Kekuatan Film Romantis

Kalau ada yang bilang film bergenre romantis itu adalah film cengeng, membosankan, filmnya cewek, dan hal yang berbau skeptis lainnya, pikir-pikir dulu deh. Don’t judge something without a “clever” reasons.
Well, yang namanya film romantis pasti berhubungan erat dengan kisah percintaan. Film romantis banyak yang mempengaruhi perasaan, apabila film itu dihayati dengan sungguh-sungguh. Nggak bisa dipungkiri, film romantis itu banyak diisi dengan adegan kissing, hugging, atau bahkan fucking. BUT, please jangan lihat dari sisi itu.
Nah, mengapa saya membela genre film yang satu ini? Sorry buat yang nggak suka atau bahkan membenci film romance, tapi bagi saya film tersebut banyak memberilan saya pelajaran. Tentunya tentang cinta.
Nggak usah dimunafikkan bahwa persoalan cinta sering membuat orang-orang kelimpingan. Begitu juga dengan saya. Nah, dari film romance saya dapat mengambil pelajaran berharga. Baik dari dialog antar tokoh atau bahkan dari alur ceritanya sendiri.
Walau hanya fiktif, tapi saya dapat gambaran bagaimana mencintai seseorang dengan tulus hingga akhir hayat, padahal pernah berpisah bertahun-tahun lamanya, seperti di film The Notebook atau One Day. Bagaimana cintanya seorang lelaki kepada seorang wanita hingga untuk bertemu pun dia enggan, bahkan rela wanita itu menyukai pria lain, seperti di film Daisi.
Ada juga yang berawal dari sex friend lantas saling memiliki komitmen untuk menjalin hubungan dengan lebih serius seperti di film Friends with Benefits. Tak peduli istrinya sakit apa tapi sebagai suami ia tetap menyayanginya dengan tulus, seperti di film A Moment to Remember. Bagaimana seorang wanita mencari cinta terakhirnya padahal si Mr. Right ada didekatnya namun namun dia tidak menyadarinya, seperti di film Whats Your Number. Bagaimana seorang wanita begitu pengertian terhadap pacarnya yang sibuk dan sang pacar baru menyadari sakitnya lehilangan setelah mendapat mimpi buruk, seperti di film If Only. Dan masih banyak lagi..
Semua itu saya pelajari dari film romance. Ada yang tertarik? Kuncinya, coba hanyati pesan apa yang ingin disampaikan oleh film itu. Jangan hanya menonton sebagai hiburan saja. Tapi, sebagai pelajaran juga. Yah, sekali lagi, walau hanya fiktif, setidaknya kita dapat mengambil nilai positif dari film itu. Apalagi kisah-kisah di film romans cukup dekat dengan dengan keseharian kita. Beda dengan film action atau bahkan horror yang cenderung lebih banyak imajinasi dan kekerasan.
So, think about that![]

©dilanovia 10052012 12:20 ツ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: