7 Kesalahan Pers Lama dan Pers Sekarang (Tak Serupa dan Tak Sama)

Image            Rambu-Rambu Jurnalistik, buku bacaan yang cukup cerdas menurut saya. Banyak pengetahuan yang saya dapat dari buku karangan Sirikit Syah itu. Salah satunya adalah bentuk kesalahan antara jurnalistik dulu (1999) dengan jurnalistik sekarang.

            Buku yang dikarang oleh praktisi dan akademisi jurnalistik ini fokus membahas aturan, kaidah, hingga fakta-fakta yang berkaitan dengan fenomena dan aktifitas jurnalistik dari para jurnalis dari berbagai media massa (nasional/internasional), Sirikit memaparkan beberapa perbedaan praktik jurnalistik di tahun 1999 dengan tahun 2010 (hingga sekarang).

            Kata dia, selama 11 tahun mengamati produk dan perilaku media melalui Media Watch, terdapat beberapa kesalahan jurnalistik dulu (1999) dengan sekarang.

1. Dulu, di awal kebebasan pers sering terdapat kesalahan akurasi; sekarang kesalahan cenderung substansial—adanya framing dan agenda setting.

2. Dulu berita tidak cover both-sides (berimbang); sekarang cover both-sides dipenuhi, namun sengaja diperuncing dalam polarisasi konflik, terutama dalam berita konflik. Coba perhatikan berita pecahnya PKB, atau JK vs SBY di masa Pilpres 2009. Bahkan TV ONe men-split layar TV dengan gambar kedua tokoh yang diedit sedemikian rupa seolah-olah mereka sedang beradu kata. Ini sebuah frame jahat dan menyesatkan.

3. Dulu banyak terjadi trial by the press, sekarang masih banyak terjadi presumption of guilt.

4.Dulu kesalahan wartawan banyak terletak pada amplop/bodrex, sekarang mereka semakin cerdas dengan melakukan kloning, copy paste, plagiarism.

5. Dulu media sangat partisan (tahun ’99 kehadiran medio meroket hingga 500%), sekarang mereka tak perlu repot-repot membuat media partisan karena kini media terang-terangan membuat advertorial.

6.Dulu banyak kekerasan visual (sadiame, gambar berdarah), sekarang banyak kekerasan verbal dan simbolik, bahkan hate speech. Coba simak di harian umum Media Indonesia. Headline-nya cenderung profokatif.

7.Dulu narasumbernya dari kalangan pembisik presiden, kini dari polling industry dan para political marketer.

            Well, bagaimana dengan kamu? Apakah dari kesebelas poin di atas kamu menemukan praktiknya di berbagai media di Indonesia? Yah, bagi kamu yang berminat di dunia jurnalistik, sebaiknya etika dan hati nurani merupakan kunci utama yang harus dipegang. Memang, saat menjadi jurnalis kampus rata-rata mahasiswa memegang teguh independensi dan hati nurani. Namun, ketika mereka terjun di dunia pers sesungguhnya, akan banyak godaan yang menerpa. Mulai dari uang (sogokan), harta kekayaan, hingga hal-hal yang berbau ekstrim seperti ancaman-ancaman dari pihak tertentu.

            Saya lupa siapa yang mengatakannya, namun salah seorang praktisi jurnalistik pernah berkata: walau matahari hilang di bumi, pers yang baik akan selalu menyinari. That’s good word that i’ve been hear!

            Semoga jurnalis saat ini dan calon jurnalis yang akan datang dapat  berperan sebagai jurnalis beretika dan berhati nurani serta menerapkan aliran jurnalisme yang tepat seperti jurnalisme damai (ketika meliput sebuah konflik); jurnalisme makna (insight journalism)—yang benar-benar membutuhkan perasaan dan nurani seorang reporter saat peliputan—terlebih meliput sebuah bencana; immerssion journalism—wartawan ikut immerse (berbaur) dengan lingkungannya agar lebih menghayati dan menghasilkan karya jurnalistik yang baik dan menyuarakan kebenaran; jurnalisme lingkungan; dan sebagainya.

            Satu lagi, asumsi “a bad news is a good news” rasanya tidak dapat lagi diterapkan di zaman sekarang yang penuh kisruh dan sarat akan perpecahan. Masyarakat membutuhkan pencerahan yang mengandung harapan, optimisme, postif. Semua itu ada di tangan para jurnalis. Jangan suguhi dan ‘manjakan’ mereka dengan berbagai berita yang terus-terusan berbau konlfik!

©dilanovia 07032012 17:54

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: