Hikmah KKN

Nggak terasa tinggal dua hari lagi saya dan teman-teman menjadi penduduk sementara Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, lokasi KKN kami. Tepat di tanggal kemerdekaan republik ini, saya dan keduabelas teman lainnya akan meninggalkan desa ini. Antara senang dan sedih karena satu setengah bulan di sini saya banyak menyemai kisah-kisah yang mengesankan. Ada suka dan duka juga. Semuanya mengajarkan saya untuk memupuk kedewasaan.
Well, saya akui beberapa bulan sebelum KKN saya termasuk mahasiswa yang Anti-KKn. Bahkan jika ada komunitas anti KKN itu didirikan, mungkin saya akan menjadi orang pertama yang akan mendaftar. Dulu saya berpikir kalau KKN di desa terpencil itu hanya menghabis-habiskan uang dan waktu dan tenaga. Namun, beruntung rasanya ketika saya mendapat kesempatan mewawancarai ketua LPM (lembaga yang mengurus masalah KKN) tentang hakikat KKN itu sendiri. Dari sanalah minat saya terhadal kegiatan yang satu ini muncul.
Alhasil, selama kurang lebih 45 hari di desa ini, banyak sekali pengalaman yang saya dapat. Yang paling saya rasakan adalah saya bisa berbagi dan mengaplikasikan ilmu yang saya miliki untuk kelompok saya. Desain grafis, salah satu bidang yang sangat saya gemari. Banyak yang bilang ketika pekerjaanmu adalah hobimu, maka semuanya akan kau jalani dengan sepenuh hati dan terasa menyenangkan. It’s true!!
Selain itu, saya bisa belajar mandiri. Jauh dari orang tua, siapa yang betah? Tapi ketika kita dituntut seperti itu apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah ke-man-di-ri-an. Saya berusaha untuk melakukan itu. Awalnya saya pikir itu sangat berat. Bagaimana tidak, fasilitas di rumah sering membuat saya terlena, manja. Tapi, semenjak KKN rasa-rasanya tanpa fasilitas itu toh saya masih tetap hidup!🙂
Berat badan saya pun sempat naik sejak KKN. Hal yang sungguh-sungguh mengejutkan!
One more that makes me impression. Gara-gara KKN ini saya jadi hobi masak. Sebelumnya jarang-jarang saya memegang kuali dan sendok besi. Namun, saat di posko saya jadi keranjingan masak. Apalagi teman-teman sekolompok pada pinter masak. Jadi ketularan deh hobi masak mereka kepada saya!😀
Memasak, ini lah yang paling berharga bagi saya. Ada yang bilang, cewek kalau tidak pinter masak, tidak ada cowok yang akan mrlirik alias nggak bakalan ada yangau dijadiin istri. Hehe.. Anyway, saya cukup setuju dengan itu. Memasak, bagi seorang wanita merupakan basic knowledge yang harus mereka miliki. Apalagi kalau bukan untuk menyenangkan anak dan suami.
Yah, semoga apa-apa yang saya dapat selama KKN bisa saya terapkan di kehidupan saya yang biasanya. Thank God, sudah mengenalkan saya dengan KKN. Thank karena saya diberi kesempatan mencicipi indahnya KKN. Thank You Allah!🙂

©dilanovia 15082012 23:30

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: