Wanita VS Pendidikan Setinggi Langit

wanita dan pendidikan tinggi
Banyak orang memandang sebelah mata terhadap wanita yang ingin mengejar jenjang pendidikan lebih tinggi. “Buat apa? Ingat umur”, “toh ntar kan berkutat di dapur,sumur, kasur juga”, “wanita itu kodratnya menjadi ibu, jadi buat apa kuliah tinggi-tinggi”, dan blah blah blah.
Kadang saya geleng-geleng kepada jika ada yang berkomentar demikian. Mungkin sepintas apa yang dikatakan tersebut terlihat benar. Mungkin juga mereka yang berpikir demikian adalah mereka yang konservatif, old school. Namun, pendidikan tinggi untuk seorang wanita tidak ada salahnya.
Tidak hanya bagi kaum wanita–siapa pun–pria atau wanita yang mengecap pendidikan lebih tinggi tentu mendapatkan manfaat yang luar biasa daripada mereka yang pendidikannya lebih rendah. Undertaking a study in higher education can benefit us in a number of ways.
Universitas menawarkan lingkungan yang kaya akan pengalaman sosial bahkan budaya. Tak hanya itu, orang yang memiliki kualifikasi pendidikan lebih tinggi tentunya memiliki prospek karir yang lebih baik. Mengapa? Karena orang yang memiliki ilmu lebih, bahkan juga pengalaman lebih, sangat berharga bagi perusahaan/institusi. See? Hal ini akan membuka lebih banyak pintu untuk pekerjaan yang lebih baik.
Kodrat wanita menjadi seorang itu memang benar. Tapi jika mengkambing hitamkan “pendidikan tinggi” saya sangat tidak setuju. Apakah jika menjadi ibu, seorang wanita tidak boleh berpendidikan? Apakah seorang ibu harus bodoh? It’s a biq wrong. Bahkan seorang ibu haruslah cerdas karena ia adalah the first teacher untuk anak-anaknya.
Dulu memang kebanyakan wanita cepat menikah dan tidak berpendidikan bisa-bisa saja membesarkan anak. Tapi, untuk sekarang apakah itu musti diikuti? Saya pribadi tidak setuju. Anak adalah permata berharga yang harus dirawat tidak hanya dari segi fisik, namun juga mental.
ibu mengajarkan anak
Wanita yang memiliki pendidikan “lebih” tentu punya nilai lebih, terutama dalam pola pikir. Bagaimana mereka memandang dunia, bagaimana cara mereka bersikap. Pendidikan membuat mereka lebih membentuk karakter yang berwawasan pendidikan.
And remember what God said. He will exalt those who have knowledge. Ada pula petuah yang pernah saya dengar bahwa orang yang memiliki harta, pemiliknya lah yang akan menjaga harta tersebut. Tapi orang yang memiliki ilmu, ilmu itu lah yang akan menjaga pemiliknya.
Well, especially untuk para wanita, jangan takut jika ingin menuntut ilmu setinggi langit. Yang perlu ditekankan adalah bagaimana menyeimbangkan dunia pendidikan tersebut dengan dunia “pribadi” (keluarga, relationship, dll).[]

©tulisandila 17012014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: