Aku Sayang Ibu

Siapa yang tidak sayang dengan ibu. Rasanya setiap anak pasti akan sayang dengan ibunya. Ibu, wanita kuat yang melahirkan kita, merawat, membesarkan, mengajarkan berbagai hal, dan hingga dewasa pun, banyak dari kita yang tak bisa lepas dengannya.

Bahkan, mendengar dan mengingat pengorbanan sang ibu bisa membuat kita menangis. Menangis haru karena memang tak dapat dinalar bagaimana pengorbanannya. Kekuatannya membesarkan kita adalah rahasia Tuhan yang sangat luar biasa.

Well, I can’t lie when I read an article and it make me sad. Sad because that article tell about a superhero woman, Mother.

image

Akan selalu kuingat Ibu…

Mulai dari beliau mengandung kita selama 9 bulan atau lebih dengan penuh kesabaran meskipun lelah, bahkan terkadang sakit karena tendangan kaki kita.

Kemudian saat kita masih bayi yang lemah, beliaulah yang selalu menjaga, menggendong, membelai dan menemani setiap waktu, bahkan sampai beliau lupa makan karena tak tega meninggalkanmu.

Beliau pun akan segera memeluk dan menggendongmu karena pengaduanmu setelah kalah dalam permainan bersama temanmu atau karena beliau mendiamkanmu dari permintaanmu yang tidak dapat beliau penuhi.

Beliau masih saja mau menggendongmu, saat kamu sudah bukan anak kecil lagi dan terasa berat timbanganmu, beliau ingin kamu menjadi anak yang tegar, walaupun kadang sesuatu hal bisa mengecewakanmu.

Saat kamu sudah menjelang dewasa, kamu kembali menangis di pelukan ibumu dan kamu mengadu, “Ibu, sekarang aku sudah besar.”

Di saat yang lain, kamu kembali memeluk ibumu, dan berkata, “esok hari adalah hari pernikahanku, maafkan saya ibu, tidak sepenuhnya aku bisa menemani ibu.”

Di hari yang lain, ibu sudah tidak tegap lagi berdiri sehingga harus dibantu sekedar untuk melangkahkan kakinya.

Ibu semakin lemah sehingga kamulah yang harus menemani ibu setiap saat, memapahnya, mengambilkan makannya dan minumnya, menyuapi makannya dan mengusap kakinya yang kotor.

Kesehatan ibu sudah tidak memungkinkan untuk berjalan, sehingga ibu harus digendong jika ingin ke kamar mandi, ke ruang keluarga atau menemui anak-anak dan cucu-cucunya. Ibu harus ditunggui setiap saat karena ibu tidak bisa ditinggal sendirian.

Dan pada saatnya, ibu akan meninggalkan kamu semua selamanya, bahkan ketika kamu ingat dan melihat baju yang perrnah dipakai ibu ketika masih ada, kamu pun seakan ingin kembali menggendongnya.

Ibu, engkau orang yang paling mengerti keadaanku, ibu yang tidak pernah memaksaku dalam setiap tindakanku, ibu yang memberiku kebebasan dalam belajar, ibu yang selalu mengingatkanku dari segala perbuatan yang dilarang oleh agama maupun oleh adat setempat.

Ibu… jika sempat dan Allah memberikan umur panjang
kepadaku, ingin sekali aku menemani ibu di usia ibu yang semakin menyebabkan lemahnya ibu dalam beraktivitas.

Dan.. tidak akan mungkin semua kebaikan mama akan dapat terbalas, dan doa untuk ibu, semoga Allah mengampuni segala kesalahanku dan kesalahan kedua orang tuaku, dan semoga kasih sayang Allah senantiasa terlimpah kepada mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil, amin…**

I love you, Mom. Only God knows how much you mean to me. []

©dilanovia 23:51 18122013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: