For My Special One in Our Special Day

COUPLEKata orang-orang aku dan dia mirip. Kata mereka kalau mirip berarti jodoh. Wah, asumsi yang membuat saya berimajinasi, apakah dia jodohku nanti? Ntahlah. Rahasia tertinggi masih tergenggam erat di tangan Ilahi.

Itulah kata orang. Lantas apa pula kataku untuknya?

Hal yang sering kali membuatku tersenyum adalah ketika dia berkata manja, “kenapa nggak ada tulisan tentang kita lagi”. Ya, dia memang sangat senang ketika saya menuliskan cerita tentang kami berdua. Berkali-kali membaca tulisan itu sudah hal yang biasa baginya. Bahkan pernah beberapa kali dia malah menghafal kalimat per kalimat.

Dan inilah waktuku untuk menuliskan ceritaku dan dia lagi🙂

Mr. FS, sudah lama aku tak memanggilmu dengan sebutan itu. Tulisan ini kubuat sebagai hadiah dariku untuk hubungan kita. Ya, hubungan yang baru seumur jagung, tapi kuberharap akan berlanjut seumur hidupku.🙂

Aku bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada temanku, teman kita, yang telah memperkenakan kita berdua. Kehadiranmu benar-benar mewarnai hidupku. Mulai dari warna yang kusam (Momen Jualan Baju, remember?)😀 hingga warna-warna yang manis dan indah. Semuanya kulalui penuh manyun dan tawa.

Tapi, itulah kita. Kita yang secara fisik sudah berbeda, namun perbedaan itu yang membuat gelak tawa (Herbal Life, bro, hahaha). Bersamamu, kumerasa bagaikan punya “teman gila”, tak sebatas sebagai “kekasih hati” yang harus salah tingkah, jaim, selalu berdandan rapi, dan bermake up sana sini :p.

Bersamamu seakan aku tak terbebani dengan berbagai macam gaya. Malah kau lebih senang aku tampil biasa saja. Ya, bersamamu aku bisa tampil apa adanya. Dan syukurlah, kau juga merasakan hal yang sama.

Apakah ini cara Tuhan mempertemukan kita? Aku dengan segala rutinitasku, kau dengan segala rutinitasmu, di “batas-batas dinding” itu. Namun, ada “kita” di antara rutinitas-rutinitas itu. Aku bahagia menjalaninya. Sungguh bahagia.

Kau senantiasa menyediakan bahumu sebagai sandaranku ketika aku terpuruk. Meluangkan waktumu untuk menghabiskannya bersamaku. Berusaha menjadi pendengar yang baik. Menjadi kawan yang setia menemani aktivitasku. Bahkan aku bahagia ketika kukatakan aku akan pergi ke suatu tempat, sendirian, namun kau bersikeras akan menemaniku.🙂

Belajar dan selalu berusaha menjadi pasangan yang baik adalah caraku menjalani hubungan ini. Dengan segala kekuranganku, kuharap tidak menjadikanmu surut menjadikanku orang yang spesial di hatimu. Begitu pula halnya kamu di mataku.

Banyak hal sebenarnya yang ingin kuungkapkan padamu. Namun, sangat sulit menuturkannya dengan lisan. Ataupun menorehkannya melalui tulisan. Lantas, bagaimana caramu mengetahuinya? Lihatlah, lihatlah tatapan dan amati senyumanku. Tatapan dan senyuman yang disertai harapan untuk bisa bersama orang yang kuharapkan menjadi imamku kelak. Dan itu adalah dirimu.

Inilah “bingkisan” sederhana untukmu. For our special day, today.[]

dilanovia © 11102013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: