Tentang Kegundahan Hati

Saya benci diri saya ketika saya ingin mengirim pesan singkat kepada seseorang tapi hanya berakhir di kotak draft, atau tombol delete, atau cancel.

Saya benci diri saya ketika rindu sama seseorang tapi semua itu hanya bisa saya pendam.

Saya benci diri saya ketika ingin mengatakan rasa sayang kepada seseorang tapi hanya berakhir di dalam hati.

Saya benci diri saya ketika ingin memberikan perhatian kepada seseorang tapi semuanya hanya berakhir dalam bisu.

Saya benci diri saya ketika rindu dengan seseorang tapi saya hanya bisa mengintip akun facebook dan twitternya.

Saya benci diri saya ketika saya mulai berada dalam ketakutan-ketakutan tak beralasan.

Saya benci diri saya ketika rasa sedih muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Saya benci diri saya ketika saya takut kecewa.

Ini tentang apa yang sebenarnya.
Ini tentang sebuah kegundahan.
Ini tentang kata yang tak terucap.
Ini tentang tulisan yang mengandung makna.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: