Jadi Orang Gede Emang Menyenangkan, Tapi….

Kalo aku dah gede, aku pengen kerja di multinational company…

Aku mau kerja di gedung tinggi…

Ngomong English tiap hari

Rambut klimis, sepatu mengkilat, kaya orang penting

Tapi ngerjain kerjaan yang kurang penting

Jadi tukang fotocopy, bawain laptop, beres-beres kertas

Gak masalah kerja 15 jam sehari…

Tidur cuma 5 jam sehari

Masalahnya gaji cuma tahan sampai tanggal 15

Untung di warteg bisa makan dulu bayar belakangan

Tapi sayang… gak berlaku untuk beli pulsa

Jadi orang gede emang menyenangkan tapi susah dijalanin

😀

DEWASAI guess, bagi mereka yang sudah “gede” alias dewasa, bisa langsung senyum-senyum sendiri ketika menyaksikan iklan salah satu provider di atas. Bagaimana tidak, kalimat per kalimat yang dituturkan oleh anak kecil tersebut, menurut saya, ngena banget. Describe the lives of adults who look great but actually it’s very difficult. Mungkin ketika saya benar-benar sudah menjadi dewasa, saya juga merasakan hal tersebut. Kerja 15 jam sehari, tidur cuma 5 jam, gaji cuma sampai tanggal 15. Sigh!

But, wait, sebenarnya semua itu tidak sutuhnya benar. I believe, nggak semua orang dewasa kan ya yang kondisinya “sadden” seperti itu. Masih banyak orang-orang dewasa yang bisa menikmati kedewasaan mereka dengan cara mereka sendiri, dengan lebih baik.

So, what the key? Well, for me, the key is in our self. Kuncinya ada di diri kita masing-masing. Planing itu penting, sehingga mau jadi apa pun dirimu kelak, tergantung pada rencanamu sendiri. Sugesti yang berada di pikiran itu mempengaruhi bagaimana kita berperilaku, bagaimana kita bertindak.

It’s okay ketika iklan salah satu provider tersebut menggambarkan bagaimana susanya menjadi dewasa, tapi dewasa yang seperti apakah itu? Yah, jangan sampai remaja-remaja yang akan beranjak menjadi dewasa mengalami “adult phobia” gara-gara menyaksikan iklan tersebut😀

Well, iklannya memang smart, nyentil, dan lucu. Tapi, ketika ada yang menyaksikan “how adult life” versi iklan ini sebaiknya dapat memaknai iklan ini dengan lebih positif. Ya, kalau takut kehidupan dewasa seperti yang disampaikan oleh para bocah-bocah cilik di iklan itu, kita bisa membuat rencana yang lebih baik untuk hidup kita kelak. Nah, ketika sudah ada rencana di pikiran kita, buatlah strategi secerdas mungkin dan lakukan hal tersebut dengan sebaik-baiknya. Yep, actions, not nonsense. Jangan lupa, pray also important. Ketika manusia telah berusaha dan berdoa dengan sungguh-sungguh, maka ridho Ilahi akan mengiri langkahnya.

Sekali lagi, planning itu penting. Short-term plan, long-term plan, or a backup plan, it mus have kalau nggak mau menjadi “butiran debu” di dunia ini. Think again.[]

dilanovia 02072013 23:17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: