Pengertian Media Massa

Media massa merupakan suatu  istilah yang  mulai digunakan pada  tahun  1920-an  untuk  mengistilahkan  jenis  media  yang  secara  khusus didesain mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media. Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Singkatnya, pengertian  media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain.

Media yang termasuk kedalam kategori media massa adalah surat kabar, majalah, radio, TV, dan film. Kelima media tersebut dinamakan “The Big Five Of Mass Media” (lima besar media massa). Media massa sendiri terbagi dua macam, yakni media  massa  cetak  (printed  media)  dan  media  massa  elektronik  (electronic media). Media massa elektronik di antaranya radio, TV, film, termasuk CD. Sedangkan media massa cetak dari segi formatnya dibagi  menjadi enam yaitu koran atau surat kabar, tabloid, majalah, buku, newsletter, serta buletin.

Media merupakan organisasi yang menyebarkan informasi berupa produk budaya atau pesan yang mempengaruhinya dan mencerminkan budaya dalam masyarakat.  Oleh karenanya, sebagaimana dengan politik atau ekonomi, media merupakan suatu sistem tersendiri yang merupakan bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih luas.

Althusser (dalam Sobur, 2002: 30) mengungkapkan bahwa media dalam hubunganya dengan kekuasaannya, menempati posisi strategis, terutama karena kemampuannya sebagai sarana legitimasi. Media masssa sebagaimana lembaga-lembaga lainnya, merupakan bagian dari alat kekuasaan negara yang bekerja secara ideologis guna membagun kepatuhan khalayak terhadap kelompok yang berkuasa.

Di sisi lain, Antoni  mengatakan bahwa media merupakan tempat di mana berbagai keyakinan digambarkan. Di satu sisi, media berfungsi sebagai sarana penyebaran idiologi penguasaan, alat legitimasi, dan kontrol atas wacana publik. Namun, di sisi lain media juga bisa menjadi alat untuk membangun budaya dan ideologi yang sangat berpengaruh bagi kepentingan kelas yang berkuasa. Sekaligus menjadi alat perjuangan bagi kaum yang tertindas untuk membagun kultur dan ideologi tandingan.

Meskipun pendapat keduanya berbeda, namun terdapat kesepakatan bahwa media massa merupakan sesuatu yang netral dan seimbang dengan berbagai kepentingan yang ada di dalamnya. Tidak hanya ideologi, akan tetapi media massa memiliki kepentingan lain untuk disampaikan. Misalnya kepentingan kapitalisme pemilik modal, demonstrasi buruh, dan lain sebagainya. Ini berarti, bahwa media massa tidak mungkin selalu berdiri di tengah-tengah, akan tetapi dia akan bergerak, bergeser sesuai dengan hal-hal yang baru atau yang sedang bermain.

Media massa merupakan alat untuk menyampaikan informasi atau gambaran umum tentang banyak hal. Media massa mempunyai kemampuan untuk berperan sebagai lembaga yang dapat mempengaruhi publik. Ini memungkinkan media massa memiliki kepribadian ganda. Pertama, media bisa memberikan pengaruh positif kepada publik. Kedua, media massa dapat memberikan pengaruh yang negatif. Bahkan, media yang memiliki peranan sebagai alat untuk menyampaikan informasi, dipandang sebagai faktor yang paling menentukan dalam proses perubahan sosial-budaya dan politik.

Ada beberapa faktor yang mendasar dari media massa (McQuail, 2000: 3). Pertama, media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait. Media merupakan industri sendiri yang memiliki peraturan dan norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan institusi sosial lainnya. Di lain pihak, institusi media diatur oleh masyarakat.

Kedua, media merupakan sumber kekuatan—alat kontrol, manajemen, dan inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti kekuatan atau sumber daya lain. Ketiga, media massa merupakan forum atau agen yang semakin berperan untuk menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat, baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

Keempat, media massa seringkali berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan, bukan saja dalam pengertian pengembangan bentuk seni dan simbol, tetapi juga dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup, dan norma-norma. Kelima, media telah menjadi sumber dominan, bukan saja bagi individu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial, tetapi juga bagi masyarakat dan kelompok secara kolektif. Media menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian normatif yang dibaur dengan berita dan hiburan.[]

*dikutip dari berbagai sumber yang berkaitan dengan Ilmu Komunikasi

© dilanovia 16022013 01:31

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: