Maafkan Aku

Ada rasa yang masih tersisa. Tercekat di tenggorokan. Tak bisa diungkapkan. Rasa ini menjadi momok menakutkan. Namun juga menjadi beban yang hingga kini masih rapi tersimpan.

Apa salah kita hingga keadaan ini berlalu membeku
Kau dan aku bagaikan orang asing yang hanya bertegur sapa
Hanya sebagai petanda bahwa di antara kau dan aku masih ada kita
Tak lebih…
Aku rindu romansa kita dulu

Aku takut apa yang kita impikan hanya menggantung di langit lalu terjun bebas, hancur lebur tak tersisa
Aku takut kehilanganmu namun aku tak tahu apakah dengan tetap memilih bersamamu menjadi keputusan terbaikku

Hatiku beku, maafkan aku

©dilanovia 23072014 12:23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: