Analisa Siaran Berdasarkan UU Penyiaran No 32/2002 (Tugas Mata Kuliah Hukum dan Etika Pers)

PENTING!
SILAHKAN COPY PASTE TULISAN INI, NAMUN SERTAKAN SUMBER LENGKAPNYA
(Penulis, Judul, URL, Waktu Akses)
JADILAH PELAJAR YANG BERTANGGUNG JAWAB DAN MENGHARGAI KARYA ORANG LAIN
SAY, NO TO PLAGIAT!

Tulisan ini merupakan analisa terhadap 14 konten penyiaran di beberapa media massa elektronik di Indonesia. Siaran-siaran yang dipilih, penulis analisa berdasarkan UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Penulis juga menghubungkan dengan peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 02/P/KPI/12/2009 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran, Nomor 03/P/KPI/12/2009 tentang Standar Program Siaran, dan Etika Pariwara Indonesia. Ketiganya memiliki kaitan erat dengan UU Penyiaran No 32/2002.

1. Program-program televisi (contoh: reality show, sinetron, talk show, dll)

Banyak program-program TV di berbagai stasiun TV tidak mencantumkan hak siar mereka sebelum acara tersebut ditayangkan.

Pelanggaran UU Peyiaran 32/2002 Pasal 43 tentang Hak Siar

Ayat 2: Dalam menayangkan acara siaran, lembaga penyiaran wajib mencantumkan hak siar.

Ayat 3: Kepemilikan hak siar sebagai mana dimaksud dalam ayat (2) harus disebutkan secara jelas dalam mata acara.

2. Opening dan Closing di Stasiun Televisi Swasta

Pelanggaran UU Peyiaran 32/2002 Pasal 51 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran

Ayat 2: Semua lembaga penyiaran wajib mentaati keputusan yang dikeluarkan oleh KPI berdasarkan pedoman perilaku penyiaran.

Pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 48 tentang Siaran Pembuka dan Penutup

Lembaga penyiaran wajib membuka dan menutup program siaran dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

3. Program Hitam Putih on The Weekend Trans 7 (Edisi 003: Desi Ratnasari, 7 April 2012)

Review: Anak Desi Ratna Sari, Nasywa, diwawancarai oleh Deddy Corbuzier perihal kehidupann pribadi Desi Ratna Sari yang saat ini sedang menyandang status janda. Deddy menanyakan bagaimana perasaan Nasywa melihat kedekatan Desy dengan seorang pria yang dekat dengan mamanya. Tampak dalam program tersebut Nasywa dengan leluasa mendengar percakapan Desy dan Deddy yang belum pantas diperdengarkan untuk anak seusia Nasywa.

Pelanggaran UU Peyiaran 32/2002 Pasal 51 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran

Ayat 2: Semua lembaga penyiaran wajib mentaati keputusan yang dikeluarkan oleh KPI berdasarkan pedoman perilaku penyiaran.

Pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran Pasal 38 tentang Anak dan Remaja sebagai Narasumber

Pasal 38.A: Dilarang mewawancarai anak dan remaja berusia di bawah umur 18 tahun, mengenai hal-hal di luar kapasitas mereka untuk menjawabnya, seperti: kematian, perceraian, perselingkuhan orangtua dan keluarga, serta kekuasaan yang menimbulkan dampak traumatik.

4. Program On The Spot Trans 7 (7 Kecelakaan diSebuah Pertunjukan)

Beberapa waktu yang lalu On The Spot Trans 7 menayangkan 7 Kecelakaan di Sebuah Pertunjukan tanpa adanya sensor. Lima dari tujuh peristiwa keelakaan tersebut ditayangkan dengan sangat jelas.

Pelanggaran UU Peyiaran 32/2002 Pasal 51 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran

Ayat 2: semua lembaga penyiaran wajib mentaati keputusan yang dikeluarkan oleh KPI berdasarkan pedoman perilaku penyiaran.

Pelanggaran Standar Program Siaran Pasal 26 Pelarangan Program Siaran Kekerasan

Ayat 3.A: Adegan kekerasan dan sadisme dilarang sebagai berikut: (a) menampilkan secara detil (big close up, medium close up, extremeclose up) korban yang berdarah-darah, korban/mayat dalam kondisi tubuh yang terpotong-potong, dan kondisi mengenaskan lainnya.

5. Iklan On Clinic

Review: On Clinic merupakan iklan produk kesehatan yang dapat meningkatkan kemampuan seks pria dan wanita. Iklan On Clinic menjadi khas karena disertai dengan lagu bertema on clinic yang dibawakan oleh salah seorang penyanyi yang juga menjadi ikon produk tersebut.

Pelanggaran Standar Program Siaran Pasal 49 tentang Siaran Iklan

Ayat 1: Program siaran wajib berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia BAB IIIA 2.6 tentang Produk Peningkat Kemampuan Seks

Poin 2.6.1: Iklan produk peningkat kemampuan seks hanya boleh disiarkan dalam media dan waktu penyiaran yang khusus untuk orang dewasa.

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia BAB IIIA 2.8 tentang Alat Kesehatan

Poin 2.8.2: Iklan kondom, pembalut wanita, pewangi atau deodoran khusus dan produk-produk yang bersifat intim lainnya harus ditampilkan dengan selera yang pantas, dan pada waktu penyiaran yang khusus untuk orang dewasa.

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia BAB IIIA No. 4.2 tentang Media Televisi

Poin 4.2.1: Iklan-iklan rokok dan produk khusus dewasa (intimate nature) hanya boleh disiarkan mulai pukul 21.30 hingga pukul 05.00 waktu setempat.

6. Iklan Shinyoku versi Romy Rafael

Review: Romy Rafael menyatakan kepada sebuah keluarga bahwa Shinyoku merupakan lampu yang paling terang, paling hemat, dan paling kuat.

Pelanggaran Standar Program Siaran Pasal 49 tentang Siaran Iklan

Ayat 1: Program siaran wajib berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia Pasal 1.2 tentang Bahasa

Poin 1.2.2: Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti paling, nomor satu, top, atau kata-kata berawalan ‘ter’, dan/atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.

7. Iklan Top One Action Matic (versi Raffi Ahmad & Ringgo)

Review: Dalam iklan tersebut tampak seorang wanita memperlihatkan bagian dadanya dan adegan tersebut tidak ada hubungannya dengan produk yang diiklankan.

Pelanggaran Standar Program Siaran Pasal 17.A tentang Pelarangan Adegan Seksual

Pasal 17.A: Mengeksploitasi bagian-bagian tubuh yang lazim dianggap dapat membangkitkan birahi, seperti: paha, bokong, payudara, dan/atau alat kelamin.

Pelanggaran Standar Program Siaran Pasal 49 tentang Siaran Iklan

Ayat 1: Program siaran wajib berpedoman pada Etika Pariwara Indonesia.

Ayat 3.D: Adegan seksual sebagaimana yang dimaksud pasal 17

Pelanggaran Etika Pariwara Indonesia 1.26 tentang Pornografi dan Pornoaksi

Iklan tidak boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dengan cara apa pun, dan untuk tujuan atau alasan apa pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: