(Kapan) Badai Akan Berlalu

Kata orang, dalam sebuah hubungan, bulan kelima, enam, atau ketujuh merupakan fase terberat. Saat itu pasangan yang menjalin hubungan akan diuji. Ada saja masalah yang muncul dan membuat hubungan itu goyah. Sekuat apa mereka bisa melaluinya? Tergantung bagaimana masing-masing pribadi (sebagai individu) dan keduanya (sebagai pasangan)–menyikapi masalah tersebut.
Ketika keduanya kuat, alamat selamat lah hubungan itu. Tapi, ketika keduanya hanyut dilanda masalah itu, maka segala janji, komitmen bersama, dan hal-hal indah lainnya seolah tidak berarti lagi.
Susah memang menyatukan dua hal yang berbeda dari manusia. Apalagi antara pria dan wanita. Saya sering kagum melihat pasangan suami istri (tak usah jauh-jauh, ayah dan ibu contohnya) berhasil melalui masa pacaran hingga akhirnya mereka sampai kepernikahan dan melahirkan saya, anak mereka. Bayangkan, pasti sudah banyak sekali rintangan yang mereka lalui. Tapi, akhirnya mereka bisa melawan itu semua.
Lantas, bagaimana remaja-remaja atau orang-orang dewasa lainnya yang sedang menjalin hubungan (pacaran)? Ketika ada sebuah masalah, tak sedikit dari hubungan itu yang kandas. Apa sebenarnya yang salah?
Yang sejauh ini saya tahu, pria cenderung menggunakan logika, sedangkan wanita cenderung menggunakan perasaan. Hal ini tentu sangat bertolak belakang. Mungkin salah satunya hal ini yang membuat hubungan kandas.
Nah, bisakah hal ini diatasi? Menurut saya bisa. Rahasianya adalah komunikasi.
Komunikasikan dengan sebaik mungkin apa yang Anda rasakan ke pasangan Anda. Komunikasikan dengan baik apa yang harus Anda berdua lakukan agar hubungan Anda tidak kandas.
Tapi, ada satu hal yang tak kalah penting yang harus dilakukan yakni, menghargai pasangan Anda. Jangan sekali-kali Anda menyatakan cinta kepada pacar Anda tapi Anda tidak menghargainya.
Perhargaan itu penting. Kadang, dari sanalah kekuatan cinta itu muncul. Tapi, ketika Anda tidak menghargai pasangan Anda, rasa kecewa itu pasti akan muncul. Kadang apa orang yang tidak manunjukkan rasa kecewa itu karena ia mengangkan pacarnya pasti akan berubah. Oke, kalau pacarnya sadar dan berubah. Jika tidak?
Oya, sebelum tulisan ini jauh mengbang ntah ke mana-mana, sebenarnya saya bingung mau dibawa kemana tulisan ini. Sebenarnya ada satu hal yang ingin sekali saya ungkapkan, tapi sulit untuk mengutarakannya. Yah, intinya masalah menghargai  itu.
Well, hargai pasangan Anda. Saya rasa itu lebih berarti baginya dibanding hadiah atau kado yang Anda berikan selama ini kepadanya. Hargai pasangan Anda. Menurut saya, menghargai pasangan lebih berarti dari pada sekedar mencintainya. Kadang apa yang kita pikirkan belum tentu juga sesuai dengan apa yang dia pikirkan. Ketika Anda selalu berpikir sesuai dengan apa yang Anda pikirkan dan tidak peduli dengan apa yang dipkirkan pasangan Anda, mengapa Anda harus menjali hubungan dengannya? Mengapa Anda tidak pacaran saja dengan diri Anda sendiri? (:
Sekali lagi, hargai pasangan Anda. Kadang kita tidak sadar, karena sikap kita, orang yang kita cintai namun tanpa sadar tidak kita hargai pergi meninggalkan kita, bagaimana rasanya? Saya rasa yang ada hanya penyesalan……

*Ahh, jujur, tulisan saya kali ini benar-benar tidak fokus. Ada hal yang ingin diungkap tapi tak terungkap. Semuanya hanya tertimbun di dasar hati yang makin lama makin berkarat..
Hmm… mengelola perusahaan memang lebih mudah dari pada mengelola perasaan.

©dilanovia 12052012 12:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: