya berasal dari sistem saraf pusat saat menanggapi suara yang muncul.

Misophonia terjadi karena ada kelainan di bagian otak?

Telah ada beberapa penelitian terkait Misophonia ini. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Northwestern University, Illinois, Amerika Serikat. Para peneliti menemukan bahwa orang yang selalu benci dengan suara berisik meskipun itu kecil adalah orang yang hipersensitif terhadap suara, itu artinya orang tersebut adalah orang yang mempunyai otak jenius.

Tetapi, ungkapan yang bertolak belakang justru diungkapkan oleh peneliti dari Newcastle University. Penelitian yang mereka lakukan mengatakan, penderita Misophonia memeiliki perbedaan otak terutama pada bagian lobus frontal dari orang pada umumnya.

Kaum wanita paling banyak menderita misophonia

Dari berbagai penelitian yang ada, menunjukan bahwa sekitar 20 persen dari populasi manusia menderita Misophonia, dan kebanyakan terjadi pada wanita. Umumnya terjadi pada wanita dengan usia antara 9 dan 13 tahun.

Gejala yang dialami pada penderita misophonia

Orang yang menderita misophonia benci akan segala hal yang berisik yang disebut sebagai suara pemicu. Suara pemicu ini membuat penderitanya merasa risih, tidak nyaman, cemas, kesal, dan inginya marah-marah.

Hal ini wajar, karena dalam hidupnya dia akan selalu merasa berisik karena mendengar terlalu banyak suara yang tidak didengar orang lain. Jika terus dibiarkan, penderita Misophonia ini akan merasa stres dan hidupnya tidak tenang. Dalam kasus yang ekstrem dapat memicu seorang penderita untuk buh=nuh diri.😦😧

Seseorang penderita gangguan ini tidak akan nyaman berada di lingkungan kerja yang ramai, lebih baik bagi dirinya untuk menyendiri

Pendeita Misophonia tidak akan bisa menahan diri untuk berlama-lama di dalam ruang kerja yang terdiri dari banyak orang, ia akan lebih memilih untuk bekerja sendirian. Ia akan merasa mudah stress dan terserang kepanikan yang luar biasa hanya karena seorang rekan kerja yang sedang mengunyah roti.

Apa saja pemicu suara yang dapat mengganggu hidup seorang penderita misophonia?

Seperti yang dikutip dari misopphonia.com, ada beberapa pemicu umum yang dapat mengganggu kehidupan penderita misophonia. Kita yang tidak menderitanya mungkin akan menganggapnya sepele, tapi akan jadi penyebab yang serius untuk si penderita.

Penting untuk kita menghindari suara-suara ini jika ada orang terdekat mengalami misophonia.

  • Suara mengunyah dan mengecap , seperti suara mengunyah es batu, mengunyah makanan, menjilat, mengunyah permen karet, dan aktivitas mengunyah lainnya
  • Suara bernapas , seperti suara bernapas kencang atau pelan, mendengkur, suara orang sesak napas, berteriak, hinggabersin
  • Suara bersiul, seperti mengucapkan “ummm” yang panjang, berbicara berulang-ulang, suara orang bernyanyi, suara dari huruf-huruf tertentu (S, P, T, CH, K, B)
  • Suara-suara dari lingkungan, seperti suara jari mengetik di keyboard, klik pada mouse , suara pena ditekan, suara dering ponsel
  • Suara botol plastic , seperti suara botol plastik yang sedang diremas
  • Suara plastik pembungkus , seperti suara plastik pembungkus yang sedang dibuka
  • Suara mobil
  • Suara AC
  • Suara binatang, seperti suara gonggongan anjing
  • Suara pintu yang dibuka
  • Suara bayi menangis
  • Suara TV¸ atau suara radio (kalau ini tidak terlalu mengganggu bagi saya) 🙂

Anyway, sumber lain mengatakan bahwa…

Misophonia merupakan sindrom yang membuat seseorang sensitif terhadap jenis suara tertentu. Jenis suara ini mungkin suara yang dibuat orang—suara mengunyah makanan, bernapas, menguap, dan bersiul. Kadang-kadang suara gerakan-gerakan kecil yang berulang jadi pemicu misofonia, misalnya suara goyangan kaki atau ketukan jari.

Jika Anda memiliki reaksi misofononia yang ringan, mungkin akan merasa cemas, tidak nyaman, mau melarikan diri, atau jijik ketika mendengar suara pemicu. Apabila Anda memiliki reaksi yang lebih berat, suara-suara tertentu bisa menimbulkan amarah, murka, kebencian, panik, rasa takut, tekanan emosi, menggaruk-garuk kulit, pikiran bunuh diri, bahkan keinginan untuk membunuh atau menghentikan apapun yang membuat suara tersebut. (Sumber)

Dan juga ini…

Hanya 20% orang di dunia yang mengalami Misophonia. (Sumber)

Afraid…

Worried…

Depressed… 

Hmm… Apa ya… Saya tidak tahu mau menulis apa lagi. Speechless!  Yang jelas apa yang dikatakan artikel itu 99% benar 😦 Saya benci dengan suara berisik apalagi suara itu memiliki ritme yang sama, berulang-ulang dan berulang-ulang. Bahkan, pernah sampai membuat saya pusing. #sigh

Well, well, saya tidak punya ide lagi untuk menulis. Akhir kata…

It sucks! 😦

©dilaovia 12122017 0110

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: