Selamat Jalan, Kawan..

Kalau mengingat-ingat tentang dia, saya seakan-akan tidak percaya kalau dia bisa pergi begitu cepat. Selasa malam, saya mendapat pesan singkat dari salah seorang teman, bahwa dia sudah tiada. Saya benar-benar syok. Padahal, senin siang saya masih melihat dia di Perpustakaan Wilayah. Sayangnya, waktu itu saya tidak menyapanya karena posisi kami cukup berjauhan.
Hingga saat ini pun saya masih tidak percaya dia sudah tiada. Jika waktu diputar ke tiga tahun yang lalu, dia adalah teman pria pertama yang saya ajak bicara. Saya dan dia sama-sama mahasiswa undangan. Waktu itu kami sedang menjalani matrikulasi  di FKIP. Saya duduk di barisan paling depan, sedangkan dia duduk di belakang saya. Banyak hal yang kami ceritakan waktu itu. Mulai dari asal sekolah, hingga hal-hal ‘bodoh’ layaknya mahasiswa baru.
Sekarang, itu hanya tinggal kenangan. Kenangan yang membuat saya sadar bahwa semua ada awal, namun awal itu juga ada akhir.
Teman-teman saya yang lain juga tampaknya sanga tidak percaya atas kepergiannya. Saya sangat terharu melihat komentar teman-teman di facebook. Semuanya tampak kehilangan. Apalagi ketika saya melihat facebooknya. Berbagai ucapan belasungkawa dari teman-teman yang turut berduka cita dan mendoakannya. Tak terbayang bagaimana sedihnya keluarga dan pacar yang dia tinggalkan. Mudah-mudahan mereka diberi kesabaran.
Selamat jalan, kawan. Semoga engkau menempati maqam yang terhormat di sisi Allah.[]

©dilanovia 14022013 03:56

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: