Persma, Tak Ada yang Sia-sia

Saya  (bahkan mungkin Anda) adalah orang yang percaya bahwa segala sesuatu itu tak ada yang sia-sia. Apa yang ada di bumi ini tak ada yang sia-sia. Begitu pula segala aktivitas yang kita lakukan, tak ada yang sia-sia. Hal itu saya rasakan sekali, saat ini.
Mahasiswa tingkat akhir tampaknya menjadi momok yang menakutkan bagi kebanyakan mahasiswa. Bagaimana tidak, di masa-masa itu mahasiswa dituntut untuk membuat tugas akhir yang membuat pusing kepala. Banyak dari mereka bahkan melakukan cara-cara yang tidak sehat asalkan tugas akhir itu jadi. Contohnya, dengan menggunakan jasa pembuat tugas akhir yang biayanya jutaan rupiah.
Tentu dengan biaya yang tidak murah itu saya akan berpikir puluhan kali untuk melakukannya. Lantas, ada yang membuat saya sadar bahwa apa yang saya lakukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Selain belajar di kampus, saya juga aktif (hingga saat ini) di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di kampus saya. Saya mengingat mundur segala hal yang saya lakukan empat tahun belakangan. Segala kerja keras itu, segala jerih payah itu, segala kebosanan, segala rutinitas yang kadang membuat kepala pusing antara membagi aktivitas kuliah dengan aktivitas di organisasi, terjawab sudah.
Saya benar-benar merasa beruntung terjun di organisasi pers mahasiswa karena saya dididik untuk bekerja keras termasuk dalam hal belajar menulis. Hal itu saya rasakan saat ini ketika saya menyusun tugas akhir (skripsi) saya. Penelitian dengan metode kualitatif membuat saya harus memutar otak untuk mencari referensi sebanyak mungkin dan menselaraskannya dengan gaya penulisan yang baik dan sesuai dengan tema penelitian.
Alhamdulillah, saat ujian proposal sebulan yang lalu, mengenai tulisan saya tidak dipersoalkan. Sangat sedikit hal-hal yang dikorekai oleh tim penguji. Padahal, banyak teman-teman yang mengeluh tentang bagaimana menulis ini, bagaimana menulis itu, bahkan banyak di antara mereka yang teknis penulisannya dikoreksi, alhamdulillah saya bisa melewati itu semua.
Segalanya itu benar-benar saya dapat dari organisasi tentang saya berkecimpung sehari-hari. Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Cepat atau lambat kita akan menemukan hikmah di balik sesuatu yang kita kerjakan. Saya butuh waktu empat tahun untuk menunggu hikmah itu. Selain hikmah yang lain yang saya rasakan sebelumnya. Tapi, hikmah yang paling besar adalah yang saya rasakan saat ini. Menulis tugas akhir itu rasanya bagaikan menulis berita bagi saya. Allahdulillah.🙂

©dilanovia 17042013 03:54

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: