His First Impression

image

“Udah ada tulisan baru, belum?” begitulah tanya si Mister FS via sms kepada saya saat kami sedang berbalas mesej. Yah, seiring berjalannya waktu, saya dan mister itu semakin dekat. Dekat dalam artian hubungan, kalau jarak sih masih sama-sama jauh. Siapa sangka yang mendekatkan kami–selain teman saya–juga tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang dia (baca ini dan ini). Sepertinya dia ketagihan baca tulisan-tulisan saya #songong. I guess, faktor utamanya saya rasa karena ada dia di dalamnya. Hehe..
Seperti mesej singkat yang tadi itu. Dia bertanya adakah tulisan baru saya. Sebenarnya ada, tapi bukan tentang kami. Iseng-iseng saya meminta dia untuk memberikan sedikit inspirasi. Dan ternyata si mister itu mengusulkan the first impression dia saat pertama kali melihat saya. Good idea, Mister!
Inilah curhat si Mister FS about his impression when saw me. Dia menuliskannya melalui pesan singkat.
Well, sodara-sodara, dia pertama kali melihat saya saat kami sedang tanda tangan amprah (tanda tangan yang dilakukan sebagai syarat untuk menerima beasiswa). Saat itu kami sama-sama menerima beasiswa.
“Aku ngeliat cewe, manis, kirain junior di kampus, tapi kok tinggian ya, jutek lagi tampangnya,” katanya.
Mesej berikutnya sampai lagi. “Kuliat-liat tu cewe ‘junior’, kok ga negur2 ya? Gue salah apa ya? Biasanya ramah. Akhirnya teman yang datang ama aku bilang sesuatu ama cewe itu, dan cewe itu jawab sekedarnya. ‘ni cewe siapa sih?’, katanya lagi.
Ah, Mister, saya bukan siapa-siapa. Saya benar-benar tidak sadar kamu perhatiin saya. Nah, setelah saya pikir-pikir kenapa waktu itu saya diam saja, seingat saya mungkin saya mengantuk. :p Yuk, lanjut ke curhat si Mister berikutnya.
“Waktu berlalu, dan aku mulai lupa ama cewe itu. Cuma manis2nya ingat si, hehe..”
Yeah, nggak salah ya. Wajahku emang wajah orang susah. Susah dilupain. :b
Singkat cerita, pertemuan si Mister dengan saya berlanjut saat kami memasuki fase KKN. Dia bilang, kunci perkenalan kami ada pada teman KKN dia. “Mulai masa2 menjelang kkn, aku masuk kelompok. Di kelompok itu, ada cewe se-fisip bertensi tinggi, ngomongnya kayak toa mesjid. Cewe ini kunci perkenalan kami,” kata si Mister. By the way, siapa ya “cewe se-fisip bertensi tinggi” itu? Nggak kenal! #kabur.
“Dari cewe ini, kuliat di hapenya, eh, ada foto cewe manis bin jutek itu. Penasaran, tapi belum minta nomornya, baru tau namanya dila,” kata mister itu lagi.
“One day, kami bikin acara seminar tentang suatu gerakan. Eh, dia datang”. Yeah, ini momen di mana saya baru menyadari adanya dia. Beruntung juga hadir di acara itu.
Di pesan selanjutnya si Mister bilang bahwa dia mulai berpikir mengapa saya dan dia berjumpa terus. Tapi dia belum juga meminta nomor handphone saya.
“Pas di tempat kkn, aku make hapenya cewe toa itu :p Liat2 galeri, eh ada cewe itu lagi. Penasaran kali ini, aku kirim salam aja dulu. Abis tu minta no, terus sms. Anaknya asik, dan aku emang suka sih. Aku suka ama dila novia😀 Itulah my impression about dila,” kata Mister FS mengakhiri curhatnya.🙂
Ah, agak-agak gimanaaa gitu baca pesan per pesan dari dia. Nggak bisa saya tahan senyum saat membacanya. Ternyata begini rasanya kalau diceritain. Kalau begitu saya mau ah kalau diceritain lagi.🙂 But, thank for your story. Makasih juga atas kesannya. Ternyata saya dan dia punya kesan masing-masing. Saya dan sengaknya dia, dia dan juteknya saya. Then, apa jadinya kalao si jutek udah ketemu si sengak? Who knows! []

©dilanovia ft. Mr. FS 01092012 00:39

Posted from WordPress for Android

1 Comment (+add yours?)

  1. edja
    Sep 01, 2012 @ 06:47:38

    eaaaaa

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: