Rokok dan Para Partnernya

Ketika Mendengar kata “rokok”, sebagian orang langsung mengarahkan pikiran mereka kepada benda “pencuci mulut” yang menyenangkan karena ketika menikmatinya, mereka dapat merasakan kenyamanan. Sebaliknya, tak sedikit pula yang berfikirn bahwa rokok merupakan benda yang menyebalkan dan membawa “malapetaka” bagi siapa saja yang mengunakannya.Nah, jika rokok dihubungkan dengan penelitian, rasa-rasanya sudah-sangat-banyak penelitian yang berhubungan dengan benda satu ini. Ada beberapa penelitian yang saya uraikan dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat.

Rokok  dan Buah-Buahan

TIDAK perlu khawatir lagi akan peningkatan berat badan pascaberhenti merokok. Studi Imperial College London menyatakan konsumsi buah-buahan dan sayuran yang intens se lama proses transisi menjadi bukan perokok sangat membantu mengendalikan berat badan. American Journal of Clinical Nutrition yang memuat hasil penelitian memaparkan studi dilakukan terhadap 374 ribu orang dewasa di 10 negara Eropa.Kepala peneliti Anne-Claire Vergnaud menyatakan kebiasaan makan sehat dapat membantu mencegah penambahan berat badan.Itu juga membantu mantan perokok benarbenar menghentikan kebiasaan buruk itu. Sayuran dan buah segar dianjurkan menjadi santapan rutin mereka.

Rokok dan Jantung

TIM yang dipimpin peneliti dari Universitas Adelaide, Australia, menyatakan mengonsumsi tomat setiap hari membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah sehingga bagus untuk kesehatan jantung.Menurut mereka, pigmen merah cerah bernama likopena pada tomat mengandung antioksidan.Kesimpulan penelitian itu merupakan hasil kolektif dari 14 penelitian dalam 55 tahun terakhir.Peneliti menganalisis efek likopena terhadap kolesterol dan tekanan darah.“Penelitan kami menunjukkan lebih dari 25 mg lycopene yang dikonsumsi setiap hari dapat mengurangi kolesterol jahat hingga 10%,” papar Dr Karin Ried, pemimpin penelitian. Dia menambahkan, 0,5 liter jus tomat yang diminum atau 50 gram pasta tomat yang dikonsumsi setiap hari memperkecil potensi penyakit jantung.

Rokok Picu Menopause Dini

PEREMPUAN perokok berpotensi besar mengalami menopause dini. Hal itu dikemukakan Dr Volodymyr Dvornyk, ketua tim peneliti dari Universitas Hong Kong, China. Dvornyk dan timnya baru-baru ini mengamati 6.000 perempuan dari AS, Polandia, Turki, dan Iran. Dari jumlah itu, para perempuan bukan perokok rata-rata memasuki fase menopause pada usia 46-51 tahun. Sebaliknya, pada perempuan perokok, fase itu terjadi pada usia 43-50 tahun. Menopause adalah fase perempuan mengalami akhir dari masa kesuburannya atau berhenti haid.

Dikutip dari Harian Media Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: