Just Sharing: Ketika Keraguan Membayangi, Ikutilah Kata Hati

image

“Kehidupan itu kejam”
Kalimat itu saya rasa sudah banyak yang mendengarkannya. Mungkin juga bagi Anda, yang sedang membaca tulisan ini. Saya setuju dengan kalimat itu. Tapi, apakah kita harus pasrah dengan kehidupan yang “kejam” itu?
Tidak adalah jawabannya. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk terlepas dari jerat kehidupan yang kejam tersebut.
Salah satunya adalah mengikuti kata hati karena saya yakin bahwa di dalam kata hati ada bisikan Ilahi. Kita harus peka dengan hal yang demikian.
Ada sebuah keadaan di mana saya mengalami yang namanya keraguan, bimbang, rasa bersalah dan berdosa. Namun, saya dikuatkan dengan bisikan hati. Bisikan itu semakin meyakinkan saya bahwa apa yang saya lakukan itu salah dan saya harus berhenti.
Alhamdulillah. Saya sangat senang sekali bahwa Allah masih membisikkan pesan-pesannya kepada saya. Hati dan pikiran saya masih diberi petunjuk dan pencerahan. Berapa hal yang sangat saya ambil hikmahnya ketika sedang menghadapi sebuah situasi yang sulit untuk ditolak.
Pertama, pikirkanlah dengan sebaik-baiknya apakah hal tersebut BAIK pengaruhnya untuk diri kita (terutama) dan orang lain. Kedua, ikuti kata hati ketika menghadapi itu. Kadang kita tidak yakin dengan kata hati pada situasi tertentu dan memaksa diri untuk menerimanya. Hingga pada akhirnya kita menyesal akan keputusan yang telah kita buat sendiri. Ketiga, berdoalah dengan sungguh-sungguh meminta petunjuk kepada Tuhan. Kadang memang petunjuk itu tidak datang dengan sendirinya kepada kita. Bisa saja datangnya melalui orang terdekat (orang tua, sahabat, dll) ketika mungkin kita curhat kepada mereka. Nah, apa yang dipesankan oleh Tuhan, bisa saja terucap melalui kata-kata mereka. Tuham memberikan pencerahan melalui mereka🙂
Yep, that’s all I can tell. Maaf, bukan bermaksud menggurui, hanya ingin berbagi🙂
***
Allahuma inni a’udzu bika an adhilla, au udhalla, au azilla, au azhlam, au ajhal, au yujhala ‘alayya ■ Ya Allah, sungguh aku berlindung kepadaMu agar tidak tersesat atau disesatkan, atau aku tergelincir atau digelincirkan, atau aku berbuat dzalim atau didzalimi, atau aku berbuat bodoh atau dibodohi ■ amin.[]

©dilanovia 13052013 oo.24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: