Sebuah “Caci-Maki”

It’s just my opinion about a man who makes me lost feeling. Hanya mengingatkan, ini adalah tulisan caci-maki, agak kasar, dan kalau yang nggak tahan bacanya mending nggak usah aja.

Anyway, yang saya tahu, laki-laki itu makhluk kuat, punya sebuah kewibawaan, berprinsip, pokoknya “laki” deh. Walau ada yang bilang laki-laki itu sebenarnya lemah, tapi biasanya mereka bisa menutupi kelemahan itu dengan sikap yang gentle, cool.
And that I knew, laki-laki itu nggak ada yang ‘murahan’, right? Berbangga hatilah para lelaki karena biasanya yang dibilang murahan itu cewek. “Cewek murahan”, “wanita murahan”, mana ada atau jarang banget ada yang nyebut “cowok murahan”, “laki-laki murahan”. Sama halnya dengan “hari ibu”, mana ada “hari ayah.”

But, a man who makes me lost feeling itu, ya seperti itu. In my eye, dia terkesan cheap, lemah, nggak punya harga diri. Maybe kalau dia melakukan itu kepada cewek lain, saya tidak akan se-senewen ini. But he did it to me dan semua wanita! Gila nggak, tuh?
He is my facebook friend. Tiap kali update status selalu dengan kalimat mengiba-iba, biar orang lain kasihan. Caper banget pokoknya.

Okay, mungkin itu hak dia, toh facebook, facebooknya dia. But, kalau pesannya udah bersifat personal alias dia ngirim message ke inbox saya dengan bahasa cheap-nya itu, saya rasa-rasa mau muntah. Males banget bacanya.
Dalam pesannya itu, dia menggambarkan dirinya sebagai cowok lemah, yang hanya menganggap saya cewek satu-satunya di bumi ini yang dia inginkan! And he always waiting me and he’ll bring me ke pernikahan. LMFAO! The cheap words from the cheap guy. Watdafuq!

Ini salah satu pesannya,
“sampai tutup usia pun aku tak akan
berhenti mencintai mu… akan ku bawa kamu ke pelaminan…”

Jijay markijay kan, ya! Dia juga nggak bisa didiemin. Udah nggak dibales-bales, udah dicuekin, tetap saja mengirim pesan-pesan nggak mutunya itu. Rese banget. Apalagi kalau saya reply, ya. Malah panjang banget pasti ceritanya.

Sometime, saya nggak habis pikir sama dia. Kok mau ya mengorbankan harga diri seperti itu. Yang ada bukannya kasian, tapi ilfil, benci.
So, buat para lelaki yang katanya gentle, punya harga diri, buktikan kalau kalian itu benar-benar gentle dan ber-har-ga-di-ri. Jangan cuma obral kata-kata doang ke para wanita. Mending masih sama cewek sendiri, kan? Lha ini sama cewek orang. Gila nggak tuh?!

Coba deh ya buat para lelaki, cewek itu nggak bodoh, masih bisa mikir kali mana yang realistis mana yang kagak etis. So, mulut kalau ngomong harus dipikir-pikir dulu, apalagi buat ngerayu, bukannya cewek tersipu, eh malah jadi bilang “kampret lu”. Hahah..

I remember the one of songs from Saykoji, judulnya Jomblo. Cocok banget kayaknya buat Si pria itu! By the way, ada beberapa kalimat yang saya blok. That’s appropriate sentence that I will thrown to his face. Dengerin nih!

Kalo kaga pengen jomblo mesti tau diri
jangan liat cowok lain punya cewek
cantik iri
mungkin dia memang pria sejati
yang pdkt ama cewek lewat hati

makanye cara paling baek supaya elo kagak jomblo
lo mesti berubah karna dunia tuh ga
seperti daun kelor
coba lo pikirin
banyakan majalah cewek daripada
majalah cowok
mereka tuh lebih banyak masukan
jelas aja lo keliatan bego

makanya sekarang saatnya berubah
apa yang udah gw bilang jangan lupa
cowok yang lebih gentlemen cewek suka
daripada malu taro mana tuh muka
jadilah lelaki yang apa adanya
jangan terlalu caper makanya
kalo ngomong ama cewek liat matanya
jangan liat yang lain denger kata
katanya

Well, sodara-sodara, demikian caci-makinya. Yang nggak suka, harap maklum aja. Sekian terima kasih.

©dilanovia 27102012 18:12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: