My Destiny, My Live

Kabar cukup mengejutkan saya dengar tadi pagi. Teman-teman kecil saya dulu ternyata sudah banyak yang menikah🙂 Kabar ini saya dapat dari salah seorang tetangga saya dulu di Duri yang berkunjung ke rumah. Ibu, ayah, saya, dan Mama (saya panggil tetangga itu mama) saling bertukar cerita. Salah satunya adalah anak-anak tetangga kami yang sudah pada menikah, bahkan ada yang telah memiliki anak.😀
Saya cukup kaget dengar berita-berita itu. Teman-teman yang dulu sama sekolah, sama-sama mengaji di TPA, sama-sama main boneka dan masak-masakan, sekarang telah memiliki pasangan hidup.
Kabar itu juga cukup membuat saya termenung dan berpikir, “saya kapan?” Ya, pertanyaan yang ntah sedari kapan ada di benak saya dan lebih mendesak lagi ketika mendengar teman-teman kecil saya sudah memiliki pendamping hidup.
“Saya kapan”, kata-kata itu yang menjadi pertanyaan tak terjawab. Ada satu sosok yang saya harap bisa menjawab pertanyaan itu. Tapi, saya takut berharap banyak padanya. Karena ketika sebuah harapan yang tinggi tidak terkabul, maka hanya sakit dan kecewa yang didapat. Teman-teman banyak yang berkata kepada saya, “pertahankan dia”, “pertahankan hubungan kalian”. Ya, itulah yang selalu saya lakukan. Sekuat mugkin mempertahankan hubungan ini. Karena tak terpikir lagi oleh saya untuk mencari “orang baru”, menjalin “hubungan baru”, “rasa” yang baru, dan tentunya juga harus beradaptasi dengan situasi yang baru. Ah, lelah rasanya.
Perjalanan pencarian saya cukup panjang. Saya lelah untuk menemukan jalan baru lagi. Sempat suatu waktu teman saya berkelakar, namun kata-katanya membuat saya tertegun. Dia berkata, ntah mengapa saya sempat mencari pacar yang jauh di Kalimantan saya padahal orang yang bersama saya saat ini jaraknya hanya berbatas dinding.
Agak lucu juga kalau dipikir. Dulu saya sempat menjalin hubungan dengan seorang pria di Martapura sana. Sekarang, saya menjalin hubungan dengan teman satu kampus, dimana labor jurusan saya dan jurusan dia (kami beda jurusan) bersebelahan, tepatnya berbelakangan. Tapi anehnya dulu saya tidak tahu dia sama sekali (:p)
Nah, inilah yang dikatakan teman-teman saya kalau kami jodoh. Karena katanya jodoh itu nggak bakalan jauh-jauh dari kita. Mereka selalu menasehati saya untuk menjaga hubungan ini sebaik mungkin.
Oh, guys, kalian memang baik sekali. Mudah-mudahan itu benar.
Well, malam ini, gara-gara kabar yang saya dengar tadi siang saya jadi kepikiran sama dia. Pengen bertukar cerita tapi tidak ada sms dari dia malam ini. Ingin sms dia dengan pesan-pesan manja dan usil, tapi yang saya ketika hanya: “sayang, met bobo ya. sweet dream :)” []

©dilanovia 08032013 23:27

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: