Sabar Kuping, Sabar Hati

image

Berusaha sabar memang tidak semudah mengucapkan kata sabar itu. Sulit! Suliiit banget! Hati yang menjadi power center-nya umat manusia memang harus ekstra keras merasakan segala macam serangan yang setiap saat bisa tersakiti.

Mungkin memang ujian terbesar manusia adalah ketika dia dihadapkan dengan hatinya dan obat yang paling manjur memang ke-sa-bar-an. Apalagi sesama makhluk yang sering sekali melakukan khilaf terutama dalam perkataan. Orang yang mendengarkannya musti sabar-sabar kuping dan pastinya sabar-sabar hati.

Saya yakin di antara kita semua pasti sudah banyak yang makan asam garam tentang bagaimana sulitnya menerapkan sabar ini. Even kalau kita susah sabar, ujung-ujungnya kita malah menyakiti diri sendiri and it called sakit hati, right?

So, I wanna share to you, just a simple thing gimana caranya berusaha sabar, bahkan ketika orang berusaha mengusik kesabaran yang sudah susah payah kita bangun, kita tidak harus membalasnya.🙂

Well, saya pernah membaca tweet dari Aa Gym yang menurut saya isinya membangun banget. Bunyinya kira-kira seperti ini, betapa seringnya lahir kita seperti menghadap kepada Allah dengan sholat, mengaji, sedekah, itikaf, dan lainnya. Tetapi, hati kita tetap sibuk menghadap kepada makhluk, mengharap pujian, penilaian, balasan, dan pemberian dari makhluk.

Apa hubungan ini dengan kesabaran? Well, ketika orang lain menilai kita dan menurut kita itu tidak benar, bahkan penilaian itu malah membuat kita sakit hati, maka sabarlah dan  ingat petuah Aa Gym tadi.

Remember, Tuhan lebih tahu apa-apa yang ada pada makhluknya. Penilaian manusia hanya bersifat fana. Jadi, serahkanlah semuanya kepada Ilahi, biarkanlah Dia yang menilai karena Dia-lah yang Maha Benar dan penilaiannya tidak teragukan.

Tidak usah mengharap pujian dari makhluk, tidak perlu pula bersedih ketika ada yang mengusik kuping kita dengan perkataan dan penilaian yang tidak menyenangkan.

Nah, hal yang satu ini juga bisa menjadi pelajaran penting buat kita. Selain bisa belajar sabar, ingat pesan yang terdapat di dalam Alquran yang intinya bahwa kita sesama makhluk tidak boleh menyakiti dan memandang remeh satu sama lain. Bisa jadi orang yang kita anggap remeh itu lebih baik dari kita dan kita tidak lebih baik dari dia.🙂

So, kalau memang ada yang mengusik kuping dan hati kita karena mendengar ucapan yang tidak menyenangkan, serahkan semuanya kepada Tuhan. Mari perlahan pupuk diri sendiri untuk tidak melakukan hal serupa karena ketika kita sakit akan sesuatu hal, maka orang lain juga bisa sakit.

At least, mari kita coba memiliki effort memperbaiki diri sendiri yang maha kurang ini. Jaga ucapan, sabar kuping, dan sabar hati. Oya, satu lagi, seperti yang sering dikatakan Mr. FS* belajarlah berpositive thinking. Yas! Itu juga penting.

Well,  Semoga kita bisa belajar menjadi pribadi yang lebih baik untuk bisa tangguh menghadapi kerasnya hidup ini. Ganbateee…[]

*I think you don’t need to know who is he :p

©dilanovia 12092014 09;33

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: