Di Sela-sela Tesis, Sebuah Catatan

page

Try something new, unique, and out of the comfort zone, sudah menjadi opsi bagi saya ketika memilih sesuatu. Ada berlimpah-limpah ilmu dan pengalaman yang didapat ketika mencoba sesuatu yang baru, right? Dan bagi saya, (mungkin juga bagi Anda) ilmu dan pengalaman adalah dua nilai sosial yang tidak dapat tergantikan oleh harta benda dan rupiah sekali pun.

Well, sesuatu yang baru, unik, dan keluar dari zona nyaman yang saya maksud di sini adalah penelitian yang telah dan sedang saya lakukan saat ini (efek lagi ngerjain tesis nih). Ntah karena minat atau apa pun lah namanya, tema penelitian yang dipilih baik S-1 atau saat ini selalu terkait dengan hal yang sama sekali tidak saya kenal dan pahami sebelumnya . Dan pertanyaannya, how dare you choose that issue!!? Are you crazy??!

Okay, mungkin bisa dikatakan saya mem-be-re-ni-kan-di-ri, bukan berani juga sih, tapi ya tidak nekad juga. Rasanya adrenalin ini lebih terpacu mengejar apa yang sebelumnya tidak saya kejar-kejar. Mengerjakan sesuatu yang dimulai dari nol itu lebih menantang. Tingkat kekepoan jadi jauh lebih besar. So, your effort juga jauh lebih besar tentunya.

Well, penelitian S1 saya dulu terkait dengan Blackberry. Saya sempat dikira sales promotion oleh penguji karena mengangkat smartphone yang dulu booming-nya sampe-tumpe-tumpe. Awalnya saya sempat bertanya kepada diri sendiri. Dan pertanyaannya adalah apakah saya pengguna Blackberry? Tidak. Apakah saya pernah memiliki Blackberry? Tidak. Apakah saya tahu fitur-fitur Blackberry? Sama-sekali-tidak. JADI KENAPA ITU YANG DITELITI??? Suka-suka saya dong (keep calm and do what you wanna do).

Nah, atas dasar ketidaktahuan inilah saya semakin terpacu untuk mengetahuinya. Mata, telinga, tangan, terutama otak, semakin bekerja keras mencari informasi dan seluk-beluk tentang smartphone ini. Rasanya semua organ-organ di tubuh bekerja maksimal. Definetly, saya jadi tambah semangat.

Begitu pula saat ini. Saya tidak pernah mengira akan meneliti tentang wahana tanpa awak atau bahasa awamnya “drone”. Never! Saya juga bertanya lagi kepada diri sendiri. Tahu drone itu apa? Yah, katanya semacam pesawat tanpa awak gitu deh. Punya drone? Tidak. Pernah mengoperasikan drone? Tentu saja tidak. JADI KENAPA ITU YANG DITELITI??? Suka-suka saya dong (keep calm and let’s do it).

Oh, wait, sebelum ada kesalahpahaman, mungkin saya jelaskan sedikit. Drone atau wahana tanpa awak yang saya maksud di sini bukan drone yang dijadikan sebagai senjata perang, to kill people, or to surveillance negara musuh. Bukan drone ala militer seperti IAI Heron-nya Israel atau MQ-1C Gray Eagle milik Amerika. Bukaaan… Drone yang saya maksud adalah drone di kalangan sipil yang banyak digunakan baik oleh perusahaan real estate, perkebunan, pertanian, atau media massa.

Well, awalnya memang berat. Saya akui ini cukup berat. Memahami istilahnya saja saya sempat kesulitan.  Antara Unmanned Aerial Vehicle, Autonomous Unmanned Vehicles, Unmanned Aerial System, Unmanned Aircraft System, dan bermacam istilah serupa. Belum lagi terkait hal teknis dari teknologi ini, seperti ground control station, quadcopter, fix wing, wingspan, maximum take off weight, cruise speed, endurance,  range, altitude, payload, and blahblahblah . Saya benar-benar seperti anak kecil yang tidak tahu apa-apa dan harus belajar dari awal.

Parahnya lagi referensi versi Indonesia itu sedikit bangeeet (anyway kalau kamu punya referensi tentang UAV boleh dikasih pinjem ke saya, hehe…) Kebanyakan saya mendapatkan referensi dari luar. You knew that referensi dari luar itu berbahasa inggris, so you have to rack your brain twice untuk memahami apa isi bacaan tersebut. Belum lagi referensi-referensi bagus yang berbayar. Yeah, you should lil bitbegging” when asked it to the author.

Nah, di sinilah sisi unik dan menariknya. Dari sini saya “dipaksa” dan “terpacu” untuk belajar, read more and more and more . Otak ini rasanya benar-benar diputar untuk berfikir. I really like these conditions. Di mana saya seperti wadah kosong yang ingin terus diisi lagi, lagi, dan lagi.

Dari sini juga saya bisa mengetahui bagaimana perkembangan teknologi wahana tanpa awak di luar sana. Bangga juga ternyata Indonesia sendiri sudah mampu membuat wahana tanpa awak dan telah di jual ke negara tetangga. Namun, miris juga ketika Indonesia memiliki profesor yang concern terhadap wahana tanpa awak tapi malah tidak disupport oleh pemerintah, hingga akhirnya dia berkarya di negara lain. Yah, begitu lah. Selalu ada kejutan dalam setiap gigitan pencarian.

Kuncinya adalah kau harus—I repeat—HARUS terlebih dahulu menyukai apa yang ingin kau kerjakan. Kau mencintai apa yang sudah menjadi keputusanmu. Ketika rasa suka dan cinta itu ada, maka apa pun yang kau kerjakan akan terasa mudah. Although you don’t know anything but you have a big curiosity about that, then naturally, daya dan upayamu akan lahir untuk mengetahuinya. Bagi saya hal tersebut sudah semacam “natural law“.

Banyak sekali keuntungan yang didapat ketika mencoba sesuatu yang baru, yang benar-benar out of our comfort zone. But, remember, jangan hanya benefit-nya saja yang diingat. Kalau kamu memilih keluar dari zona nyamanmu, itu berarti kamu tidak aman lagi. Tidak aman bukan dalam arti membahayakan diri sendiri. Tidak! Hakikatnya adalah bagaimana ketidakamanan itu membuat kamu berusaha untuk tetap stabil, baik-baik saja, dan tetap survive di zona barumu. The real effort itu terlihat ketika kita berada di zona tidak nyaman. Bagi saya, itulah yang disebut pejuang sejati .

Well, well, saya tidak bermaksud ujub dengan penelitian yang saya lakukan. Pun apa yang saya teliti masih banyak kekurangan di sana-sini. Tulisan ini tidak lain saya tulis sebagai penyemangat khususnya untuk diri sendiri, syukur-syukur ada juga yang ketularan semangat. Bagi kamu yang juga sedang melakukan penelitian skripsi, tesis, tugas akhir atau apa pun itu, dan tidak sengaja menemukan tulisan ini, semoga menginspirasi.

Memang, ada saat di mana kita stuck, ikat semangat mulai mengendur, atau  jalan di tempat. But, remember please, jauh-dekatnya sebuah perjalanan, pejuang sejati pantang untuk balik ke belakang. Hidup mahasiswa tingkat akhir![]

tuhan_bersama_mahasiswa_tingkat_akhir_by_hasrulekaputra-d4k6g1y

©dilanovia 21112015 02:02

3 Comments (+add yours?)

  1. Gioveny
    Nov 24, 2015 @ 00:10:57

    udah semangat nih bu dilaaa??? hahaha
    mantap

    Reply

  2. danzyudhistira
    Aug 16, 2016 @ 13:06:45

    boleh jg nieh tulisannya. sy jg lg penelitian ttg spoofing drone. keep spirit.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: