Profesionalupa

Mungkin ini the worst experience yang saya alami. Pengalaman vermak baju yang bikin geleng-geleng kepala. Padahal selama ini para tukang jahit yang saya temui  cukup baik, baik dalam pekerjaan, baik dalam pelayanan, dan baik dalam harga. Hehe.. Tapi kali ini tidak.
Yah… sebut saja namanya Mr. Taylor. Honestly, saya sangat kecewa dengan beliau. Baju yang harusnya selesai di vermak hari Rabu, malah belum dikerjakan hingga saat saya menjemputnya, hari Jumat. Padahal saat saya mengantar baju tersebut, si Mr. Taylor bertanya kapan saya akan menjemput. Ya, saya bilang saja hari Rabu (saat itu hari Senin). Yang membuat saya yakin bahwa he’s my next taylor adalah dia mengatakan, “Oh, Rabu, masih lama, bisa lah”. Seketika itu saya senang sekali bahwa saya telah menemukan tempat jahit langganan baru.
But, today I really really disappointed. Si Mr. Taylor yang kepedean baju saya akan selesai hari Rabu kemarin, malah belum dikerjain hingga saat saya jemput. Dengan muka tanpa bersalah, dia malah meminta saya untuk datang lagi nanti sore. What the hell. Kalau tempatnya deket sih saya nggak keberatan, tapi ini lumayan jauh, sodara-sodara.
Sigh! Penilaian saya yang tinggi terhadap si Mr. Taylor langsung hancur tercerai-berai menjadi butiran abu. Yang bikin kuping ini panas adalah dia mengkambing hitamkan “lupa” atas ketidakprofesionalannya. “Yah, namanya manusia, ada lupanya”. Oh, my God. Iya, salah satu fitrah manusia adalah punya sifat lupa. But, wait, kalau untuk kerjaan, apalagi ini menyangkut service, jasa, layanan, dan apalah itu namanya, saya pikir, lupa is the worst thing for your unprofessional. Apalagi pas di awal dijanjiin yang manis-manis. Pantas saja, saya sedikit heran dan cukup khawatir, mengapa ukuran yang saya inginkan untuk divermak tidak dicatat langsung olehnya. Si Mr. Taylor hanya menandainya di baju menggunakan semacam batu apalah namanya yang biasa digunakan para penjahit. Dan kekhawatiran itu terbukti. Baju saya dianggurin begitu saya selama empat hari. Hiks…
Well, dari kejadian ini, I just wanna hope bahwa kalau nanti nih siapa tahu di antara kita ada yang buka layanan jasa, ntah itu jahitan, transportasi, bengkel, atau lainnya, be professional, please. Jangan mengkambinghitamkan apa pun atas kelalaian kita. Apalagi bawa-bawa fitrah manusia. Yah, pelanggan juga pintar. Mereka bisa bedakan, mana yang benar-benar lupa, mana yang tidak profesional.[]

©dilanovia 0509205 01:08

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: