Antara Saya, Karir, dan Kredibilitas Media

kulitintaBanyak yang berpikir, mahasiswa komunikasi jurusan jurnalistik pula, sudah barang tentu kerja di media minimal sebagai wartawan. Tapi, fenomenanya tidak demikian. Honestly, saya sebagai mahasiswa jurnalistik (maaf) malah enggan kerja di media. Melihat praktik media-media di sini yang tidak bersih lagi. Banyak wartawan yang mengharapkan “uang kopi”, “uang transportasi”, atau lainnya. Citra para awak media yang bertugas mulia menyampaikan informasi kepada publik pun, terkikis sudah. Sekarang informasi di lapangan, apalagi yang berbau negatif bagi pihak tertentu, sudah diplintir-plintir dahulu, baik oleh si reporter, atau oleh si “dewa” yang punya media. Berita yang turun ke masyarakat jadinya, news by order. Memang (MUNGKIN) tidak semua media di sini seperti itu. Ada juga (MUNGKIN) “beberapa” media yang masih berpegang teguh dengan orisinilitas berita. Ntahlah. Jiwa ini belum terpanggil untuk bekerja di media. Sebuah berita karya dua pasang mata, dibaca oleh ratusan bahkan ribuan pasang mata. Ketika berita yang dihasilkan hanya menurut kehendak sang penguasa dan pengusaha, pekerjaan yang mulia itu bukannya mendatangkan berkah, malah mendatangkan musibah.[]

dilanovia 23072013 18:00

Visit to my page: Tulisandila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: