Tentang Sinabung #5 – Kegiatan Rehabilitasi-Rekonstruksi pada Aspek Psikologis untuk Relawan di Gunung Sinabung

Relawan juga tidak luput dari stress akibat pekerjaan yang mereka lakukan. Adapun sumber-sumber stres bagi para relawan yang diungkapkan oleh Enrenreich dan Elliot (dalam Halimah dan Widuri, 2012) yaitu:

  1. Tuntutan fisik yang berat dan kondisi tugas (kerja) yang tidak menyenangkan
  2. Beban kerja yang berlebihan, jangka waktu lama dan kelelahan kronis (chronic fatigue)
  3. Berkurang atau bahkan hilangnya privasi dan ruang pribadi
  4. Jauh dari keluarga menimbulkan kecemasan pada kondisi keluarga
  5. Kurangnya sumber-sumber yang tepat (adequate resources) baik secara personil, waktu, bantuan logistik atau skill (ketrampilan) untuk melakukan tugas yang dibebankan
  6. Adanya bahaya mengancam (penyakit, terkena gempa susulan, dan sebagainya), perasaan takut dan tidak pasti yang berlebihan
  7. Kemungkinan melakukan evakuasi yang berulang
  8. Kemungkinan menyaksikan kemarahan dan menurunnya rasa syukur dalam masyarakat korban
  9. Secara berulang, teringat akan cerita-cerita traumatis, tragedi atau kisah yang memicu ingatan trauma individu yang telah lampau
  10. Beban birokratis yang berlebih atau kurangnya dukungan (support) dan pengertian pimpinan organisasi
  11. Konflik interpersonal di antara anggota kelompok relawan yang di lapangan mengharuskan mereka untuk dekat dan saling bergantung pada waktu cukup lama
  12. Perasaan tidak berdaya kala menghadapi tuntutan yang melewati batas (overwhwelming need)
  13. Perasaan sakit karena tidak bisa memenuhi tuntutan yang ada
  14. Dilema moral dan etika
  15. Harus mampu menjaga netralitas (sikap netral) jika berada dalam situasi politik yang terpolarisasi
  16. Perasaan bersalah melihat korban bencana tidak memiliki makanan, tempat bernaung, dan kebutuhan lain.

Terkait relawan-relawan yang bertugas di Sinabung, beberapa upaya yang dilakukan untuk meringankan beban psikologis mereka, di antaranya memberikan layanan psikologis dan pembekalan bagi pekerja kemanusiaan yang diterjunkan ke Sinabung, serta memberikan pelatihan bagi profesional dan relawan lokal tentang pendampingan psikososial agar mereka mampu mandiri.

DAFTAR PUSTAKA

Agusta, Ronald. (2013). Memburu Letusan Sinabung. Diakses pada tanggal 22 Februari 2015 pukul 09.13 WIB dari http://geomagz.com/index.php?option=com_content&view=article&id=402:memburu-letusan-sinabung&catid=80:langlang-bumi&Itemid=466.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Desember 2014. Info Bencana. Diunduh pada 24 Februari 2015 pukul 13:04 WIB dari http://bnpb.go.id/uploads/publication/1069/Info_Bencana_Desember.pdf.

Barasa, Forman Raja. 2012. Dampak Debu Vulkanik Letusan Gunung Sinabung Terhadap Kada Cu, Pb, dan B Tanah di Kabupaten Karo. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015 pukul 07:37 WIB dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/35534.

Bussiness Insider. (2013). Indonesia Mount Sinabung Erupts Evacuating. Diakses pada tanggal 22 Februari 2015 pukul 09:24 WIB dari http://www.businessinsider.co.id/indonesias-mount-sinabung-erupts-evacuating-thousands-2013-11.

Catatan letusan Gunung Sinabung sejak 2010. (8 Oktober 2014). Diakses pada tanggal 26 Februari 2015 pukul 21:47 WIB dari http://mediacenter.or.id/respon/reports/view/207#.VO8ve3ysXgw

Federal Emergency Management Agency. (2015). Coping Disater. Diakses pada 26 Januari 2015 pukul 10.58 WIB dari https://www.fema.gov/coping-disaster.

Humanitarian Forum Indonesia. (26 Mei2014). Pelatihan Pemdampingan Psikososial Sinabung. Diakses tanggal 27 Februari 2015 pukul 09.53 dari http://www.humanitarianforumindonesia.org/Gallery/tabid/258/AlbumID/679-137/Page/1/Default.aspx.

Karo, Sartika Boru. 2014. Dampak Bencana Pasca Meletusnya Gunung Sinabung Terjadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015 pukul 07:29 WIB dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/42151.

Lopez-Lbor, Juan Jose. 2005. Disaster and Mental Health. West Sussex: Wiley

Prasetyo, Budi. (15 Oktober 2014). Kerugian Petani Akibat Debu Vulkanik Gunung Sinabung Capai Rp 97,7 Miliar. Tribunnews.com. Diakses pada 22 Februari 2015 pukul 09.45WIB dari http://www.tribunnews.com/regional/2014/10/15/kerugian-petani-akibat-debu-vulkanik-gunung-sinabung-capai-rp-977-miliar.

Rusmana, Nandang. 2009. Teknik Dasar Dan Aplikasi Konseling Pasca-Trauma. Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh pada 16 Februari 2015 pukul 20:53 WIB dari http://file.upi.edu/direktori/fip/jur._psikologi_pend_dan_bimbingan/196005011986031-nandang_rusmana/teknik_dasar_dan_aplikasi_konseling_pasca-trauma_%5bcompatibility_mode%5d.pdf.

Save Our Sinabung. (September 2014). Trauma Healing SOS Tahap 1 Periode 3. Diakses pada tanggal 27 Februari 2015 pukul 10:13 dari http://saveoursinabungkaro.blogspot.com/2014/09/trauma-healing-sos-tahap-1-priode-3_19.html.

Simatupang, Sahat. (15 September 2013). Gunung Sinabung di Sumatera Utara Meletus. Tempo.co. Diakses pada tanggal 22 Februari 2015 pukul 08.49 WIB dari http://www.tempo.co/read/news/2013/09/15/058513431/Gunung-Sinabung-di-Sumatera-Utara-Meletus.

Sitepu, Lonaria. 2012. Pola Adabtasi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sukameriah Pasca Bencana Alam Gunung Sinabung. Studi Deskriptif pada Masyarakat Desa Sukameriah Kecamatan Payung Kabupaten Karo. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015 pukul 07:43 WIB dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31455.

Sitinjak, Megawati. 2014. Respon Masyarakat Terhadap Program Pemulihan Tempat Tinggal Bagi Korban Erupsi Gunung Sinabung Oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Di Desa Sigarang-garang Kecamatan Teran Kabupaten Karo. Medan: Universitas Sumatera Utara. Diunduh pada tanggal 20 Februari 2015 pukul 16:14 WIB dari http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/41857.

Susanto, A.B. 2006. Disaster Management di Negeri Rawan Bencana. Jakarta: Aksara Grafika Pratama.

Thoha, Muhammad. 2012. Dampak Psikologis Bencana Alam Gunung Merapi (Studi Kasus Metode Tiga Korban Erupsi Merapi dalam Mengatasi Gangguan Kejiwaan). Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Diunduh pada tanggal 22 Februari 2015 pukul 14:04 WIB dari http://digilib.uin-suka.ac.id/7842/1/bab%20i,%20iv,%20daftar%20pustaka.pdf.

Undang-undang RI nomor 24 tahun 2007, pasal 1 (1) tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2007 nomor 66.

Geospasial Badan Penanggulangan Bencana Nasioal, http://geospasial.bnpb.go.id/

Pemerintah Kabupaten Karo, http://www.karokab.go.id/.

Selesai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: