Pengertian Teknologi

Teknologi berarsal dari bahasa latin, yaitu texere yang berarti membangun, dan perkembangannya memerlukan waktu yang panjang. Awalnya, teknologi berjalan lamban, namun setelah ditemukan prinsip dasarnya melalui berbagai penelitian lapangan, loncatan demi loncatan terjadi sangat pesat pada akhir abad ke-20 ini (dalam Saefullah, 2007: 32).

Namun, makna teknologi menurut Capra (2004: 106) berasal dari literatur Yunani, yaitu Technologia, yang diperoleh dari asal kata techne: wacana seni. Ketika istilah itu pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris di abad ke-17, maknanya adalah pembahasan sistematis atas ‘seni terapan’ atau pertukangan, dan berangsur-angsur artinya merujuk pada pertukangan itu sendiri. Pada abad ke-20, maknanya diperluas untuk mencakup tidak hanya alat-alat dan mesin-mesin, tetapi juga metode dan teknik non-material, yang berarti suatu aplikasi sistematis pada teknik maupun metode.

Dalam pandangan instrumentalis, teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia. Teknologi berperan sebagai media untuk mencapai kepuasan material. Teknologi dibentuk oleh parameter efisiensi dan efektivitas yang sedemikian rupa dalam mencapai suatu tujuan tertentu.  Pemahaman demikian berangkat dari asumsi bahwa teknologi modern muncul dari rasionalitas dan kemampuan manusia dalam mengadopsi prinsip-prinsip pengetahuan alamiah ke artefak teknologi (dalam Saefullah, 2007: 28).

Ada  dua  titik  waktu  yang  sangat  penting  dalam  perkembangan  teknologi berdasarkan sejarahnya yakni, (a) revolusi neolitik, mulai titik waktu ini, manusia beralih dari hidup mengembara dan berburu ke keadaan hidup menetap dengan mengembangkan pertanian dan pemeliharaan hewan, dan (b) revolusi industri, berkembangnya kebudayaan mesin yang memenuhi kebutuhan manusia dan mengubah tatanan hidup mereka.

Teknologi  sebagai  barang  buatan  manusia  memiliki  tiga  ragam  dasar  yang sekaligus  menunjukkan perkembangan  historis yang  berlainan.  Ragam dasar tersebut yakni, (a) alat, suatu benda yang bergerak semata-mata berdasarkan tenaga dari otot manusia. Pada umumnya manusialah yang membimbing dan mengendalikan alat-alat, dengan demikian manusia jugalah yang menjadi sumber informasi, (b) mesin, yaitu sesuatu sistem peralatan yang tidak menggunakan  tenaga manusia, melainkan sumber-sumber tenaga di luar manusia, tetapi masih tetap memerlukan manusia untuk membimbing dan mengendalikannya, dan (c) automaton, perlengkapan teknologi yang paling tinggi ragamnya dan paling canggih. Perlengkapan ini (berdasarkan asas sibernetika yang menggantikan fungsi pengendalian) mampu membuat keputusan dan mengatur sendiri.

Teknologi juga dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang dibedakan menjadi dua macam. Pertama, pengetahuan yang masih bersifat tradisional sebelum terjadinya industrialisasi. Kedua, pengetahuan yang telah bercorak modern dalam masyarakat industri untuk produksi berbagai barang dan jasa. Rogers (dalam Saefullah, 2007: 32) menyatakan bahwa teknologi biasanya memiliki dua aspek, yaitu aspek perangkat keras (objek materi dan sifatnya) dan aspek perangkat lunak (dasar informasi untuk perangkat keras). Baik perangkat keras maupun lunak sangat berguna dalam penoperasian komputer.[]

*dikutip dari berbagai sumber yang berkaitan dengan Jurnalisme

©dilanovia 16022013 01:47

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: