Sadness Will Make You Stronger

Kesedihan merupakan sebagian kecil dari bumbu-bumbu kehidupan. Salah satu fungsi kesedihan yakni dia ada untuk mengajarkan kita bahwa segala keinginan yang ingin kita dapatkan belum tentu bisa kita miliki.
Ketika seorang anak manusia menginginkan sesuatu untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik, menurutnya, dan ketika sesuatu itu tidak bisa ia dapatkan, rasa sedih itu pasti muncul. Namun, apa mau dikata. Merasakan kesedihan memang tidak bisa dihindari. Tapi dari sanalah hendaknya muncul sebuah pemahaman bahwa segala sesuatu itu telah memiliki jalannya masing-masing. When you can’t get something yang tidak bisa kamu dapatkan, kamu boleh sedih, tapi dalam kesedihan itu milikilah kesadaran bahwa mungkin kamu memang tidak bisa atau belum bisa mendapatkan itu. Maybe sometime ada hal yang lebih baik dari keinginanmu saat ini that can you achive.
Kesedihan ada untuk membuat manusia sadar bahwa the happiness isn’t eternal. Ketika kita bahagia terhadap suatu keadaan, persiapkan diri untuk menghadapi kesedihan yang ntah kapan datangnya. It’s usually unpredictable. Dan sayangnya manusia sering lengah akan hal itu. Lihatlah sebuah roda. Dia selalu berputar. Sebentar di atas, sebentar di bawah. Perhatikan awan, dia kadang cerah secerah-cerahnya, tapi kadang dia mendung. Begitu pula air, kadang jernih, kadang keruh. Ya, semua itu ada fasenya. Terlebih manusia. Termasuk aku.
Aku, seorang anak manusia yang berusaha menerima sebuah kesedihan dengan lapang dada. Belajar menerima bahwa segala sesuatu yang kuinginkan tidak selalu bisa kudapatkan. Mencoba meniti jalan yang tak semulus kuharapkan. Merasakan sebuah pukulan telak dan belajar dan mencoba dan berusaha-sekuat-tenaga menganggap semua itu sebuah belaian lembut. Melembutkan hati dan pikiranku yang saat ini sedang kacau. Aku, seorang anak manusia yang sedang terpuruk yang mencoba tersenyum setulus hati. Aku tidak ingin terlihat lemah karena lemah adalah musuhku.
Have been chanting “everything is gonna be okay” one hundred times to make my heart better.[]

Dalam kesedihanku, Engkau ajarkanku menjadi makhluk yang kuat. Terima kasih atas kekuatan yang selalu Engkau berikan. Tuhan, aku ingin mencintaimu, lebih dan lebih.

©dilanovia 23092012 14:56

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: