Confusion of Job Training

Welcome to Galau City!
Yeah, lagi-lagi galau gara-gara hal yang dulunya tidak terlalu saya pikirkan. Sekarang, rasanya malah jadi load.
Lebih kurang saya sudah menginjak tahun ketiga di bangku kuliah dan saat ini saya telah memasuki semester tujuh. Artinya, pada semester inilah saya harus menyelesaikan job training.
Saya ingat saat sharing dengan teman-teman tentang lokasi job training kami masing-masing. Si A pengen di sini, B di sana, masing-masing dari kami punya planing tempat job training berbeda. Hanya satu kesamaannya, letak job training itu sama-sama di pulau jawa.
Keinginan saya untuk magang di salah satu media di Pulau Jawa itu awalnya disetujui oleh kedua orang tua. Namun, saat keinginan itu saya ajukan lagi, tampaknya orang tua sangat berat mengabulkannya😦
Saat saya mendiskusikan masalah itu kembali, orang tua mengatakan bahwa tempat magang itu terlalu “berbahaya” untuk “anak cewek” seperti saya.
“Jawa itu nggak dekat, lho” “Keluarga kita juga nggak ada di sana”
“Kalau terjadi apa-apa mau minta tolong sama siapa?”
Dan seterusnyaa..
Well, saya mengerti maksud mereka. Hal itu memang  menjadi pertimbangan saya juga. Hingga akhirnya orang tua saya menyarankan untuk magang di media massa yang adakota ini saja.
Bukan apa-apa. Honestly, i really extreamely nggak minat sama media massa yang ada di kota ini. Bukan underestimed, ya, tapi itulah yang saya rasakan. Rasa-rasanya kondisi media massa di kota ini tidak membuat saya tertantang. Melihat kualitas stasiun televisi di kota ini? [Hhh.. Sigh]. Begitu pula dengan surat kabarnya. Ya, palingan disuruh mencari tiga berita sehari. Start jam 8 atau setengah 9, terus deadline jam 4 atau jam 5. Saya bosan dengan dunia yang hanya itu dan itu dan itu dan itu saja. Bosan! Saya ingin sesuatu yang baru.
Nah, i remembered with a words that said with someone. Ntah siapa yang mengatakan, saya lupa. Kalau tidak salah Pimred salah satu media massa lokal yang ada di kota ini. Dia mengatakan, magang itu tujuannya hanya dua. Pertama, mencari ilmu, dan kedua, mencari nilai.
Ya, kalimat itu benar-benar membuat saya merenung. Kata-kata itulah yang membuat saya berpikir bahwa saya magang di Jawa benar-benar ingin mendapatkan ilmu dan pengalaman. Nothing else! Mendapatkan “pencerahan! di tengah keterbatasan ilmu dan fasilitas di kampus ini. Mendapatkan ilmu dari media massa favorit saya yang sudah sangat berkembang di Jawa sana, di tengah kondisi dan keterbatasan media massa di kota ini. Dan kalau memang hal itu tidak bisa saya raih, oke fine, magang  kali ini saya fokuskan HANYA-untuk-mencari-nilai-semata! Memenuhi jumlah SKS dan menyelesaikan semua kewajiban hingga akhirnya saya bisa meraih gelar S1 saya. Yah, mau gimana lagi😦 Dan tentu-setentu-tentunya saya tidak mau magang di media massa yang ada di kota ini😦 No way. Walau saya cinta mati dengan dunia jurnalistik, saya sudah bosan dengan rumus 1=3 yang diterapkan oleh media massa di sini. –”
Pertanyaannya, di manakah saya magang? Well, ada pepatah yang mengatakan, semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Yeah, saya magang di universitas tercinta ini saja😀 Ada lokasi magang yang lebih dekat. So, kalau jauh, ya jauh sekalian, tapi kalau dekat, ya dekat-sedekat-dekatnya-sekalian. :p
Yep, sodara-sodara, awalnya saya berpikir magang ini bisa saya jalani dengan semangat empat lima, tapi sepertinya tidak. Biasa aja! []

©dilanovia 08092012 11:48

Posted from WordPress for Android

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: