Ngedance di Masjid An Nur Pekanbaru, Di mana Etikamu!!?

Seketika mata dan hati saya langsung panas melihat sekelompok anak-anak remaja pria sedang meliuk-liukkan badan mereka. Bukan di ruang senam, bukan di sekolah, tapi di masjid. Saya rasa tidak perlu dijelaskan masjid itu apa. Masjid yang notabenenya adalah rumah ibadah umat muslim dijadikan oleh remaja-remaja tersebut sebagai tempat latihan ngedance. Ntah apa jenis dancenya. Breakdance or whatever dengan musik hip hop yang cukup keras.
Sabtu sore, di salah satu sisi bagian luar Masjid An nur Pekanbaru, di sanalah mereka melakukan atraksi yang bagi saya SANGAT SANGAT MEMALUKAN dan TIDAK PUNYA HATI NURANI. Mereka, yang dari kalangan salah satu etnis yang jumlahnya cukup banyak di Pekanbaru, merasa tanpa bersalah melakukan atraksi memalukan itu.
Saya pertama kali melihat mereka ketika hendak mengambil air wudu’. Walau sangat kaget dan marah sekali, saat itu saya hanya diam. Tapi, perasaan itu sangat tidak tenang hingga saya selesai sholat. Lantas ketika kembali lagi, saya bertanya ke salah satu pria yang duduk disana, kelihatannya kelompok mereka juga. Saya bertanya apakah mereka menari di masjid tersebut sudah mendapatkan izin dari pengurus masjid. Jawabannya sangat mengecewakan. “Saya tidak ikut nari, yang nari mereka.”
Karena emosi saya sudah memuncak, saya berlalu begitu saja. Takut-takut emosi saya tidak terbendung. Saat lumayan jauh dari mereka, salah satu yang sedang menari tadi mendekati pria itu, mungkin dia bertanya apa yang saya tanyakan tadi.
Huh, keselnya nauzubillah! Sebenarnya hingga saat saya menuliskan cerita ini saya masih kesel. Masih belum puas, mengapa mereka berani dan tanpa hati menari di sana. Di mana pengurus masjid? Di mana hati orang-orang muslim yang melihat aksi mereka itu? Saya merasa dilecehkan sebagai umat muslim karena tempat ibadah saya dan juga Anda semua yang beraga Islam dijadikan tempat latihan ngedance. Dan satu hal lagi, saya tidak habis pikir dimana hati, perasaan, pikiran, dan rasa tenggang rasa mereka terhadap umat muslim ketika mereka menggunakan tempat ibadah untuk kegiatan mereka yang dibilang “gaul”, “modern”, atau “fungky” itu.
Semoga jika Anda yang membaca tulisan ini, dan melihat kembali aksi nggak penting mereka itu bisa ditegur kembali. Atau melaporkan ke pengurus masjid. Sekian![]

©dilanovia 08062013 19:18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: