Apa Kontribusi PNS untuk Masyarakat dan Negara?

image

Ntah kenapa tak pernah terbesit sedikit pun di dalam benak saya menjadi Pegawai Negeri Sipil alias PNS. Yah, walaupun banyak sekali keuntungan menjadi PNS, seperti gaji tetap, mendpat tujangan ini itu, bahkan saking hebatnya, bekerja sebagai PNS katanya keluarga akan makmur tujuh turunan. Haha..
Mungkin karena trauna melihat tingkah polah PNS yang tidak bertanggung jawab dengan jabatannya, saya menjadi underestimate dengan pekerjaan ini. Bekerja sebagai PNS menurut saya hanya sebuah keberuntungan. Namun, kebanyakan orang-orang yang beruntung ini malah tak tahu diuntung!
Saya berkali-kali lebih salut kepada para petani, nelayan, tukang sapu jalan, pedagang keliling, atau tukang angkut sampah sekali pun. Pekerjaan merekalah yang menurut saya lebih berjasa. Mereka dan pekerjaannya bagi saya lebih terhormat. Mengapa? Karena para pekerja di sektor ini bersusah payah memberikan jasa mereka, tenaga mereka, untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Mereka lebih layak diberi gelar “pahlawan tanpa tanda jasa”. Mungkin kita tidak sadar, nasi, sayur mayur, lauk, dan segala macam makanan yang terhidang di dapur adalah hasil jerih payah para petani dan nelayan. Jika ada salah satu bahan makanan sedang langka saja, kita langsung kelimpungan. Jangankan masyarakat, pemerintah pun ikut kelimpjngan. Nelayan dan petani, mereka selalu berusaha menghadirkan apa yang kita makan untuk perut ini, untuk hidup ini.
Mungkin kita sering lupa, siapa yang mengangkut sampah-sampah busuk yang ada di rumah sehingga kita tidak perlu pusing memikirkan kemana akan dibuang. Kita lupa seberapa busuk dan kotornya sampah itu. Namun pahlawan tanpa tanda jasa ini begitu enteng membawa, membongkar, dan bahkan memegang langsung sampah-sampah itu. Mungkin kita yang tidak sengaja lewat di tempat pembuangan sampah refleks menutup hidung karena mencium aroma busuk tersebut. Pernahkah terpikir oleh kita, bagaimana mereka yang bekerja sebagai tukang sampah itu bertemu dan bertemu bau busuk tersebut setiap hari?
Bagaimana dengan para pembersih jalanan yang rata-rata saya temui adalah para ibu-ibu. Bahkan mereka tetap melakukan perannya sebagai ibu dengan membawa anak mereka ketika bekerja. Sembari bekerja, mereka memberikan mainan atau sebotol susu agar anaknya tidak rewel. Pantaskah anak seusia itu sudah harus mengalami kerasnya hidup?
Ketika ada audisi pemilihan kota terbersih, merekalah yang di kerahkan oleh pemerintah. Ketika ada selokan di jalan-jalan kota yang mampet, mereka yang turun tangan menggali, bahkan mengambili sampah-sampah penyebab penyumbatan itu. Mereka yang setiap hari menyapu dan mencabuti rumput liar di bahu jalan. Sehingga jalan-jalan kota tetap terlihat bersih dan rapi. Pernahkah terpikir oleh kita betapa letihnya mereka?
Lantas para PNS bagaimana? Pengeluaran negara banyak dihabiskan untuk gaji dan tunjangn mereka. Namun orang-orang yang hidupnya tercukupi oleh uang negara ini malah banyak yang tak tau dasar, tak melihat ke bawah.
Untuk apa banyak-banyak manusia yang di PNS-kan toh ketika di kantornya mereka lebih banyak ngerumpi memamerkan harta kekayaan, pamer tas branded, pamer jalan-jalan ke luar negeri, atau bagi yang pria asyik mengepulkan asap rokok di kantin. Untuk apa mereka “dihalalkan” makan gaji buta? Untuk apa!??
PNS adalah abdi masyarakat, tetapi mengapa ketika masyarakat mengurus surat-surat penting di lembaga pemerintahan masih dimintai yang katanya “uang legalisir”, “uang print”, dan berbagai alasan freak lainnya?
PNS seyogyanya dapat menjadi contoh yang baik bagi para penerus bangsa. Namun, mengapa dana BOS untuk para siswa masih ditilap?
Adilkah semua ini? Adilkah bagi mereka yang kerja kerasnya nyata di depan mata, dihantam panas terik matahari mendapatkan penghasilan yang mungkin hanya 25% dari gaji para manusia beruntung yang disebut PNS ini? Sementara manusia-manusia PNS ini duduk di kursi empuk, beruangan AC, ngerumpi, dan lebih banyak goyang-goyang kaki. Alanglah menyedihkan fakta ini.[]
image

©dilanovia 12:52 09102013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: