Sejenak Memaknai Keseimbangan Hidup

Dalam hidup itu yang dibutuhin adalah “keseimbangan”. Nggak percaya? Atau belum ada gambaran? Well, coba deh diinget-inget. Waktu kalian kecil, atau bagi kalian yang punya adek baby, pas pertama kali belajar jalan, yang dibutuhin pasti keseimbangan. Kalau badan kalian nggak seimbang, pasti bakalan jatuh.

In other example, coba inget pas pertama kali kalian belajar naik sepeda atau mengendarai sepeda motor. Yang dibutuhin itu keseimbangan. Kita berusaha untuk menyeimbangkan badan. Kalau nggak, kita bakalan jatuh.

I think, a similar case occurred in a relationship. We need balance. Dua orang, pria dan wanita, membutuhkan keseimbangan untuk mempertahankan hubungan mereka. Bayangkan ketika yang lebih mencintai hanya prianya saja, atau wanitanya saja. Is it a good relationship? I think, no isn’t.

So many examples sebenarnya kalau mau membahas tentang keseimbangan ini. Keseimbangan antara outcome dan income, antara dunia kerja dan dunia sosial kita, so many.

That must we to do adalah membuat pernyataan, “aku akan berusaha untuk menyeimbangkan hidup.” Jangan membuat pertanyaan, “bisakah saya menyeimbangkan hidup?” Keseimbangan itu penting kalau kalian nggak mau “terjatuh”. “Terjatuh” dalam artian apapun yang ada dipikiran kalian saat ini.[]

©dilanovia 16102012 13:57

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: